The New True Beauty]

The New True Beauty]
Rencana Agam


__ADS_3

Kayla membuka link yang dikirimkan Vino kepadanya. Yang ia temukan adalah artikel mengenai launching karya baru milik perusahaan Agam. Apa yang salah? Kayla membacanya dengan seksama. Semakin dalam ia membaca ia tahu apa yang menjadi maksud kekhawatiran Vino. Bagaimana mungkin gambaran serta sinopsis yang tersajikan di sini sama persis dengan projects yang tengah ia kerjakan bersama Deevan?


Selama di Bali Kayla memang jarang membuka sosmed. Itulah mengapa ia tak tahu berita ini. Yang lebih mengejutkan, berita ini dirilis tiga hari kemarin. Tepat saat acara pertunangannya.


"Kenapa sih Kay?" tanya Kak Rey yang ikut panik melihat gelagat Kayla yang tampak gundah.


"Kayaknya aku harus pulang ke Jakarta besok deh Kak... Ada masalah di kantor," jawab Kayla.


"Segenting itu?" tanya Kak Rey lagi.


Tak menghiraukan pertanyaan Kakaknya, Kayla memilih untuk segera menghubungi Deevan. Mana mungkin ia bisa tenang jika bosnya pusing dengan yang lainnya.


"Hallo Pak?" sapa Kayla saat tersambung.


"Hallo, ada apa Kay? Deevan-nya masih sibuk! Jangan diganggu ya!" suara perempuanlah yang menjawab. Dan dapat dipastikan itu Anggia. Telepon Kayla langsung dimatikan setelah ujaran singkat itu.


"Ada apa sih kak?" tanya Ina memberanikan diri.


"Aku nggak tahu pasti permasalahan yang ada, tapi sepertinya memang cukup serius... Aku harus bantuin Pak Deevan Kak," ujar Kayla.


"Iyaa, kamu tenang dulu... Besok Kakak ikut ke Jakarta. Kakak malah khawatir kamu pulang sendiri dengan keadaan panik gini," jawab Kak Rey menenangkannya.


Kayla mengangguk menimpali. Sudah tak mood rasanya hendak berbincang dengan orang lain.


"Aku ke kamar dulu ya... Mau ngomong sama Bude sekaligus packing untuk besok," lirih Kayla.

__ADS_1


"Iyaa sana dah!" jawab Kak Rey.


Dengan gontai Kayla masuk ke rumah. Ntah mengapa ia juga khawatir dengan kantornya.


"Kak Kay kerjanya apa sih Kak?" tanya Ina penasaran saat Kayla sudah masuk. Ia tak sempat menanyakannya pada Kayla tadi.


"Komikus dia, kadang juga editor naskah para penulis sih," jawab Kak Rey.


"Wiiihh, keren deh! Aku kira masih anak kuliahan tahu, baby-face banget mukanya hehehe," celetuk Ina.


Kayla mencari keberadaan Budenya sedari tadi. Ternyata tengah merapikan dapur. Maklumlah, habis acara pasti banyak yang kotor.


"Bude," panggil Kayla yang kini sudah duduk di kursi makan.


Jelas sekali raut wajah bete-nya. Bude menyelesaikan pekerjaannya dan menghampiri ponakannya itu. Bude yang notabenenya tidak memiliki anak perempuan sangatlah menyayangi Kayla. Tak heran jika Kayla begitu manja dengan keluarga Kakak Mamanya itu. Bahkan seluruh keluarga besar mereka juga tahu jika gadis ayu itu sangat payah jika diminta mengerjakan pekerjaan rumah. hahaha.


"Aku pulangnya besok deh, ada masalah di tempat kerja aku," lirih Kayla.


"Huufft, ya kalau memang masih ada kerjaan dikerjain.... Itukan tanggung jawab Kayla juga. Nanti kalau ada liburan baru ke sini lagi. Atau kalau Pakde senggang, Bude yang ke Jakarta." ujar Bude dengan senyumnya.


Kayla mengangguk mengerti. Dipeluknya Bude erat-erat. Bude memang Mama keduanya.


"Besok Kak Rey yang anterin kamu ya! Kerjanya diakan fleksibel," sambung Bude.


Selesai berbincang dengan Bude Kayla beranjak ke kamarnya. Tentu saja untuk membereskan perlengkapan untuk dirinya pulang.

__ADS_1


Tengah mempersiapkan barang-barangnya, Kayla begitu ingin menghubungi Agam. Ia begitu penasaran dengan maksud laki-laki itu menjiplak karya Deevan. Bagaimana bisa kecolongan pula? Bagaimana laki-laki itu bisa mengambil karya Deevan?


Sekali dua kali tak ada sahutan sama sekali. Hingga akhirnya dipanggilan keempat barulah diangkat.


"Hallo Kayla, apa kabar? Sudah lama saya menunggu kamu menghubungi. Kalau kamu menghubungi saya berarti kamu pasti sudah tahu karya baru saya yang akan launching! Nggak enak kalau ngobrol lewat telepon, kita ketemu besok jam makan siang di restoran pertama kali kita ketemu,"


Bip!


Agam nyerocos panjang lebar tanpa memberi Kayla kesempatan untuk berbicara. Ia bahkan mematikannya sepihak.


***


"Siap-siap lo hengkang dari sisi Deevan!" gumam seorang wanita yang tadi mengangkat telepon Kayla.


Cepat-cepat Anggia menghapus riwayat obrolannya dengan Kayla. Beruntungnya Deevan sedang di kamar mandi, sehingga tak tahu jika ada yang menelepon. Deevan baru bisa membersihkan dirinya setelah rapat dadakan.


"Mau makan siang apa sayang?" tanya Deevan setelah dirinya selesai mandi.


"Lagi pengen steak deh! Sama salad buah juga boleh," jawab Anggia dengan antusias.


Deevan langsung mengambil gawainya dan menghubungi Raka untuk memesankan makanan untuknya dan Anggia.


"Sayang, tadi ada panggilan masuk nggak?" tanya Deevan.


"Emm, nggak ada," jawab Anggia.

__ADS_1


Deevan mengangguk mengerti. Kembali ia melanjutkan niatnya menghubungi Raka.


......Bersambung ......


__ADS_2