
"Del aku nebeng kamu pulang ya,kak Jo gak tahu kemana." Kata Berlin
"Kalau aku gak mau gimana?"Kata Adel santai
"Pelit amat sih,kan kita searah."
"Iya iya. Oya li sekalian aku antar kamu pulang jadi aku tahu rumahmu." Kata Adel
"Gak usa,aku jalan kaki aja lagian dekat kok." Tolak Lili dengan halus
"Kami antar aja,kan 1 arah." Kata Berlin
"Baiklah." Mereka bertiga menuju parkiran tempat mobil Adel di parkir
"Ayo nail!" Lili sangat canggung dan merasa tidak enak karena baru kali ini dia naik mobil mewah
"Lili!" Lili kaget mendengar suara Berlin memanggilnya
"Ah iya." Lili naik ke atas mobil dengan sangat hati-hati takut mobilnya lecet
"Tunjukkan arah rumahmu!" Kata Adel, Lili terus memberi arahan pada Adel hingga mereka tiba di depan gang sempit. Mereka turun lalu menyusuri gang itu sampai mendapati sebuah rumah yang sangat usang,kalau menurut Adel rumah itu tidak layak ditempati
"Kamu yakin tinggal disini?" Tanya Berlin
"Iya aku tinggal disini!"
"Ini sih bukan rumah tapi sama seperti kandang,lihat atapnya saja pasti bocor dan sudah mau runtuh." Kata Berlin membuat Lili menundukkan kepalanya
"Dulu kamu dan orang tuamu tinggal disini?" Tanya adel
"Tidak. Orang tuaku punya rumah tetapi setelah mereka meninggal,rumah itu di ambil oleh pamanku dan mengusirku serta tidak menganggapku lagi sebagai keluarga. Walaupun rumah itu sederhana tetapi layak untuk di tempati dan disana banyak kenangan bersama orang tuaku." Kata Lili dengan mata berkaca-kaca
"Kenapa kamu tidak merebutnya,itu hakmu?" Tanya Adel
"Aku tidak berani melawan mereka,waktu itu 1 minggu kepergian orang tuaku mereka datang dan menyuruhku pindah tetapi aku tidak mau. Keesokan harinya mereka datang dengan seseorang yang ternyata pembeli rumah itu. Mereka menyeretku keluar dari sana tanpa memperdulikan aku yang kesakitan." kata Lili menjelaskan
"Bukannya surat rumah dan tanah itu ada didalam rumah dan otomatis kamu memegangnya." Kataa Adel heran
"Saat orang tuaku meninggal mereka mengambil semuanya dengan alasan ingin menyimpannya karena takut hilang jika aku yang menyimpannya."
"Dasar orang-orang serakah!" umpat Berlin
"Mulai sekarang kamu ikut denganku dan tinggal di tempatku!" Kata Adel dengan tenang tetapi Berlin dan Lili malah menatap Adel
"Kamu serius Del?" Tanya Berlin
"Kenapa tidak? Aku tidak sedang bercanda." Kata Adel datar
"Tidak perlu,aku bisa kok tinggal disini. Aku tidak mau merepotkan kalian lagi." Tolak Lili
__ADS_1
"Kamu bilang bisa tinggal dirumah yang cocoknya dijadikan kandang ayam ini,yang ada kamu lama-lama sakit karena kotor,Ikut sama Adel saja lebih baik.Andai saja aku juga punya rumah sendiri pasti aku akan mengajakmu. Jika kamu tinggal sama Adel kamu bisa merubah hidupmu kedepannya,apa kamu mau hidup terus seperti ini?"Kata Berlin
"Sudahlah tidak ada penolakan,sekarang ambil bukumu. Tidak usa membawa apa-apa selain buku,selebihnya simpan buat orang-orang saja yang mau mengambilnya."
"Lalu pakaianku bagaimana?"
"Tidak usa membawanya,aku mempunyai banyak baju walaupun aku memberikannya aku tidak akan kekurangan baju." Kata Adel
"Sudah cepat sama masuk,aku lapar nih pengen makan!" kata Berlin mendorong Lili masuk kedalam rumah
Adel memang sedikit sombong tetapi dia begitu karena dia sangat tidak suka melihat orang tertindas apalagi di tindas oleh keluarganya sendiri.
Setelah beberapa lama Lili keluar membawa sebuah tas yang ukuran sedang,didalamnya itu adalah buku yang dia bawa dari rumah lamanya
"Apa isinya itu?" Tanya Berlin
"Ini bukuku sejak SMP."
