![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Deevan benar-benar mempermainkannya. Kayla langsung mendinginkan ac-nya. suasana ini benar-benar membuatnya gerah parah. Padahal dirinya sudah mandi juga. Deevan yang gemas melihat tingkah wanitanya tentu saja masih memiliki cara untuk membuat Kayla gugup kembali. Dengan ligat Deevan sontak menarik pergelangan tangan Kayla dan membaringkannya di Kasur empuk di hadapannya. Deevan mengukung Kayla yang sudah mati kutu di hadapannya itu.
“Kamu beneran mau ngelepasih makhluk tuhan seistimewa aku kek gini?” ujar Deevan dengan menatap dalam manik mata Kayla yang indah itu.
Kayla sempat tertegun sesaat dan langsung mendorong dada bidang Deevan. Sontak ia segera berlari keluar dari kamarnya sendiri. Meninggalkan Deevan yang kini tengah mengelus dada-nya. mengontrol detakan jantungnya. Bisa bahaya kalau tadi sempat khilaf. Iman tak sekuat itu ferguso!
Deevan langsung mengikuti Kayla keluar kamar. Tak santai sama sekali. Kayla berlari dari kamarnya bahkan menuruni tangga ia juga berlari. Deevan was-was sendiri melihatnya berlari seperti itu. Sampai di bawah Mama dan Papa Kayla juga baru duduk.
“Kamu kenapa sayang? Kok lari-lari gitu sih?” tanya Pak William heran melihat anaknya ngos-ngosan.
“Emm, ad-ada kecoa tadi Pa!” jawab Kayla sembari menetralkan deru napasnya.
“Emang iya?” tanya Mama taky akin.
“Iya Tante, udah Deevan buang kok! Tenang aja,” jawab Deevan dan langsung merangkul Pundak Kayla.
__ADS_1
“Emangnya Mama nggak Nampak waktu bersihin kamar aku?” tanya Kayla sedikit mengeles dan melepaskan rangkulan Deevan.
“Enggak tuh! Untung ada kamu Van. Kayla tuh takut bener sama hewan-hewan kek gitu! Apalagi sama Ulet terus tikus,” sambung Mama.
Deevan tersenyum tersipu. Apalagi saat mendengar pujian Mama Sarah. Kayla memicingkan matanya melihat tingkah malu Eza. Bisa-bisanya laki-laki itu salting. Kayla yang hendak duduk di samping Mamanya langsung ditolak. Ia diminta untuk duduk di samping Deevan. Meski malas, ia tetap menuruti Mama-nya itu.
Selama di meja makan obrolan kali ini bertemakan bisnis. Bagaimana tidak? Papa terus memancing Deevan untuk membahas bisnis mereka berdua. Kayla yang notabene-nya tak ska terjun ke dunia bisnis menjadi bosan mendengarkan dua laki-laki itu.
Selesai sarapan pagi, Kayla memilih untuk menonton film favoritnya. Apa lagi kalau bukan Oppa-Oppa Korea? Biasanya di rumah Deevan ia hanya akan memanfaatkan tabletnya. Tapi kini ia bebas menggunakan smart tv di rumahnya. Sebenarnya di apartemen Deevan juga ada, tapi Kayla cukup tahu diri dan sungkan untuk menggunakannya. Biasanya ia pakai jika Deevan keluar.
"Masih tampanan aku juga kemana-mana," celetuk Deevan yang sudah duduk di matras depan Kayla berbaring.
"Semakin ke sini Bapak udah kayak jelangkung aja deh! Bapak ngapain nggak pulang?"
"Kamu ngusir aku?" tanya Deevan memutar kepalanya menghadap ke arah Kayla di belakangnya.
__ADS_1
Kayla memutar bola matanya jengah. Pertama andalan. Padahal Kayla tak bermaksud mengusir, hanya kode. Kalaupun pulang, Kayla lebih senang.
"Ommo!" spontan Kayla terkaget melihat filmnya.
Ia pikir itu film action. Lha kok ternyata tanpa ia duga, adalah film horror. Dengan secepat kilat Kayla mematikan televisinya. Tak jadi ia ingin melihat idolanya.
"Kenapa Kay? Takut ya?" ledek Deevan.
"Ha? Nggak! Cuma lagi males aja nonton," elak Kayla.
"Om, Tante, mau izin ngajak Kayla keluar," izin Deevan yang kebetulan melihat orang tua Kayla datang.
Kayla memelototi Deevan sebagai isyarat. Bisa-bisanya laki-laki itu tak meminta persetujuannya. Tentu saja orang tua Kayla mendukung Deevan. Kayla menjadi anak kedua jika sudah ada Deevan di sini. Mau tak mau Kayla langsung menyambar tasnya dan mengikuti Deevan berpamitan dengan Mama Papa dan keluar.
Deevan membukakan pintu mobil untuk Kayla. Siapa sangka jika Deevan sekalian meminjam mobil milik Kayla? Kayla semakin tak habis pikir. Padahal dirinya juga jarang menggunakan mobil pribadinya, tapi Deevan dengan tanpa beban meminjam hal itu padanya. Waahhh! Daebak!
__ADS_1
...Bersambung ...