The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 53


__ADS_3

Perceraian antara James dan Mona akhirnya selesai dan mereka resmi bercerai,Mona juga memenangkan hak asuh anaknya yang masih berusia 5 tahun


"Akhirnya aku terlepas juga dari derita ini!" Mona berbicara sendiri saat keluar dari ruang sidang,Mona tidak di dampingi siapapun kecuali pengacara yang suci siapkan tetapi tak di duga diluar ruangan ada suci yang menunggunya


"Mona!" Panggil suci melihat Mona keluar


"Kak suci! Sejak kapan kakak disini?" tanya Mona yang merasa bahagia serta tidak enak karena kakak sepupu dari madunya datang menghampirinya bahkan telah banyak membantu


"Baru sekitar 15 menit yang lalu. Bagaimana hasilnya?" Tanya suci


"Semua berjalan lancar kak,bahkan aku yang mendapat hak asuh anak." Jawab Mona dengan raut wajah yang sangat senang


"Sudah sepantasnya kamu mendapat itu."


"Aku tidak tahu bagaimana jika kakak tidak membantuku."


"Sudah sewajarnya kita saling membantu,aku paling tidak suka jika ada wanita yang disakiti oleh suaminya." kata suci memegang bahu Mona


"Lalu sekarang kamu mau kemana dan apa rencana kamu selanjutnya?" tanya suci


"Aku berencana akan menjual rumah yang sekarang kami tempati lalu aku akan pergi ke negara I dan ke sebuah desa yang berada di sana,aku akan memulai hidup di sana,mungkin dengan hidup biasa saja akan membuat aku dan anakku bahagia. Di sana aku juga akan membeli ruko dan akan membuka warung makan di tempat itu." Kata Mona menjelaskan pada suci


"baiklah,kabari aku jika kalian sudah sampai di desa itu." Kata suci


"Baiklah kak,kalau begitu aku pamit dulu." Saat Mona ingin pergi,James datang menemuinya


"Mona!" James menarik tangan Mona tetapi Mona masih tidak melihat kebelakang dan melihat siapa yang menarik tangannya,akan tetapi Mona sangat yakin kalau yang menarik tangannya adalah James karena Mona sangat hafal suara mantan suaminya itu

__ADS_1


"Ada apa lagi,kita sudah resmi bercerai dan ku sudah bukan istrimu lagi." kata Mona dengan nada dingin


"Aku mohon jangan pergi,bagaimana pun kita mempunyai anak dan anak kita pasti membutuhkan orang tua lengkap." James sudah tidak memegang tangan Mona karena Mona menarik tangannya saat mulai berbicara


"Kamu masih perduli dan ingat mempunyai anak sama aku? Bukannya selama ini kamu tidak pernah perduli ya,disaat dia butuh sosok ayah ketika dia sakit,kamu dimana? Ketika dia ingin bermain denganmu,ku malah bilang sibuk bekerja. Bahkan ketika dia ingin bertemu dengan kakek dan neneknya apa yang mereka lakukan,mereka sama sekali tidak mau menemui cucu mereka bahkan melarangku ke rumah besar itu. Sudahlah James jangan menambah luka di hatiku dengan selalu mengingat perbuatan kalian semua,biarkan aku pergi bersama anakku dan hidup bahagia jangan ganggu kami lagi." Mona lalu pergi dari sana menuju rumahnya untuk menemui sang anak


Suci dari tadi masih disana ketika James menahan Mona tetapi Mona tidak menyadarinya sama sekali,mungkin karena mon terlalu terbawa emosi hingga melupakan di sekitarnya


"James lebih baik kamu lanjutkan hidupmu dan cari perempuan lain,lupakan Mona dan juga Chika!" kata suci memperingati james


"Aku tidak bisa dengan mudahnya melupakan mereka,disana aku mempunyai anak dan sampai kapan pun anak itu akan tetap menjadi anakku."


