![The New True Beauty]](https://asset.asean.biz.id/the-new-true-beauty-.webp)
Jika biasanya Kayla lari-lari di lapangan komplek, berbeda dengan hari ini. Kayla memilih untuk menggunakan sepeda milik Papanya untuk dibawa ke area taman yang ada di luar komplek. Salah satu area taman kota yang selain digunakan untuk kunjungan biasa juga digunakan untuk area olah raga. Mengayuh sepeda dari rumah menuju taman kota itu tak begitu jauh. Mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima belas menit. Sekalian untuk melemaskan otot kakinya.
Sampai di tempat parker sepeda, ternyata sudah lumayan banyak orang-orang yang juga berolah raga atau sekedar berkunjung saja. Beruntung area taman ini tak seramai yang Kayla bayangkan. Sehingga untuk sosok Kayla yang sedikit introvert tak begitu mengganggu kenyamanannya.
“Hallo Kay! Wiihh, udah kayak takdir aja nih kita ketemu di sini,” tiba-tiba Deevan sudah berlari berdampingan dengan Kayla.
Sedari pagi buta tadi Deevan memang sudah berada di taman ini. Tepat saat ia akan kembali ke apartement matanya menangkap sosok Kayla yang baru saja sampai dengan menggunakan sepeda. Dengan secepat kilat Deevaan segera membasuh muka dan rambutnya agar terlihat lebih cool dan segar kemudian menghampiri Kayla. kayla yang melihat Deevan tentu saja sempat terkejut. Sontak Kayla memutar bola matanya jengah dan mempercepat laju larinya. Kenapa di saat seperti ini ia harus bertemu Deevan?
“Aku temenin ya?” celetuk Deevan.
“Saya bisa sendiri kok Pak,” jawab Kayla kembali melajukan larinya.
Deevan terus mengikuti Kayla berlari, padahal dirinya sudah dari tadi juga berlari. Bahkan air mineral bawaannya sudah habis terminum. Akhirnya ia memutuskan untuk membeli air minum terlebih dahulu, karena memang sebenarnya ia sudah penat.
__ADS_1
Kayla yang melihat Deevan singgah di salah satu kedai pun tersenyum tipis. Ia sadar jika mantan Bos-nya itu sudah Lelah, tapi ia tetap melanjutkan larinya agar ia tak mengikutinya lagi. Berhubung taman ini terlampau luas, Kayla memutuskan untuk segera mencari lokasi lain agar Deevan kehilangan jejaknya.
Melihat ada spot olah raga outdoor di sisi taman Kayla memilih untuk singgah di sana sebentar. Cukup Lelah ternyata, karena memang matahari begitu terik pagi ini.
“Neng, sendirian aja nih!” dua orang laki-laki menghampiri Kayla.
“Saya permisi,” pamit Kayla karena memang tak nyaman.
Hal seperti ini-lah yang tak disukai olehnya. Orang asing yang tiba-tiba mendekatinya dan berlagak seolah merayu membuat Kayla takut. Bukannya pergi orang-orang itu justru mengikuti Kayla. mengapit Kayla yang tengah melanjutkan larinya.
“Iya Neng, kita lari bareng, kan lebih asik. Ntar kalau cocok bolehlah kita lanjut tukeran nomor,” jawab yang satunya. Disambut tawaan temannya.
“Maaf ya Mas, saya sudah punya calon suami,” jawab Kayla mencoba menghindar.
__ADS_1
“Masak iya sih Neng, kok sendirian aja?” skak mereka.
“Ada kok! Tadi lagi beli minum,” sanggah Kayla semakin menciut takut dan spontan berhenti dari larinya.
“Nggak usah takut kali Neng, kita mah santai orangnya,”
Ntahlah, saat ini Kayla hanya berharap Deevan segera menemukan dan menyusulnya. Tak ada harapan lain. Ia benar-benar takut saat ini. Dengan lancangnya salah satu laki-laki itu hendak merangkul Pundak Kayla. hampir saja menyentuhnya tiba-tiba seseorang menepisnya.
“Mau apa kalian sama tunangan saya?” tegas Deevan.
“Saya takut Pak,” lirih Kayla yang langsung berlindung di belakang Pundak Deevan.
“Emang iya kamu tunangannya? Nggak meyakinkan!” celetuk salah satu dari mereka.
__ADS_1
Sukses membuat Deevan marah. Bisa-bisanya dibilang tak meyakinkan. Padahal ketampanannya sudah ia verifikasi jika di atas rata-rata dan pastinya akan pas dan cocok jika disandingkan dengan Kayla yang cantiknya paripurna.
...Bersambung ...