The New True Beauty]

The New True Beauty]
Uneg-uneg


__ADS_3

Di malam yang telah larut ini Kayla tengah menikmati siaran tv khas Bahasa Jawa milik Bayu Skak. Tak jarang ia terkikik bersama Sang Mama melihat tiap adegan para pemainnya itu. Mama Kayla tampak mengelus lembut rambut panjang milik putrinya dengan sayang. Tiduran di atas pangkuan Mama sembari menikmati tontonan dan juga cemilan merupakan suatu hal yang dirindukannya.


Tak berselang lama datanglah Papa yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


Cup!


Satu kecupan mendarat di pelipis Kayla dan pelipis Sang Mama. Ulah siapa lagi kalau bukan Papanya.


"Sayang, kamu kok nggak protes lagi?" tanya Papa pada Kayla


"Protes apa lagi Pa? Udah terlanjur juga... Pokoknya Kayla nggak mau kerja di tempat Pak Deevan lagi. Orang-orang jadi tahu Kayla anaknya siapa. Hp Kayla aja jadi rame banget gara-gara pada kepo! Males mau buka hp jadinya," gerutu Kayla dengan panjang lebarnya.


"Bagis dong! Kamu bisa temenin Mama di rumah, atau kalau nggak kamu bantuin Papa di kantor! Mumpung udah kebongkar semua, nyemplung aja sekalian," jawab Papanya.


"Itu sih maunya Papa," jawab Kayla dengan malas.


"Pasti pemasaran di kantor kita, terus kantor Om Reymond, sama pemasaran buku di penerbitan Deevan bakalan melonjak tinggi setelah tersebarnya berita ini. Harusnya kamu seneng dong," ujar Papanya lagi.


"Aku nggak suka dikenal banyak orang Pa... Apalagi karena aku punya privilege dari Papa," jawab Kayla.

__ADS_1


"Kamu selama ini sudah berjuang keras sayang... Dari dulu Papa pengen memperkenalkan kamu sebagai penerusnya, sekarang kamu harus mensyukuri apa yang sebenarnya memang hak kamu." ujar Mama memberi pengertian.


"Kayla sayang Mama sama Papa," lirih Kayla memeluk Mamanya.


"Nggak sayang sama Papa?" sindir Papa.


Kayla dan Mamanya tersenyum geli melihat kecemburuan sosial dalam keluarganya itu. Ia mengisyaratkan kepada Papanya untuk duduk di sampingnya. Jadilah kini Kayla dipeluk dua manusia tersayangnya.


Malam ini Kayla bermalam bersama Mama Papanya. Kamar hotel yang sebenarnya untuk satu pasangan saja, kini justru digunakan untuk anak gadisnya pula. Kayla bersikeras tidur bersama Mama Papanya. Seolah seperti dejavu saat dirinya kecil. Ia tidur di tengah-tengah orang tuanya.


"Ma, perut Papa kok bisa sih kotak-kotak gini?" pertanyaan random Kayla muncul, sembari menoel-noel perut Papanya yang kebetulan telentang di sampingnya sembari menutup matanya dengan lengan. Sedangkan Sang Mama memeluk Kayla dari samping dan sudah memejamkan matanya.William


"Padahal udah tua, sok-sok'an buat sixpack," celetuk Kayla.


"Jangan salah ya, Papa gini biar sehat terus tahu! Mama kamu juga seneng," bela Sang Papa.


"Udah malam, tiduurrr," tegur Mama.


"Kamu kok kurus banget sih Kay? Nggak dikasih makan sama Deevan apa?" tanya Papa tiba-tiba saat dirinya ikut memeluk anaknya.

__ADS_1


"Aku kan program diet Pa, tenang aja, Pak Deevan selalu ngasih aku makan kok! Masakannya sendiri malah," jawab Kayla.


"Papa! Kayla! Tiduuurrr," ujar Mama. Sontak Kayla dan Papa terdiam dan memejamkan matanya.


***


Sedangkan di bilik kamar hotel lain, Deevan diminta orang tuanya untuk tinggal sebentar. Mereka sudah duduk saling berhadapan satu sama lain.


"Kamu harus putuskan pacar kamu yang nggak jelas itu Deev!" Mommy membuka percakapan.


"Anggia maksud Mommy?" tanya Deevan memastikan.


"Iya, siapa lagi? Kamu harus menikah dengan Kayla Deev," sambung Dady-nya.


"Deevan nggak cinta sama Kayla Pi," ujar Deevan.


"Kamu harus berusaha mencintainya! Anggia nggak baik untuk kamu Deev," jawab Dady


"Papa tahu dari mana? Anggia baik kok selama ini. Bahkan Deevan sama Anggia sekarang semakin dekat," bela Deevan.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2