"Iya tidak bisa dipungkiri kalau kamu ayah dari kedua anak itu tetapi seiring berjalannya waktu mereka akan melupakanmu bahkan jika mereka tahu alasan orang tuanya bercerai,mungkin saja mereka akan sangat membencimu. Jadi saranku lanjutkan hidupmu dengan baik dan jangan mengulangi kejadian seperti ini lagi,hargai wanita yang menjadi pasanganmu kelak,jangan mudah di peralat oleh keluarga,jika ku sudah menikah maka mereka tidak berhak lagi untuk mengatur hidupmu apalagi keluargamu!" Suci langsung pergi meninggalkan James yang masih termenung mencerna kata-kata suci tadi


Dinegara A


"Ah tidak,bukan siapa-siapa tapi aku tidak bisa langsung mengeluarkan orang tanpa salah apapun." kata Clarisa menutupi identitas Adel


"Ya sudah kalau begitu aku yang akan mencari cara agar anak itu tidak kuliah disana lagi."


"Aku harap kamu mempertimbangkan keinginan itu sebelum nantinya kamu menyesal." Kata Clarisa memberi nasehat pada Ambar


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menganggu rencana ku apalagi putriku."


"Terserah kamu lah tapi suatu saat jika terjadi sesuatu jangan menyesal karena itu sudah terlambat."


"Sudahlah,itu urusanku. Sekarang kamu harus kamu lakukan adalah bagaimana caranya pertunangan anak kita terlaksana."mereka mengakhiri panggilan telpon nya

__ADS_1


"Selalu saja seenaknya melakukan sesuatu." gerutu Clarisa


Dikampus Adel yang tenang duduk membaca buku tiba-tiba di kagetkan dengan suara yang menghampirinya


"Aku peringatkan sama kamu,kalau kamu tidak bisa menjauhi kek Vero maka kamu akan tanggung akibatnya." kata Zoya datang ke tempat duduk Adel


"Sebenarnya kamu ada masalah apa sama aku? Aku merasa kita tidak saling kenal dan aku tidak mempunyai masalah sama.kamu dan jika yang kamu maksud soal kak Vero,kamu tidak perlu capek membuang tenaga untuk selalu memperingati ku karena aku sama kak Vero tidak mempunyai hubungan apa-apa,lagipula bukan cuma aku wanita dikampus ini tapi banyak bahkan ribuan tapi kenapa selalu aku yang kamu usik? Ingat kamu disini itu baru tapi sudah seperti senior,apa karena kamu beranggapan tunangan dari anak pemilik kampus makanya kamu seenaknya,tapi walaupun kamu tunangan dari Vero bahkan anak pemilik kampus aku sama sekali tidak takut dan tidak perduli,jadi jangan cari masalah sama aku atau kamu yang akan tanggung akibatnya dan yang ada hanya rasa menyesal juga air mata." Adel sangat geram karena Zoya selalu saja mengganggunya


"Memang banyak wanita dikampus ini tapi hanya kamu yang sangat dekat dengan kak Vero." Tatap Zoya


"Hahahahaha. dasar cewek bodoh,tidak salah kak Vero menolak perjodohan itu karena kamu adalah wanita yang bodoh,lihatlah di kampus ini kak Vero adalah idola dan otomatis banyak wanita yang mengincarnya tapi kamu sama sekali tidak melihat hal itu karena kamu memang sengaja ingin mencari masalah denganku." Kata Adel sedikit mengejek


Karena merasa kalah kata-kata akhirnya Zoya kembali ke tempat duduknya


"Eh del tadi mak lampir itu ngapain kesini?" Tanya Berlin saat masuk ke dalam kelas


"Apalagi kalau bukan mencari masalah." Timpal lili


"Iya apa lagi,dia kayaknya stres deh atau gila karena cinta., sedikit-sedikit datang mencari gara-gara lalu pergi begitu saja,kalau bukan stres lalu apa dong." Kata Adel dengan senyum diwajahnya


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Komen

__ADS_1


♈Like


__ADS_2