
"Maaf om,Tante,saya tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua,saya dan Adel baru beberapa hari ini pacaran,hari ini saya ingin meminta ijin ke om dan Tante karena menurut saya hari ini adalah waktu yang tepat,dimana keluarga kumpul." Jawab Vero menatap Adel dengan wajah yang sepertinya meminta persetujuan atas apa yang dia katakan
"Apa benar itu Adel?" tanya Reza menatap putrinya itu
"Aduh aku harus ngomong apa,kenapa sih kak Vero tidak memberitahu dulu,sebenarnya apa yang dia rencanakan tapi aku yakin kalau ini hanya akal-akalan kak Vero supaya bisa lepas dari duo Mak lampir itu." Kata Adel dalam hati
"Adel!" Panggil suci yang melihat putrinya bingung
"Ah..iya mi. Kami baru beberapa hari ini menjalin hubungan." kata Adel
"Syukurlah Adel tampaknya mengerti maksudku." Isi hati Vero
"Kenapa kamu tidak mengatakan pada kami?" Tanya suci
"Maaf mi tapi aku rasa belum saatnya tapi kak Vero malah membongkarnya disini." kata Adel memasang wajah yang sengaja cemberut
"Jadi bagaimana om,Tante,apa kalian menyetujui hubungan kami?" Tanya Vero semakin memperdalam acting nya
"Tidak masalah kok,kami setuju tapi dengan satu syarat kalian pacaran yang wajar saja dan tidak boleh macam-macam karena Adel harus melanjutkan kuliahnya ." Kata Suci langsung karena dia melihat jika Reza kurang setuju dan akan menolak makanya dia duluan menanggapi pertanyaan Vero
"Tapi.." Kata Reza tapi langsung terpotong karena suci mencubitnya
"sudah tidak perlu dengarkan papimu sayang." Kata suci
"Gak,aku gak setuju kalau kamu punya pacar. Kamu masih kecil dan masih harus melanjutkan kuliah." Tiba-tiba Arsen bicara dan menolak jika saudara kembarnya mempunyai pacar
"Kenapa kamu gak setuju,mami sama Papi aja gak masalah." ketus Adel
"Kamu masih terlalu kecil untuk punya pacar,lebih baik kamu fokus sama perusahaan dan lanjut kuliah biar kamu bisa ambil alih secepatnya perusahaan yang diamanahkan eyang." Kata Arsen tanpa sadar membahas soal perusahaan depan orang lain
"Arsen kamu apa-apaan sih,lagian mami sama papi masih bisa mengurus perusahaan kenapa mesti aku?" Jawab Adel berusaha supaya semua tidak curiga
"Bukan itu tapi.."
"Sudah-sudah kalian kenapa malah berdebat begini." Suci yang mengerti tentang kata-kata Adel akhirnya bicara supaya Arsen tidak lanjut bicara
__ADS_1
"Nanti kita bahas dirumah."Kata Adel menatap Arsen
"Tapi dia memang benar,Vero tidak bisa pacaran dengan Adel karena dia adalah tunangan ku." Kata Zoya dengan percaya dirinya
"Harus berapa kali aku katakan kalau aku tidak setuju dengan perjodohan itu,lagipula semua batal karena mommy sudah melunasi semuanya." Kata Vero sangat kesal
"Ambar aku harap kamu bisa kasih pengertian ke anak kamu,jangan memaksakan kehendaknya. Vero dari awal memang tidak pernah mau dijodohkan jadi jangan membuat masalah baru." Kata Clarisa membuat Ambar sedikit emosi
"Tante tidak bisa seenaknya gitu dong memutuskan secara sepihak."
