![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Jika Kayla menghabiskan waktu bersama keluarganya, berbeda dengan Deevan. Semalam suntuk Deevan tidak bisa tidur karena menunggu Kayla pulang. Menghubunginya pun percuma, tak ada signal di kawasan Taman Hutan.
"Kalau nggak pulang tuh kabarin, biar nggak nunggu!" gumam Deevan.
Sudah jam 3 pagi ia belum memejamkan mata juga. Alamat bangun telat esok hari.
🌼🌼🌼
Selepas sarapan pagi, Kayla bersiap untuk kembali ke kota. Mama dan Papa Kayla masih tinggal di sana, sedangkan Kayla kembali dengan diantarkan supir keluarga panggilan Papa.
"Yakin mau pulang sekarang?" tanya Mama kembali.
"Iya Ma, Kayla belum beli baju untuk kerja besok. Masak iya, Kayla pakai baju yang ada?" jawab Kayla.
"Iya sih, kamu ambil di lemari Mama nggak papa kok sayang. Password-nya nanti Mama kirim lewat chat," ujar Mama.
"Oke! Nanti Kayla coba mampir," jawab Kayla.
Kayla mengambil tasnya kemudian segera masuk ke mobil. Tak lupa kecupan sayang untuk Mama dan Papa tentunya. Perasaan Kayla tak enak. Ia tak mengabari Si Bos kalau dirinya tak pulang. Ia ingin segera mendapatkan sinyal. Keluar dari peradaban ini.
Dua jam ia habiskan untuk menonton serial drama favoritnya. Sesekali ia juga mengobrol dengan Pak Min agar sang supir tak mengantuk. Tak lucu jika ia tak sampai di rumah.
Kayla pulang ke rumah terlebih dahulu, niat hati ingin memilih pakaian kerja Sang Mama, tapi tak jadi. Kayla memilih untuk langsung mengambil mobilnya dan segera pulang ke apartemen. Ia ingin membeli sendiri baju kerjanya, kapan-saja jika ia ingin kembali ke rumah lagi.
“Udah makan belum Non? Kalau belum biar Si Mbok masakkan,” ujar Si Mbok menghampiri Kayla yang tengah mencari kunci mobilnya.
“Udah Mbok, tadi sebelum pulang. Mbok, Kayla langsung pergi ya! Muuach!” jawab Kayla mengecup pipi Si Mbok kemudian berlari keluar.
Si Mbok hanya menggeleng gemas melihat putri dari majikannya itu. Si Mbok yang dari Kayla kecil sudah mengasuhnya, membuatnya menganggap Kayla sebagai anaknya sendiri. Kayla mengemudikan mobilnya dengan santai menelusuri lalu lintas yang cukup lenggang siang ini. Saking asiknya menikmati perjalanan sembari karaokean sendiri, ia sampai lupa tujuan awalnya.
__ADS_1
“Haiish! Kamukan harus membeli baju Kay!”gerutu Kayla.
Bahkan kini ia sudah memarkirkan mobilnya di basemen. Kembali ke jalan raya pun rasanya malas sekali. Oke! Kayla memutuskan untuk keluar sore nanti. Ia ingin beristirahat setelah perjalanan panjang. Kayla yang awalnya tak membawa barang banyak, kini ia menenteng tas besar. Baju kotornya selama di puncak menjadi bebannya saat ini.
“Mbak Kayla dari mana ii? Kok perasaan beberapa hari ini nggak kelihatan,” sapa ibu-ibu petugas kebersihan yang kebetulan satu lift dengan Kayla.
“Habis pulang ke rumah orang tua Bu, hehe.” Jawab Kayla.
“Selamat ya Mbak, berhasil program dietnya,” ujar Ibu itu lagi.
“Terima kasih bu,” jawab Kayla.
Tiga bulan lebih berada di apartement Deevan membuat Kayla dikenal oleh petugas tetap di sini. Bagaimana tidak? Kayla yang seringberseliweran pagi sore, dan sering menyapa membuatnya cukup dikenal di sini. Mereka bahkan tahu bagaimana progress Kayla di luar ruangan dalam menjalani programnya.
“Saya duluan ya buk… ini ada cemilan untuk Ibu,” ujar Kayla memberikan sekantong makanan kepada ibu itu.
“Terima kasih ya Mbak,”
“Astaga!!!” baru saja bersenang hati karena taka da orang, Kayla sudah dikagetkan dengan sosok dengan mata yang masih berat untuk terbuka.
