The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 11


__ADS_3

SPG itu menunjukkan Adel semua baju yang Lili mau lihat.


"Biarkan dia mencoba baju itu!" kata Adel


"Tapi mbak.." Kata SPG ragu


"Saya akan membayar semua,atau begini saja semua baju yang dia mau langsung bungkus sesuai ukurannya!" Kata Adel santai


Lili dan SPG itu langsung melotot tidak percaya dengan apa yang dia dengar,Berlin hanya diam menyimak karena dia memang tahu siapa adel sebenarnya


"Del gak usa,itu terlalu banyak." Kata Lili menolak


"Sudah gak masalah. Bayar pakai ini!" Adel memberikan kartu platinum tanpa limit ke SPG itu


Flashback


Masih dalam aula tempat penerimaan mahasiswa baru,dari jauh Berlin melihat Adel bersama Alana menghampiri Reza dan Suci,Berlin dangat penasaran akhirnya dia menghampiri Adel yang berbicara dengan Reza. Adel tidak bisa lagi menyembunyikan identitasnya pada Berlin karena Berlin mendengar percakapan mereka


"Adel!" Panggil Berlin


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Adel


"Jadi tuan Reza dan Nyonya Suci orang tua kamu?" Tanya Berlin


"Iya." Adel menjawab dengan santai


"Waw..aku gak nyangka bisa berteman dengan anak donatur kampus yang paling tajir." Kata Berlin membuat Reza dan Suci tersenyum


"Aku tidak mau ada yang tahu ini,jadi jangan sampai ada yang tahu. Cukup kamu.!" Kata adel tegas


"Siip..tenang saja aku bisa menjaga rahasia kok!"


OFF


Setelah membeli baju,mereka lalu ke toko sepatu dan tas


"Berlin kamu kalau mau ambil aja,aku yang bayar!" Kata Adel


"Yang benar?" tanya Berlin memastikan dengan mata yang berbinar


"Iya,tapi dengan syarat carikan Lili tas minimal 3!"


"Ok siip. Lili ayo kita pergi,rejeki jangan di tolak!" Berlin menarik tangan Lili menuju tempat tas dan sepatu sedangkan Adel hanya duduk santai di sofa memainkan ponselnya


Berlin sangat senang karena dia di traktir belanja oleh sahabatnya,walaupun mereka baru kenal tapi Adel tidak pernah perhitungan. Berlin sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang sebaik Adel


Setelah cukup lama,berlin dan Lili datang membawa tas dan sepatu yang mereka mau. Adel memberikan kartunya ke Berlin untuk membayar


Waktu sudah sore,mereka memutuskan untuk pulang. Rumah Berlin searah dengan Apartemen Adel jadi tidak terlalu susah mengantarnya

__ADS_1


Adel masuk ke dalam perumahan yang cukup elit,dimana terdapat rumah Berlin. Setelah mengantar Berlin,Adel lalu melajukan mobilnya ke Apartemen. Sesampainya di apartemen ternyata sudah ada Reza dan suci yang tengah nonton di ruang tengah. Lili sangat terpesona karena setahu dia kalau kawasan ini adalah tempat apartemen terbaik di negara itu dan sudah pasti harganya fantastis.


"Mami,Papi!" panggil Adel saat masuk


"Adel kamu kok baru pulang?"Tanya Suci


"Tadi aku ada urusan dulu mi." Kata Adel langsung duduk


"Lili sini!" Panggil adel menyuruh Lili duduk disampingnya


"Mi,pi,Ini teman Adel dan mulai hari ini dia tinggal sama Adel. Boleh ya?" Kata Adel memasang wajah imutnya


"Memangnya dia siapa,kok bisa kamu membawanya kesini?" Tanya Reza penasaran


Adel menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Lili sampai membawanya ke apartemen


"Kamu serius mau ajak dia tinggal disini?" Tanya Suci memastikan karena setahu dia kalau Adel itu tipikal orang yang tidak gampang percaya sama orang lain apalagi yang baru dia kenal


"Iya mi,daripada Adel tinggal sendiri disini. Lagipula om Adit akan membeli rumah jika kembali ke sini dan aku tidak mau tinggal disana,lebih baik aku tinggal disini saja." Kata Adel


"Kalau itu mau kamu,mami sama papi ikut aja sayang." Kata suci


"Iya sayang."


