The New True Beauty]

The New True Beauty]
Part 18


__ADS_3

Seharian ini Kayla memilih untuk mengunjungi Mama dan Papanya. Tak sudi ia berada di apartemen yang di dalamnya ada dua sejoli yang tengah bermesraan. Beruntung Papa Mamanya ada di rumah sekarang. Bukan karena tak ada pekerjaan, tapi Kayla memaksa mereka untuk tetap di rumah. Family time katanya. Jadilah kini Kayla tengah senderan dengan malas-malasan di samping Mamanya.


Pagi-pagi Kayla sudah menggedor pintu rumahnya minta dibukakan pintu. Ya! Selepas membuatkan minuman untuk dua orang tak bertanggungjawab tadi, Kayla langsung izin kepada Deevan untuk pulang. Biarlah mereka menghabiskan waktu berdua, ia tak mau tahu.


“Kamu pulang Cuma mau gelendotan gini?” tanya Papa yang kini tengah memegang laptop. Ternyata walaupun izin tak ke kantor, Papanya tetap membuka laptop.


“Bosen…” rengek Kayla.


"Kapan kelas diet kamu selesai Kay? Papa rasa ini sudah cukup, bahkan terlalu kurus menurut Papa," ujar Papa Kayla.


"Nggak tahu Pa, sepertinya menunggu kontrak waktunya selesai," jawab Kayla yang kini tiduran berbantalkan paha Mamanya.


"Coach yang bantu kamu, orang terpercayakan Kay?" tanya Mama ikut khawatir.


"Tenang Ma, 100% terpercaya," jawab Kayla yakin.


"Kapan-kapan ajak main ke rumah sayang, supaya Mama juga bisa berterima kasih karena sudah membantu anak tersayang Mama," ujar Mama.


"Iya kapan-kapan. Aiisshhh! Bosen nih!" jawab Kayla mengalihkan pembicaraan.


“Yaudah! Gimana kalau sekarang kita jalan-jalan.” Ujar Mama.


“Boleh, ayo sayang! Kamu siap-siap gih!” sambung Papa.


“Kamu pakai baju Mama aja, Mama tahu kamu belum beli baju yang pas,” ujar Mama.


Dengan Langkah gontai Kayla berjalan mengikuti Mamanya ke kamar. Benar saja dugaan Mamanya, ia memang sama sekali belum membeli baju setelah badannya berhasil kurus. Memasuki walk in closed milik Mama dan Papanya, Kayla sudah disuguhkan dengan jejeran pakaian dengan brand ternama yang sangat banyak. Dengan semangatnya Kayla mulai memilah satu persatu untuk dicobanya. Ia baru tahu ternyata Sang Mama dan Papa memiliki ruangan khusus untuk barang-barang pribadi mereka.


Mulai dari baju, gaun, sepatu, tas, jam tangan, dan aksesoris lainnya. Padahal Kayla tak memiliki itu semua di kamarnya. Hanya ada satu lemari besar yang menyimpan pakaiannya saja di kamar.

__ADS_1


“Kok aku baru tahu di rumah ada ruangan khusus seperti ini,” celetuk Kayla.


“Kamukan nggak pernah masuk ke kamar Mama. Papa kamu merenovasi kamar kami saat kamu kuliah dulu saying,” jawab Mama.


“Kamu juga bisa, tinggal bilang ke Papa. Nanti biar Papa siapkan ruangnya di kamar kamu,” sambungnya.


“Hehehe, nggak usah dulu deh Ma. Kayla-kan belum menetap di rumah.” Jawab Kayla yang kini mulai menyocokkan dress dengannya.


Mama juga memilihkan pakaian yang sekiranya cocok untuk anaknya. Tapi menurutnya, seluruh pakaian miliknya akan terlihat sangat cantik jika dipakai oleh Kayla. Mama memilihkan dress untuk anaknya, tapi pilihan Kayla tertuju pada pilihan yang lain.


Kayla segera berlari ke kamarnya untuk bersiap. Kaila memakai kaos pink dipadukan dengan jumpsuit yang ia ambil dari lemari Mamanya. Ntah mengapa Mama memiliki baju model ini. Ia sendiri tak pernah nampak Mama mengenakannya. Rambutnya ia kuncir kuda dengan polesan make-up tipis yang menjadikan kesan natural.



Kayla segera turun ke bawah. Papanya sudah siap dengan setelan cassualnya. Begitupun dengan sang Mama yang sudah siap dengan setelan dress putih yang terlihat sangat cocok dengan kulitnya yang mulus.




