
Kini angel sudah masuk kuliah seperti biasanya,begitu juga dengan ayahnya yaitu Sebastian kini kembali bekerja dengan menandatangani surat perjanjian tidak akan melakukan hal seperti yang lalu
Diruang dosen,sudah ada Marvin yang sengaja datang ingin bertemu dengan sebastian
"Tuan Marvin!" Sebastian kaget saat masuk ruangan ternyata Marvin sudah berada disana
"Iya pak Sebastian ini saya,tampaknya anda sangat kaget melihat saya,bukannya saya sudah katakan semalam jika saya ingin bertemu dengan anda." Tatap Marvin pada Sebastian
"saya hanya tidak menyangka saja kalau tuan Marvin akan datang sepagi ini bahkan lebih duluan dibanding saya." Jawab Sebastian gugup
"Tidak perlu gugup pak Sebastian karena saya hanya mampir sebentar sebelum ke kantor."
"Iya tuan. Apa yang tuan akan bicarakan?" tanya Sebastian
"Saya hanya ingin memperingatkan pak Sebastian tentang peraturan dikampus ini dan saya tidak mau kejadian itu terulang lagi." Kata Marvin memperingati Sebastian
"Baik tuan saya akan selalu ingat kata-kata tuan." jawab Sebastian sedikit tidak enak
"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu."
"Baiklah tuan." Sebastian langsung bernafas lega setelah marvin pergi
Sedangkan didalam kelas terjadi perbincangan 3 sahabat
"Del hari ini angel masuk kuliah ya?" tanya lili
"Ya mungkin,aku malas ngurus dia."
"Kantin yuk!" Ajak Berlin lalu mereka bertiga ke kantin
"Eh itu kak jo dan kak Vero,kita gabung aja sama mereka." Kata Berlin
"Terserah aja." Adel hanya mengikuti sahabatnya itu
"Kak kami boleh gabung disini gak? meja sudah penuh semua." Kata Berlin lalu duduk di sebel Jo,disusul lili. Adel yang masih berdiri langsung inisiatif duduk di sebelah Vero tanpa ada rasa canggung
"eh..belum juga di iyakan sudah duduk." Ketus Jo
"Pelit amat."
"Terserah kalian lah,Oya kalian mau makan apa,aku mau pesan makanan sekalian aja kalian." tawar Jo
"Kami bertiga spaghetti dan air mineral kak." Jawab Berlin karena memang biasanya mereka memesan itu jika istirahat
"Ok,tapi harus ada dari kalian yang ikut,nanti bagaimana aku membawanya jika sendiri." kata Jo
"Lili aja kak,sana kamu temani kak Jo,kan kasian dia sendirian." Dorong Berlin pada lili membuat lili berdiri dan mengikuti Jo
__ADS_1
Adel dan Vero hanya sibuk dengan ponselnya masing-masing. Selang beberapa menit Jo,lili dan seorang pelayan datang membawa makanan mereka dan mereka langsung menyantapnya. Disela-sela makan mereka ada pengganggu yang datang.
"Kak Vero kenapa tidak ajak aku?" Kata wanita itu yang ternyata Zoya. Vero tetap diam dan menikmati makanannya begitu juga dengan Adel.
"Hei kamu minggir aku mau duduk disamping kak Vero!" Adel yang merasa kalau tangannya di pegang langsung menghentikan makannya dan hendak berdiri tapi Vero malah menahannya,Adel hanya bisa nurut dan lanjut makan tanpa memperdulikan Zoya yang arogan
"Kak Vero kenapa kakak malah menarik tangannya? Aku mau duduk disamping kakak." kata Zoya dengan suara sedikit tinggi membuat Vero kesal
"Zoya cukup,aku paling tidak suka di ganggu saat makan dan ada perlu apa kamu datang kesini menganggu kami makan?" Tatapan Vero sangat tajam membuat Zoya sedikit takut
"Aku juga mau makan kak sama seperti kalian."