"Makasih pi,mi." Adel lalu memeluk dan mencium Reza juga Suci. Lili yang melihat itu tidak percaya dengan perubahan sikap Adel saat diluar dengan saat bersama keluarga


"Adel kamu gak malu sama temanmu itu?" Tanya Suci


"Oya siapa nama kamu nak?" Tanya Suci


"Liliana tante di panggil Lili." Jawab Lili gugup


"Nama yang bagus. Kamu gak usa gugup begitu ya." Suci melihat kalau Lili sangat gugup saat di tanya


"Iya tante,terima kasih karena mau menerima aku tinggal disini."


"Sudah sewajarnya kita saling membantu nak." Kata Suci


"Ya sudah kalian ke kamar sana ganti baju dulu!" kata Suci


"Iya mi. Lili kamu tidur sama aku aja dulu sampai om Adit datang dan pindah,jadi kamu bisa menempati kamarnya." Apartemen Adel terdapat 3 Kamar, 1 kamar untuknya,1 untuk Reza dan Suci jika datang dan yang 1 di tempati oleh Adit


"Iya." Adel dan Lili langsung beranjak ke kamar membersihkan diri


Malam telah menunjukkan jam 7, Suci sudah selesai masak dan semua sudah tertata rapi di meja,kemudian dia memanggil Reza,Adel,Alana dan Lili. Setelah makan malam semua berkumpul di ruang tengah


"Del besok mami dan papi pulang ke negara P!" Kata Suci


"Kok cepat sekali mi? Tanya Adel

__ADS_1


"Mami dan papi banyak kerjaan sayang jadi kami tidak bisa lama-lama meninggalkannya."


"Yah padahal Adel masih mau bersama kalian." Sangat jelas di wajah Adel kalau dia sangat sedih karena baru kali ini dia berpisah jauh dengan Reza dan Suci


"Kan mami ataupun papi akan sering kesini sayang memantau cabang yang ada disini." Kata Suci memberi penjelasan agar Adel tidak sedih lagi


"Jam berapa mami dan papi pulang?" Tanya Adel


"Jam 8 sayang."


"Aku gak bisa antar dong karena aku harus ke kampus jam 8." Kata Adel kecewa


"Tidak usa sayang,kamu ke kampus saja." Kata Reza


Tidak terasa waktu sudah larut malam,mereka masuk kamar masing-masing


Lili sangat tidak enak jika tidur di kasur Adel akhirnya dia memutuskan tidur di sofa yang ada dalam kamar


"Lili! Ngapain kamu tidur disitu,sini kita tidur bertiga?" Tanya Adel


"Gak apa-apa kok,aku sudah biasa. Nanti kamu sempit kalau kita tidur sama."


"Astaga Lili kasur sebesar ini gak mungkin akan membuatku sempit kamu fikir badanku dan Alana selebar apa? Cepat kesini!" Lili segera menghampiri Adel


Mereka tidur sangat pulas malam ini,Lili sama sekali tidak mengubah posisinya saat tidur karena nyaman. Baru kali ini dia tidur di kasur senyaman itu.


Keesokan harinya Suci bangun lebih awal karena ingin menyiapkan sarapan tetapi saat sampai di dapur ternyata sudah tersedia sarapan di meja


Dalam kamar Adel baru bangun,dia mendengar gemercik air di kamar mandi.


"Anak itu sudah bangun ternyata." Gumam Adel


Setelah Lili selesai mandi dilanjutkan dengan Adel kemudian mereka turun untuk sarapan


"Mi tumben masak begini? gak biasanya mami masak nasi goreng." Suci memang terbiasa membuatkan keluarganya sejenis roti,entah itu roti bakar,sandwich atau sejenisnya yang terbuat dari roti. Hanya sesekali Suci membuat nasi goreng atau bubur


"Mami gak masak." Kata suci


"Lalu siapa mi,apa pesan?" tanya Adel


BERSAMBUNG


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like

__ADS_1


♈ Komen


__ADS_2