The New True Beauty]

The New True Beauty]
Baper


__ADS_3

Deevan melepas handuknya dan Kayla. melipatnya menjadi satu dan diletakkan di depannya. Ditariknya tangan Kayla dan mendudukkannya di atas handuk itu agar tak sakit terkena besi yang ia duduki. Kayla sempat speeclesh sesaat. Tak menduga jika dirinya akan sedekat ini dengan Deevan.


“Kakinya tumpuin di sini Kay, biar nggak capek ngegantung,” ujar Deevan dengan kelembutan super ekstra sembari membimbing kaki Kayla.


“Ha? I-Iyya,” lagi-lagi Kayla tergagap.


“Kamu kenapa kok banyak bengongnya dari tadi?” celetuk Deevan dengan mengulum senyumnya.


Ia tahu betul jika saat ini Kayla pasti tengah salting (salah tingkah). Baguslah, dengan begini ia lebih cepat kembali menaklukkan hatinya. Deevan sengaja mengayuh sepedanya dengan sangat santai.agar memiliki lebih banyak waktu bersama Kayla tentunya. Selama perjalanan taka da percakapan sama sekali. Deevan sibuk mengamati tingkah Kayla yang tampak awkward saat ini. Kayla tengah sibuk dengan pikirannya sendiri kali ini. Ditambah dengan kondisi hatinya yang tak karuan sulit diajak kerja sama. Ia sendiri sampai bingung, kenapa rasa ini kembali hadir saat beberapa hari ini tak bereaksi berlebihan saat bersama mantan Bosnya.


Deevan tampak sangat Bahagia menikmati pemandangan di dekatnya saat ini. Kapan lagi ia bisa sedekat ini dengan Kayla? Mereka berdua sampai tak sempat memikirkan bahan obrolan selama perjalanan. Tak terasa mereka yang sibuk berdiam diri tiba-tiba sudah sampai di depan gerbang rumah megah keluarga Kayla.


"Udah sampai," ujar Deevan.


Kayla mengerjap seketika. Baru sadar jika ia sudah ada di depan pagar. Tampak petugas keamanan rumahnya menyapa Deevan. Sejak kapan seorang Deevan humble seperti ini?


"Mampir dulu Den," celetuk Pak Samsul.


"Nggak Pak, Pak Deevan mau langsung pulang katanya, iya-kan Pak?" jawab Kayla spontan. Deevan memicingkan matanya meminta penjelasan.

__ADS_1


"Deevan! Sini ayo sarapan bareng!" tiba-tiba Papa Kayla memanggil.


"Iyaa Om! Dengan senang hati," jawab Deevan agar tak disela Kayla lagi.


Didorongnya sepeda Kayla Ke dalam tanpa meminta persetujuannya. Kayla membulatkan matanya tak percaya Deevan justru malah mengikuti Papanya masuk. Bahkan Sang Papa tampak merangkul pundak Deevan.


"Kalian lari pagi berdua ternyata, Kayla nggak ngomong kalau sama kamu," ujar Papa yang tak sengaja juga terdengar oleh Kayla yang berjalan di belakang dua laki-laki itu.


"Iya Om, tadi janjian di taman," jawab Deevan.


Kayla memutar bola matanya jengah. Dasar! Bahkan ia juga basa-basi memuji masakan Mamanya. Malas melihat Deevan Kayla memilih untuk ke kamarnya membersihkan diri.


***


Tante Sandra tadi meminta tolong padanya untuk memanggil Kayla di kamarnya. Tak ada sahutan, Deevan memilih untuk masuk ke kamarnya. Kesan pertamanya memasuki kamar ini adalah, wangi! Aroma segar dan lembut sangat cocok untuk seleranya. Ternyata kamar Kayla rapi juga. bagus, meski harus serba pink seperti ini. hahaha.


Deevan tak melihat ada Kayla di sini. Melihat beberapa pajangan di meja belajarnya Deevan tertarik untuk melihat. Foto kecil Kayla, foto wisudanya, dan foto saat ia masih gemuk.


Ceklek!

__ADS_1


Deevan spontan berbalik. Betapa terkejutnya ia melihat Kayla tengah membenarkan handuk yang membungkus rambutnya. Bahkan Kayla hanya mengenakan handuk kimono di atas lutut.


Kayla melotot saat tahu jika ada laki-laki di dalam kamarnya. Teriakan dua insan tak terhentikan. Kamar Kayla kedap suar, jadi tak akan terdengar dari luar jika terjadi sesuatu. Kayla langsung berbalik arah hendak masuk kembali ke dalam kamar mandi. Naasnya ia justru malah terpleset oleh air sisa tetesan rambutnya.


Dengan sigap Deevan mendekati Kayla dan menangkapnya dalam pelukan agar tak terjatuh ke lantai. Bukannya aman justru Deevan ikut terpleset karena tak sanggup menjaga keseimbangan. Jadilah kini Kayla terjatuh di atas tubuh Deevan.


"Aduuhh," erang Deevan.


Dapat dipastikan jika itu pasti cukup menyakitkan. Bentuknya sudah tak karuan. handuk di rambutnya sudah jatuh ntah kemana. Kayla langsung dudu membenarkan posisinya dan membantu Deevan berdiri. Ia tak perduli lagi dengan keadaannya yang hanya memakai kimono.


"Bapak ngapain sih masuk sembarangan ke kamar saya?" tanya Kayla saat Deevan sudah duduk di pinggiran tempat tidurnya.


"Mama kamu nyuruh aku manggil kamu, nggak tahu kalau ternyata lagi mandi," jawab Deevan yang terus mencoba mengondisikan matanya agar tak traveling melihat pakaian Kayla.


"Haiissh! Ya udah, Bapak mau sekalian mandi? Saya pinjamkan bajunya Papa," tawar Kayla yang melihat baju Deevan cukup basah.


Ntah itu karena keringat atau air di lantai tadi. Deevan mengangguk setuju dengan masih memijat pinggangnya. Sepertinya sedikit terkilir.


"Handuknya ada di laci kamar mandi, nanti baju kotornya taruh di keranjang pojok wastafel aja Pak," ujar Kayla.

__ADS_1


Kayla segera mengganti bajunya saat Deevan masuk ke dalam kamar mandi. Kaos over size dengan celana jins pendek menjadi pilihan kostum Kayla.


...Bersambung...


__ADS_2