"Ngapain kamu bawa buku yaang sudah tidak di gunakan lagi?"
"Sayang jika di buang." Jawab Lili polos
"Astaga tidak usa bawa itu,buang saja daripada membawanya tetapi tidak digunakan juga,lebih baik kamu sumbangkan ke anak-anak yang tidak mampu." Kata Adel
"baiklah nanti kita singgah dulu di depan disana ada anak-anak yang tidak sekolah mungkin saja ini berguna untuk mereka."
"Baiklah,ayo kita berangkat! Oya kita ke mall dulu ya,kamu tidak ada acara kan Lin?" Kata adel
"Ok." Mereka berangkat kesebuah pusat perbelanjaan di sana tetapi sebelumya mereka pergi membagikan buku-buku lili ke anak-anak yang membutuhkan
Lili sangat kagum melihat mall yang sangat besar berada di hadapannya. Seumur hidup Lili tidak pernah menginjakkan kaki di mall. Dia sangat canggung masuk ke dalam bahkan saat naik lift dia gugup. Adel dan Berlin yang menyadari itu saling menatap
"Kamu baru kali ini ke Mall?" Tanya berlin
"Iya aku baru kali ini ke mall,ternyata sangat bagus ya." Kata Lili kagum
"Ternyata di negara yang maju seperti ini masih ada saja orang yang susah." Batin Adel
"Ayo kita pergi makan dulu!" Kata Adel
Mereka memasuki sebuah restauran di sana dan memesan makanan,lili bingung harus memesan apa karena baru melihat menu seperti itu
"Lili kamu kok belum mesan?" Tanya adel
"aku tidak tahu mau pasan apa,aku tidak mengerti." Kata Lili dengan sedikit malu
"Sini aku pesankan!" Kata Berlin lalu dia memesankan Lili steak dan jus
Selang beberapa menit pesanan mereka tiba,Lili menatap makanan di depannya,dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan pisau dan garpu dalam waktu yang bersamaan,dia terus melihat cara makan Berlin dan Adel yang kini tengah menikmati makanan mereka. Adel yang sadar akan semua itu mengambil piring Lili dan memotongkan steaknya kemudian memberikan kembali ke lili setelah semuanya sudah terpotong
__ADS_1
"Makasih." Kata lili
"Ayo makan!" Akhirnya Lili bisa makan dengan tenang
"Setelah ini kita pergi belanja." Kata Adel setelah membayar tagihan makanan
"Iya aku juga pengen belanja." Mereka memasuki sebuah toko pakaian
"Lili pilihlah pakaian yang kamu mau!" Suruh Adel
"Tapi saya tidak punya uang,disini semua mahal-mahal."kata lili tertunduk
"Siapa yang menyuruhmu membayarnya? aku hanya mengatakan pilih baju yang kamu suka!" Kata Adel
"Baiklah."
"Kami kesana dulu,nanti kami kesini lagi!" kata Adel
Lili melihat-lihat baju disana sedangkan Adel dan Berlin melihat sepatu
"Mbak!" Panggil Lili tapi tidak ada yang menghiraukannya,hingga 3 kali memanggil barulah ada yang datang
"Ada apa?" Tanya SPG itu jutek
"mbak saya mau lihat yang itu dong!" Lili menunjuk baju yang tergantung bagian atas
"Baju itu harganya mahal,kamu tidak mungkin sanggup membelinya!" Kata SPG itu
"Saya cuma mau lihat mbak tapi kalau tidak boleh,kalau yang ini ada gak ukuran untuk saya?" Tanya LIli lagi
"Tidak ada!" Semua baju yang Lili mau selalu tidak ada barangnya. Dari kejauhan Adel memperhatikan tingkah SPG itu
"Lin ayo kita melihat Lili,kayaknya ada masalah disana." Kata Adel meliahat kearah Lili
"Ada apa ini?" Tanya Adel
"Maaf mbak mengganggu ketenangannya,mbak ini mau melihat baju yang harganya mahal tapi saya tidak mengijinkannya karena nanti bajunya rusak dan dia tidak bisa mengganti."Kata SPG itu dengan pedenya karena yakin jika Adel akan membelanya
"Baju mana aja yang dia mau lihat?" Tanya Adel dan di tunjukkan oleh SPG itu sedangkan Lili hanya berdiri dengan wajah yang sedih
BERSAMBUNG
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Like
__ADS_1
♈ Komen