![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Di dalam kamarnya Deevan tengah push up dengan kecepatan tinggi. Berulang kali ia menghilangkan bayangan ciumannya tadi, tapi semua sia-sia. Ia terus saja terbayang wajah polos lugu nan terkejutnya Kayla.
"Aahhh!" teriak Deevan.
Beruntung kamarnya kedap suara. Jika tidak, mungkin Kayla akan terperanjat. Ia hendak memejamkan mata saja susahnya minta ampun. Sudah banyak bublewrap ia habiskan untuk meletupkannya. Berguling ke kanan dan ke kiri pun tak berefek sama sekali. Bahkan sekarang sudah lewat tengah malam.
Deevan memang bersikap sok cool tadi di hadapan Kayla. Seolah ia sudah biasa melakukan hal macam itu. Padahal tidak! Kini ia bingung sendiri mengendalikan otaknya yang terus memikirkan Kayla. Ia alihkan dengan menelepon Anggia pun percuma. Pacarnya itu tak ingin diganggu. Mungkin karena sudah malam pula.
Jika Deevan bingung bagaimana caranya tidur, berbeda dengan Kayla. Ia sudah tertidur awal waktu. Hingga bunyi bel pintu mengusik tidurnya di pagi ini. Biasanya Bosnya merupakan manusia paling peka dengan suara bel. Kenapa kini seolah tak menghiraukan? Mau tak mau Kayla-lah yang membukakan.
Tanpa mencuci mukanya, ia hanya mengecek di cermin jika ada iler atau tai mata yang menyangkut di wajah cantiknya. Mengenakan dress tidur selutut, Kayla bergegas membukakan pintu.
Cklek!
Kayla terdiam seketika. Anggia? What to the hell!
Gawat! Mereka berdua sama-sama terpaku di tempat.
__ADS_1
"Kamu perempuan yang ngobrol dengan Agam waktu itukan," tanya Anggia.
"Bukannya ini apartemen Deevan? Atau saya salah ya?" sambung Anggia.
"Siapa Kay?" tanya Deevan yang menghampiri Kayla.
Oke! Mereka bertiga kembali terpaku. Deevan seolah tertangkap basah oleh pacarnya sendiri jika ia serumah dengan perempuan lain. Deevan yang sedang mengucek matanya yang masih mengantuk sontak terhenti. Bahkan rasa kantuk itu hilang seketika.
Semalam kepergok oleh Momy-nya, kini malah kepergok oleh pacarnya sendiri.
🌼🌼🌼
"Kamu nggak pernah cerita sama aku kalau kamu bantuin Giant (jayen) satu ini untuk diet!" ujar Anggia.
Ada bau-bau pertengkaran sepertinya. Kayla hanya diam mendengarkan perbincangan dua sejoli itu. Deevan terus membujuk Anggia agar tak murka lagi. Menjelaskan seluruh duduk permasalahan mereka. Percayalah, Kayla seolah menjadi obat nyamuk di sini. Kayla memilih untuk membuatkan minuman untuk mereka. Tak sanggul rasanya melihat kebucinan Bos-nya itu.
Kayla sengaja melamakan durasinya untuk membuat minuman. Ia bisa mendidih melihat dua sejoli itu mesra-mesraan.
__ADS_1
Benar dugaan Kayla, dua anak adam itu kini tengah memeluk satu sama lain. Sudah baikan sepertinya.
"Kamu tahu dari mana alamat apartemen aku?" tanya Deevan.
Pasalnya, Deevan sangat merahasiakan alamat apartemen miliknya. Apartemen ini merupakan rumah pribadinya untuk beristirahat sejenak dari kepenatan urusan pekerjaan.
"Aku ngikutin mobil kamu semalam," jawab Anggia.
Kayla datang dengan membawa dua gelas jus jeruk. Tentu saja itu untuk Bos dan sang pacar. Anggia terus memperhatikan Kayla. Ia masih tak percaya jika wanita di depannya adalah Kayla. Gadis gendut, culun, dan banyak makan.
"Ternyata benar kamu," lirih Anggia. Ia melihat tai lalat di pelipis kanan Kayla yang menjadi tanda jika itu benar-benar dirinya.
"Sampai kapan perempuan ini di apartemen kamu?" tanya Anggia.
"Sampai programnya selesai sayang... Sayang, kamu percayakan sama aku? Aku pasti setia sama kamu," jawab Deevan.
Kayla memutar bola matanya jengah. Ia harus segera pergi dari ruangan ini.
__ADS_1
...Bersambung ...