The New True Beauty]

The New True Beauty]
Last


__ADS_3

Deevan sudah siap dengan setelan cassual andalannya. Bukan Deevan namanya jika tak dapat menyita perhatian orang-orang di sekitarnya. Apalagi kaum hawa, mereka sudah terang-terangan memuji keindahan makhluk ciptaan Tuhan itu.


Deevan mengendarai mobil sport yang sudah disediakan orang suruhannya. Ia harus cepat sampai di pantai Bedugul sesuai janjinya pada Anggia tadi. Ia tahu pasti pacarnya itu sangat marah padanya.


Jika Deevan masih dalam perjalanan, berbeda dengan Anggia. Ia kini tengah tergopoh-gopoh menutupi bekas-bekas merah di leher jenjangnya menggunakan foundation agar tak terlihat. Dari balik kaca tempatnya berias, ia sesekali melihat ke arah laki-laki yang masih tertidur pulas di atas tempat tidur.


Siap dengan riasannya, Anggia segera berangkat ke cafe tempatnya janjian yang tak terlalu jauh dari tempatnya bermalam. Cukup menggunakan taxi dengan jarak tempuh kurang lebih lima menit, ia kini sudah ada di depan cafe tujuannya.


Anggia memilih setelan lengan panjang hitam dengan rok berwarna bata di atas lutut. Jangan lupakan dengan rambut digerainya dengan tas mungil yang membuat kesannya semakin ayu.



Kayla melangkahkan kakinya memasuki cafe outdoor yang menghadap langsung ke arah pantai. Deevan yang sudah datang sedari tadi sontak berdiri menyambut kehadiran Anggia. Tangannya merenggang hendak menyambut pelukan dari Anggia tapi langsung ditepisnya.


"Apa maksudnya tunangan kamu malam tadi?" tanya Anggia tiba-tiba saat mereka telah duduk berhadapan.

__ADS_1


"Sayang, aku nggak tahu rencana tunangan tadi malam. Tiba-tiba Mommy udah ngatur semuanya. Aku juga kaget sama Kayla waktu sampai di acara tadi malam," jelas Deevan.


"Terus kamu ngajak ketemu aku, mau mutusin aku?" tanyanya lagi.


"Nggak sayang, kasih aku waktu buat mutusin ikatan aku sama Kayla! Oke?" bujuk Deevan.


"Terserah kamu aja," jawab Anggia tak mau menatap Deevan.


Digenggamnya jemari Anggia untuk membujuknya. Deevan terus berusaha membujuk pacarnya agar tak marah lagi. Melihat Deevan yang terus merengek, Anggia sontak tersenyum, gemas melihat tingkah Deevan. Deevan mengajak Anggia menyusuri pantai untuk menghabiskan waktu bersama.


"Kenapa sayang?" tanya Mommy.


"Anak kamu itu! Berani-beraninya masih berhubungan dengan jal*ng satu itu!" geram Sang Suami.


"Sabar, nanti biar Mommy yang nasehatin," jawab Mommy mengelus lembut lengan Daddy.

__ADS_1


***


Jika Deevan tengah asik berduaan dengan Anggia, kini Kayla juga tengah bersenang-senang dengan Mama Papanya. Mereka mengunjungi kakak Sang Papa yang kebetulan menetap di pulau Dewata ini. Rumah kakak Papanya terletak di salah satu puncak bukit yang menyuguhkan pemandangan pantai, laut, dan juga hehijauan pohon-pohon yang tumbuh di sisi lainnya.


"Ciee, udah mau jadi bini orang aja ni Kay," ujar anak Bude Kayla yang kebetulan memang lebih tua darinya.


"Kayaknya nggak bakalan berlanjut deh Kak," jawab Kayla.


Para orang tua tengah family time di dalam rumah. Sedangkan Kayla bersama kakak sepupunya itu di halaman depan menikmati keindahan pemandangan yang disajikan. Kayla duduk di atas ayunan dengan kak Rey mengayunnya pelan.


"Kok gitu? Kayaknya semalem bahagia-bahagia aja Kakak lihat," tanya Kak Rey heran.


"Jangan bilang siapa-siapa ya!!! Acara tadi malam itu bukan kehendak kami Kak ... Bahkan aku sama Pak Deevan nggak tahu ternyata itu acara tunangan kami! Lagian, Pak Deevan juga punya pacar," jawab Kayla.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2