"Kalau mau makan ya sana makan tidak perlu menganggu orang!" Kata Vero dingin
"Kak kamu lupa kalau kita sudah dijodohkan dan aku mau makan sama kamu!" Kata Zoya sedikit meninggikan suaranya berharap semua mendengarnya
"Aku tidak pernah setuju dengan perjodohan gila itu jadi jangan berharap itu akan terjadi! Sekarang pergi dari hadapanku!" Bentak Vero yang sangat kesal, Adel yang mendengar itu langsung menghentikan makannya dan berdiri ingin pergi tapi Zoya malah menarik tangannya hingga Adel hampir jatuh
"Kamu,aku peringatkan jangan dekati kak Vero karena dia tunanganku!" kata Zoya dengan nada tinggi
"Jadi perempuan punya harga diri dikit dong,kalau laki-lakinya tidak mau ya jangan di paksa,oh iya atau mungkin kamu gak ada yang suka makanya memaksakan kehendak pada laki-laki. Kamu gak malu ya, nyata-nyata kalau kak Vero bilang dia tidak pernah mau dijodohkan sama kamu,kalau aku sih malu ya sebagai perempuan,dan aku peringatkan jangan suka seenaknya disini!" Kata Adel tegas dan menghempaskan tangan Zoya lalu pergi dari sama diikuti kedua sahabatnya dan tidak lama setelah itu Vero dan Jo juga ikut
Dari kejauhan ternyata angel mendengar percakapan itu dan dia langsung melaporkan pada jeslin
"Wah ternyata ada anak baru di sini yang ingin saingan dengan kita dan kak Jeslin." Kata teman angel
"Kak jeslin!" panggil angel saat melihat jeslin
"Ada apa?" Jawab jeslin
"Apa kakak sudah tahu gosip baru tentang kak Vero?" tanya Angel
"Gosip apa?" tanya jeslin penasaran tapi masih memainkan ponselnya
"tadi aku dengar kalau ada mahasiswa baru yang mengaku tunangan kak Vero." kata Angel membuat jeslin menghentikan aktivitasnya yang sebelumnya asik main ponsel
"Kamu dapat gosip dari mana?"
"kan aku sudah bilang kalau aku tadi mendengar langsung dikantin."
"Siapa wanita itu?" tanya jeslin geram
"namanya Zoya kak,aku bisa antarkan ke kelasnya." Ajak angel
"Baiklah dimana kelasnya,aku mau lihat seperti apa wanita yang berani mengatakan Vero tunangannya." Mereka lalu ke kelas Zoya yang kebetulan 1 kelas dengan Adel
"Bukannya ini kelas Adel wanita yang pernah aku labrak dikantin." Tanya jeslin menatap angel
__ADS_1
"Iya kak." Mereka tidak masuk tetapi hanya menunggu diluar sambil memperhatikan wanita yang bernama Zoya
"jadi itu anaknya?" Tanya Jeslin
"iya kak."
"Lumayan juga sih,ayo kita kembali. Nanti kita pikirkan lagi rencana selanjutnya." Mereka kembali ke kelas masing-masing
Dinegara P Arsen sedang sibuk mempersiapkan ujian untuk bisa menyelesaikan kuliah sebelum waktunya. Reza dan suci belum mengetahui keputusan Arsen,begitu juga dengan Adel.
"Sen mami lihat kamu kok sibuk bangat,emang apa yang kamu kerjakan?" tanya suci
"Ini mi." Arsen memberikan kertas yang merupakan formulir untuk mengikuti tes
"Kamu yakin mau melakukan ini?" Tanya suci
"Iya mi aku yakin,aku ingin segera selesai dan bisa fokus pada amanah eyang." Jelas Arsen
"Tapi mami hanya tidak mau kamu terlalu capek,ini akan menyita waktumu untuk istirahat karena harus terus belajar." suci tampak khawatir dengan keputusan anaknya
"mami tidak perlu khawatir karena aku bisa melakukan ini." Kata Arsen meyakinkan suci
"Ya sudah tapi Mami tidak mau kamu sampai jatuh sakit."
"Iya mi tenang saja. Oya papi mana?"
"Kayaknya di ruang kerjanya."
"Ya sudah kalau gitu Arsen ke kamar dulu." Arsen langsung ke kamar setelah berbincang-bincang dengan suci
Suci lalu menuju ruang kerja Reza saat Arsen ke kamar.
"My princes,kamu belum tidur?" tanya Reza saat melihat suci membuka pintu ruang kerjanya
"Aku belum ngantuk. Oya bagaimana dengan perusahaan Lukman Corp?" Tanya suci
"Ya sudah dipastikan mereka bangkrut,dan Lukman sekarang berada di rumah sakit karena mengalami serangan jantung,sedangkan anaknya sibuk mengurus Lukman dirumah sakit,Cleo entah kemana karena setelah semua terbongkar,dia menghilang begitu saja." kata Reza
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Like
♈ Komen
__ADS_1