The New True Beauty]

The New True Beauty]
Gagal


__ADS_3

Kayla segera mengganti bajunya saat Deevan masuk ke dalam kamar mandi. Kaos over size dengan celana jins pendek menjadi pilihan kostum Kayla. Barulah setelah itu ia melipir ke kamar Mama Papanya untuk meminjam baju. Masuk ke dalam kamar ternyata di sana ada Sang Mama yang tengah menyisir rambut Papa.


Kayla memutar bola matanya jengah, sudah menjadi kebiasaannya menikmati tontonan romantis seperti ini di rumahnya.


“Papa, Mama,” panggil Kayla menghampiri orang tuanya yang duduk di depan meja rias.


“Iya sayang? Ada apa? Tadi Deevan Mama suruh manggil kamu di kamar lho,” jawab Mama dengan pertanyaan-pertanyaannya.


“Iyaa, Pak Deevan lagi mandi,” jawab Kayla.


“Kamu itu, sama calon suami sendiri kok pangilannya masih Pak Bapak giitu sih? Yang romantic dong! Jangan kaku gitu,” tegur Papa.


“Masih canggung Pa… Pa, pinjemin baju buat Pak Deevan dong!” jawab Kayla dan langsung pada maksud kedatangannya.

__ADS_1


Bisa lama ini kalau diajak ngobrol terus. Mama menyudahi sisiran rambut suaminya. Mama mengajak Kayla ke ruang gantinya untuk memilihkan baju untuk calon menantunya. Berulang kali Mama meminta pada Kayla untuk memilihkan baju, tapi Sang Putri malah acuh tak acuh. Kayla meminta pada Mama untuk memilihkannya. Bukan tanpa alas an, agar Sang Mama sadar saja jika Kayla sebenarnya tak mau dipersatukan dengan Deevan. Siapa tahu dengan begini Mama-nya akan berfikir ulang melanjutkan pernikahannya.


“Yang ini kayaknya bagus deh Ma! Kok aku baru tahu Papa punya celana pendek gini?” seru Kayla tiba-tiba.


Sontak ia langsung menepuk dahinya. Niat hati tak ingin melancarkan niatnya, ia justru terdistrek dengan sebuah kaos dengan celana pendek selutut yang tak sengaja ia pegang. Mama tersenyum melihat putrinya yang sudah memegang baju dan celana. Kayla tadi sempat heran saat menemukan pakaian itu. Pasalnya ia tak pernah melihat Papa-nya memakai kaos dan celana ala-ala anak muda. Spontan ia sangat bersemangat mengatakan jika itu bagus.


“Tuh kan! Pilihan kamu memang yang terbaik! Ini jangan lupa **********, untung masih ada stok yang baru!” ujar Mama.


“Ya Allah, maafkan Kayla ya Allah, mata Kayla udah nggak suci lagi!” teriaknya dengan berjongkok di balik pintu yang tertutup. Deevan terkikik melihat Kayla yang malu-malu kucing itu.


“Bapak! Buruan pakai bajunya! Berani banget dah keluar Cuma kek gitu!” teriak Kayla lagi yang masih menutup matanya dan lang melempar pakaian yang ia bawa ke sembarang arah.


Mau tak mau Deevan memunguti baju itu dan segera memakainya. Ia hendak menunggu di kamar mandi tadi, tapi penghangat di dalamnya sepertinya mati. Jadilah Deevan keluar dan menghangatkan ac kamar Kayla.

__ADS_1


“Panas banget sih!” keluh Kayla dengan mengibas-ngibaskan bajunya saat Deevan selesai memakai bajunya.


“Tapi kamu sukakan?” bisik Deevan saat Kayla sibuk mencari remot ac-nya.


“Apaan sih!” dengus Kayla yang kini super duper salah tingkah.


Deevan benar-benar mempermainkannya. Kayla langsung mendinginkan ac-nya. suasana ini benar-benar membuatnya gerah parah. Padahal dirinya sudah mandi juga. Deevan yang gemas melihat tingkah wanitanya tentu saja masih memiliki cara untuk membuat Kayla gugup kembali. Dengan ligat Deevan sontak menarik pergelangan tangan Kayla dan membaringkannya di Kasur empuk di hadapannya. Deevan mengukung Kayla yang sudah mati kutu di hadapannya itu.


“Kamu beneran mau ngelepasih makhluk tuhan seistimewa aku kek gini?” ujar Deevan dengan menatap dalam manik mata Kayla yang indah itu.


Kayla sempat tertegun sesaat dan langsung mendorong dada bidang Deevan. Sontak ia segera berlari keluar dari kamarnya sendiri. Meninggalkan Deevan yang kini tengah mengelus dada-nya. mengontrol detakan jantungnya. Bisa bahaya kalau tadi sempat khilaf.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2