Selama ini Kayla tak pernah mau main atau sekedar keluar bersama keluarganya. Ia harus dipaksa terlebih dahulu jika Mama atau Papanya ingin mengajaknya jalan. Tak jarang pula Sang Mama sedih melihat anaknya sendiri. Setiap mereka jalan keluar, pasti menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya. Bagaimana tidak, Sang Papa dan Mama begitu tampan parasnya, sedangkan dirinya gendut. Meski sebenarnya wajah Kayla tergolong sangat cantik diukuran orang-orang berbadan besar.


"Kamu ini, Mama masukin ke perut lagi nanti! Kamu cantik sayaang," jawab Mama yang mendengar keluhan anaknya.


"Emang ada yang ngomen? Siapa yang bilang anak Papa jelek? Sini aduin ke Papa. Biar Papa kasih pelajaran. Anak papa cantik banget kok," sambung Papa menghampiri Kayla dan memeluknya.


Mengusap lembut rambut Kayla.


"Papa Mamanya aja sempurna gini, anaknya juga unggul dong!" ujar Papa mulai narsis.

__ADS_1


"Yang sempurna hanya milik Tuhan Pa," jawab Kayla.


"Perumpamaan sayang, ayo berangkat!" ujar Papa.


Jika biasanya ada supir yang siap mengantarkan ke sana kemari, kini Papa memilih untuk mengemudikan mobil sendiri. Ia ingin benar-benar Family time. Tanpa ada supir sekalipun. Mama menemani Papa di kemudi depan, sedangkan Kayla sendiri di belakang. Maklumlah, ia hanya anak satu-satunya di keluarga ini. Jadi tak heran jika dirinya sendiri.


Kayla sebenarnya tak keberatan jika Mamanya ingin mengandung lagi, tapi ternyata memang belum dikaruniai lagi oleh Sang pencipta. Bukankah tak lucu jika Mamanya tiba-tiba hamil lagi. Sedangkan Kayla sudah sebesar ini.


Papa Kayla memacu mobilnya menuju salah satu cafe hotel ternama di kota A. Salah satu cafe yang cukup terkenal. Sebenarnya Papa Kayla sudah berulang kali mengajak istrinya ke cafe itu, tapi terus saja menolak. Menunggu Kayla alasannya. Oke! Kinilah saatnya mengajak mereka ke sana.


"Kamu sama Papa ke dalam dulu ya, Mama mau ketemu temen Mama sebentar," ujar Mama.


Tanpa menunggu persetujuan 2 manusia yang bersamanya, Mama Kayla langsung berlalu. Bukan ke dalam cafe, melainkan menuju lobi hotel. Sedangkan cafe hotel berada lantai lima hotel. Jadilah Kayla bersama Sang Papa saja.


"Pantesan mau di ajak ke sini, sekalian meet up sama temannya," gerutu Papa.


"Kayla rasa, hanymoon salah satu ide yang baik deh Pa," jawab Kayla.


"Hush! Ngawur! Udah tua mau gaya pakek hanymoon," sanggah Papa.


"Nggak keliatan kalau udah tua. Wajahnya masih kayak Om-Om muda. Pasti orang-orang yang lihat kita ngiranya Papa Sugar Dadynya Kayla, " jawab Kayla mengerlingkan matanya mengejek Sang Papa.


"Ngacok!" balas Papa yang kini menggenggam jemari Kayla agar mengikutinya masuki lift.


Kayla terkikik mendengar jawaban Papanya. Bukan tanpa alasan Kayla bercanda seperti itu. Itu karena ia melihat orang-orang disekitarnya yang memang tengah melihatinya bersama sang Papa. Papa yang memang laki-laki berdarah Eropa tentu saja sudah cerita lama jika menjadi pusat perhatian orang-orang pribumi. Begitupun dengan Kayla yang memiliki darah blasteran, juga tak jarang memiliki pengalaman yang sama. Apalagi sekarang ia sudah berubah, gen dari Sang Ayah tentu semakin terpancar.


...Bersambung ...


...Mohon dukungannya gaess, like, vote, star, komen, and sharenya jangan lupaa!!! ...

__ADS_1


...Lhu-Lhu belum sempat melanjutkan ceritanya Wardah dan Eza, karena lagi sibuk ramadhan dan lagi kejar tayang novelnya The New True Beauty ini. ...


...Love you gaess! ...


__ADS_2