" Zoya sudah,ayo kita pulang." Kata Ambar yang sedikit malu dengan kelakuan anaknya
"Tante lebih baik anaknya di bawa periksa,kayaknya dia ada gangguan jiwa deh." Teriak Berlin yang dari tadi hanya diam menyaksikan semuanya
"Kurang ajar kamu,siapa yang gangguan jiwa?." Kata Zoya berbalik ingin menampar Berlin tapi ditahan oleh Ambar
"Zoya cukup. Kita bisa balas nanti,jadi jangan buat mama malu." Kata Ambar menarik anaknya untuk pergi dari sana
"Kak Vero,aku ingin bicara."Kata Adel pada Vero
"Mi,Pi dan semuanya kalian duluan aja pulang,aku mau bicara sama kak Vero dulu,nanti kita ketemu dirumah om Adit. Lili kamu juga ke rumah om Adit ya." Kata Adel
"Ah iya pak,Bu. Kapan-kapan kita makan malam bersama." Kata Clarisa
"Baiklah,kami tunggu undangannya sebelum kamu kembali ke negara P." Lanjut Suci lalu pergi dari sana
Orang tua Jo sudah pulang duluan ya setelah pamit tadi ke Marvin dan Clarisa
"Om,Tante,saya ijin bicara sama kak Vero dulu." Kata Adel pada Marvin dan Clarisa
"Iya sayang." Jawab Clarisa lalu mereka berdua pergi mencari tempat untuk bicara
"Aku sangat setuju jika Vero dan Adel itu pacaran." Kata Clarisa sangat bahagia
"Sama aku juga,bagaimanapun dia anaknya baik,pintar,dan sopan." Lanjut Marvin
__ADS_1
"Tapi apa keluarganya bisa Nerima Vero ya,kan keluarga kita jauh dibawah keluarga mereka." Kata Clarisa khawatir kalau keluarga Adel tidak setuju tentang hubungan mereka
"Sudahlah,jodoh tidak ada yang tahu. kita doakan saja yang terbaik untuk mereka." Kata Marvin. Percakapan mereka di dengar oleh Jo,Berlin dan lili
"Aku juga setuju kalau Vero sama Adel Tan." Kata Jo
"Iya Tan kami juga setuju,mereka tu cocok banget,yang satu ganteng dan yang satu cantik tapi yang paling penting mereka sama-sama pintar." lanjut Berlin
"Aku yakin kok kalau keluarga Adel tidak pernah memandang dari segi ekonomi orang lain,aku sudah bertemu dengan mereka semua bahkan aku aja tinggal sama Adel jadi aku tahu persis bagaimana orang tuanya,ya walaupun mereka memang sangat tegas." Lanjut Lili
Ditempat lain Vero dan Adel tiba di sebuah tempat duduk panjang dan mereka memutuskan untuk bicara disana
"Kak apa sih maksud kakak tadi itu,aku yakin kalau kakak cuma mau lolos dari Zoya kan makanya seperti tadi." kata Adel langsung pada intinya
"Sebelumnya aku minta maaf karena tidak membicarakannya sama kamu terlebih dahulu tetapi ini semua diluar dugaanku,aku tidak tahu kalau Zoya juga datang dengan mamanya,aku tidak punya pilihan lain. Tapi jika kamu keberatan,aku akan bicara sama keluargaku dan juga keluargamu,supaya semua jelas." Kata Vero merasa tidak enak
"sudah aku duga kalau ini semua hanya alasan kakak saja untuk lolos dari duo Mak lampir itu. Lalu bagaimana selanjutnya?"sambung Adel
"Aku juga tidak tahu harus bagaimana,karena aku yakin kalau keluargaku pasti akan menanyakan hal ini dan begitupun dengan keluargamu. Apa kamu ada ide?"
"Aku tidak tahu kak,aku juga pusing bagaimana menjelaskan pada mereka,apalagi ke papi." jawab Adel bingung
"Aku ada ide tapi tidak tahu apa kamu setuju atau tidak." Kata Vero tiba-tiba menatap Adel
"Apa itu kak?"
"Tapi kamu jangan marah ya,kalau kamu tidak setuju tidak masalah kok,nanti kita cari cara lain saja." kata Vero sedikit takut dan tidak enak,bagaimana jika Adel tidak setuju dan malahan marah
"Emangnya apa kak? Kakak aja belum bilang,bagaimana aku tahu." tanya Adel
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa
♈Vote yang banyak teman-teman
__ADS_1
♈Komen
♈Like