![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Selama perjalanan Kayla menghabiskan waktunya untuk menggambar. Sedangkan Deevan tengah asik memainkan game yang ada di hadapannya. Game yang disediakan oleh pihak maskapai. Kayla melirik ke arah Deevan yang tengah asik memainkan game itu. Terbesit rasa iri melihat Si Bos yang enak-enakan bermain, sedangkan dirinya tetap bekerja.
"Bos, coba deh lihat hasil gambarnya," ujar Kayla.
"Syuutt! Nanti aja, jangan ganggu saya," jawab Deevan.
Kayla yang mendapatkan jawaban seperti itu lantas naik pitam. Sudah tak mood rasanya mengerjakan gambarannya. Kayla memilih untuk mengambil gambar kumpulan awan yang sangat cantik dari jendela.
"Makanannya Tuan, Nona," ujar pramugari menawarkan makanan.
Dengan senang hati Kayla meminta beberapa makanan itu. Perutnya sudah cukup lapar kali ini. Deevan sama sekali tak melarang Kayla mengambil makanan yang tak sedikit. Maklum mungkin, karena perjalanan cukup panjang.
Kebanyakan orang akan mengantuk setelah kenyang, begitulah yang dirasakan Kayla. Sayup-sayup matanya mulai tertutup dengan bersenderkan jendela di sampingnya. Merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya, Kayla mengganti posisinya beberapa kali. Berakhirlah dengan menyender pada lengan Deevan. Deevan yang juga sudah mengantuk pun tak menghiraukannya. Ia justru ikut menyender pada Kayla yang lebih pendek darinya.
***
"Pak, maaf, kita sudah sampai," ujar seorang pramugari membangunkan Deevan.
__ADS_1
"Oh iya," jawab Deevan mengusap matanya menghilangkan rasa kantuk. Dilihatnya Kayla masih tertidur dengan pulas menyender padanya.
Deevan mengusap lembut hidung mancung Kayla agar terbangun. Sayup-sayup Kayla membuka matanya terusik dengan usapan tangan Deevan.
"Kita sudah sampai, ayo turun!" ujar Deevan yang kini sudah berdiri saat Kayla mengangkat kepalanya.
Perasaan baru sebentar dirinya memejamkan mata, sudah sampai saja di tempat tujuan. Kayla mengikuti Deevan yang sudah berdiri di depannya. Ternyata semua barangnya sudah dibereskan olehnya. Deevan menoleh ke arah Kayla yang belum beranjak. Ditariknya tangan Kayla agar merangkul lengannya.
"Pegangan saya, kamu masih ngantuk," ujar Deevan.
Kayla hanya menurut saja. Karena memang benar dirinya masih mengantuk. Deevan mengambil alih tas selempang Kayla dan berjalan beriringan dengan Kayla yang masih mengantuk berat.
"Terima kasih kembali karena sudah memberikan pelayanan yang terbaik," jawab Deevan dengan senyumnya.
"Calon Istri kamu tampaknya sangat menikmati penerbangan ini, semoga lekas dipublikasikan kabar pernikahan kamu," ujar pilot penerbangan yang ternyata merupakan kenalan ayahanda Deevan.
Deevan tampak tergagap seketika. Kabar pernikahan apa?
__ADS_1
"Maksudnya apa Om?" tanya Deevan.
"Hallah, Mommy kamu sudah banyak cerita perihal calon menantunya di grup ibu-ibu sosialita. Om aja tahu dari istri," jawab pilot itu.
"Hahaha, sepertinya ada salah paham di sini," sambung Deevan salah tingkah sendiri.
Kayla yang arwahnya belum terkumpul sempurna tak menghiraukan perbincangan Bos dengan para crew penerbangannya.
"Selera kamu benar-benar tidak bisa diragukan lagi Deev. Ya sudah, salam untuk orang tua kamu ya," ujar pilot itu mengakhiri perbincangannya dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Kayla meledek Deevan.
Deevan melepaskan pelukan tangan Kayla pada lengannya saat mereka turn dari pesawat. Perempuan di sebelahnya benar-benar membuat orang-orang salah paham. Bisa habis jika ketahuan Anggia, pikirnya. Kayla memegang kepalanya yang sedikit pusing saat tiba-tiba tersengat sinar matahari. Apalagi dirinya baru saja bangun tidur, semakin membuat kepalanya nyut-nyutan.
Deevan yang menyadari tak ada Kayla di sampingnya sontak mencari ke belakang. Benar saja, Kayla tampak berjalan sedikit sempoyongan sembari memegang kepalanya. Mau tak mau ia menghampirinya.
"Kenapa Kay?" tanya Deevan memicingkan matanya menahan panasnya matahari. Bisa-bisanya ia lupa tak membawa kacamata miliknya tadi.
"Sedikit pusing Pak, kayaknya gara habis bangun tidur langsung berdiri deh," lirih Kayla.
__ADS_1
"Mari saya bantu," ujar Deevan kembali memberikan lengannya untuk menjadi tumpuan Kayla.
...Bersambung...