Deevan tiba-tiba berdiri di belakang Kayla.
“Berisik banget bellnya. Kayaknya harus dicopot deh!” ujar Deevan kemudian berbalik dan memilih untuk tidur di sofa utama.
Kayla melongo dibuatnya. Dielus dadanya akibat keterkejutan itu. Kayla memilih untuk membersihkan pakaian kotornya. Tak repot, karena Deevan memiliki alat canggih mulai dari mencuci hingga terima beres pakaian rapi tanpa kusut. Beruntung Deevan memberinya izin untuk memakainya, jika tidak, dapat dipastikan Kayla tak dapat melakukannya. Hahaha
“Bapak kenapa nggak tidur di kamar aja sih?” gumam Kayla melihat Deevan dengan pulasnya tertidur di sofa.
Pemandangan yang ia dapatkan luar biasa pula. Deevan hanya mengenakan celana pendek dengan kaos oblong. Lihatlah kotak-kotak chips di perutnya itu, tercetak dengan jelasnya. Astaga Kayla! Mata kamu ternodai. Kayla mengambil selimut di kamarnya dan menyelimuti Deevan.
__ADS_1
Kini Kayla yang bingung sendiri hendak melakukan apa. Ia memilih untuk menonton serial drama yang belum juga selesai ia tonton. Tiduran di karpet bulu bawah sofa sepertinya nyaman. Dipinggirkannya meja sofa yang tak terlalu besar itu, dan diambilnya bantal dari kamarnya. Oke! Saatnya menonton. Posisi Kayla kini tepatnya di bawah sofa yang Deevan gunakan, sekalian cuci mata memandangi wajah Deevan maksudnya. Hehehe.
Niatan hati ingin melanjutkan tontonannya, tapi matanya berkehendak lain. Bukannya ia yang menonton, tapi malah tv yang menontonnya.
🌵🌵🌵
Sayup-sayup Deevan membuka matanya. Begadang malamnya terbayar sudah. Ada yang aneh!
Deevan merasakan ada yang memeluknya erat. Tangan kanannya juga tak bisa ia tarik, seolah ada beban yang menimpanya.
Kayla? Tangan dan kakinya memeluk tubuh kekar Deevan. Sangat terasa sekali, bagaimana tidak? Deevan hanya mengenakan kaos oblong tipis dan celana boksernya. Deevan memiringkan tubuhnya, tepat menghadap ke arah Kayla.
"Ngapain gua bisa di bawah gini sih?" batin Deevan. Diperhatikannya wajah ayu nan manis Kayla. Bibir imut nan menggoda Itupun tak luput dari perhatiannya.
"Gimana kalau tiba-tiba saya khilaf Kay?" gumam Deevan.
Sayup-sayup Kayla membuka matanya. Pandangan pertama yang ia dapatkan adalah wajah Deevan. Kayla sadar jika tangannya tengah memeluk Deevan. Sontak Kayla mendorong dada bidang Deevan hingga terjungkal ke belakang.
Dugh!
Kepala Deevan terbentur sofa di belakangnya. Beruntung sofa di belakangnya masih terlapisi kain dan busa, jadi tak terlalu sakit.
"Aduh!" keluh Deevan.
"Maaf Pak! Saya ke kamar dulu," Ujar Kayla kemudian berlari ke kamarnya.
"Aduuuhh! Ngapain sih harus meluk orang itu Kay! Haiissh!" geram Kayla pada dirinya sendiri.
Kini dirinya tengah berjongkok di balik pintu kamarnya. Malu, malu dan malu yang kini tengah ia rasakan. Rasanya tak sanggup untuk berhadapan dengan Bosnya. Bagaimana bisa ia berpelukan dengan Deevan. Kayla ingat benar kalau Deevan tidur di sofa, bukan di bawah, apalagi bersandingan seperti tadi.
__ADS_1
Kayla melirik ke arah jam dinding, menunjukkan pukul 15:00 WIB. Kayla ingat jika dirinya belum membeli pakaian untuk ke kantor besok. Ternyata lama sekali dirinya tidur. Sejak kapan dirinya memeluk Deevan? Kayla mengacak rambutnya geram karena terus memikirkan kejadian tadi. Kayla memilih untuk segera membersihkan dirinya, bersiap untuk pergi membeli perlengkapan.
...Bersambung ...