The New True Beauty]

The New True Beauty]
Masih Kerja


__ADS_3

Hari pertama bekerja Kayla hanya membantu Dion menyelesaikan pekerjaannya. Anggap saja ini sebagai pengenalan awal pekerjaan untuk Kayla. Dengan sabarnya Dion mengajari Kayla hingga paham yang ia tangani. Hal itu membuat Kayla semakin senang mempelajari hal-hal baru di kantor. Dulu Kayla sempat magang di salah satu kantor, tapi hanya masa kerja tiga bulan saja. Tentu saja dirinya sudah melupakan teknikal sistem kantor itu seperti apa. Apalagi dirinya melalui hal itu tidak dengan kehendak hati. Asal selesai ia juga sudah senang.


Tapi kali ini Kayla benar-benar akan mempelajari dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar bertekad membantu Papanya.


"Sudah waktunya makan siang Kay, kita makan dulu yuk!" ajak Dion.


"Oh iya, nggak kerasa saking asiknya Mas," jawab Kayla menutup leptop di hadapannya.


"Mas, aku izin ke Papa dulu ya?" sambung Kayla.


Dion mengiyakan Kayla dan menunggu wanita cantik itu meminta izin pada Papanya. Pelan-pelan Kayla mengetuk pintu ruangan Papanya. Dibukanya perlahan dan kepalanya melongok masuk ke dalam mencari keberadaan Sang Papa.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Masuk sini," ujar Papa melihat kepala anaknya melongok dari balik pintu.


Kayla melangkahkan kakinya mendekati Sang Papa yang tampaknya masih sibuk menandatangani proposal-proposal di mejanya. Kayla berdiri di belakang Papanya dan memeluk leher Papanya dengan manja. Jangan salah, Kayla yang merupakan anak semata wayang tentu saja sangat dekat dekat dengan Mama ataupun Papanya.


"Papa nggak capek apa dari tadi duduk sama bacain tulisan mulu? Nggak laper? Ini udah jam makan siang lho Pa," ujar Kayla yang kini menompangkan dagunya di pundak Sang Papa.


Jika orang lain melihat pasti mereka akan terkena fitnah keji. Bagaimana tidak, posisi Kayla yang gelendotan dengan Papanya seperti sugar baby saja. Didukung dengan perawakan Sang Papa yang masih bugar dan gagah seolah menolak tua. Padahal mereka Anak dan Ayah.


"Oh iya, Kamu mau makan apa sayang? Biar Papa pesenin, kita makan bareng," jawab Papa.


"Papa makan di ruangan Papa aja nggak papa, aku pengen cari di luar barĂȘng Mas Dion. Mama kayaknya udah mau sampai di kantor deh! Papa makan bareng Mama aja ya?" ujar Kayla.

__ADS_1


"Oke! Tapi jangan terlalu humble sama Dion ya Kay, ingat kamu mau menikah dengan Deevan," Ujar Papa mewanti-wanti anaknya.


Bisa gawat kalau ada gosip tak mengenakkan telinga nantinya. Kayla yang mendengar tuturan Papanya diam sejenak. Deevan? Bahkan Kayla tak tahu ia akan benar-benar menikah dengan laki-laki itu atau tidak. Bahkan dirinya sudah menjanjikan pada Deevan untuk membatalkan pernikahan mereka.


"Sayang, kamu dengerkan omongan Papa?" tanya Papa lagi menyadari jika anaknya hanya diam membisu.


"Iya Pa, denger kok. Ya udah ya Pa, Kay berangkat dulu," jawab Kayla.


Muaah! Tak lupa sebelum keluar Kayla mencium pipi Papa tercintanya. Setelah itu barulah Kayla keluar. Dion sudah membereskan mejanya dan juga Kayla. Padahal tadi sedikit penuh karena ulah Kayla. Kayla jadi insecure disandingkan dengan Dion yang senang akan kebersihan. Jika dipikir-pikir sama seperti Deevan yang gila akan kebersihan.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2