
Beberapa jam sebelum Adit sampai dikampus Adel
"Halo Zein jemput aku sekarang di bandara,aku sudah dalam perjalanan!" Kata Adit yang kini sudah ada di dalam pesawat menuju negara A
"Baik tuan!"
Adit tiba-tiba berangkat ke negara A karena ada masalah sedikit pada perusahaan yang akan ia buka disana. Dia tidak memberitahu Adel karena ingin memberikan kejutan tetapi semua gagal karena Adel mempunyai masalah
Kembali ke kampus Adel
Ceklek
Pintu terbuka dan muncul sepasang suami istri beserta anaknya
"Selamat siang tuan Marvin dan nyonya Clarisa,maaf telah mengganggu waktu Anda." Sapa Direktur yang bernama Sebastian
"Ada apa ini pak Sebastian kenapa kami diminta ke kampus?" Tanya Marvin yang belum menyadari kehadiran Adit
"Ada masalah yang harus tuan turun tangan karena ini menyangkut reputasi kampus." Kata Sebastian Melirik ke arah Adel dan Adit yang sedang duduk dengan santainya
"Tuan Adit!" Kata Clarisa ketika memperhatikan arah mata Sebastian
"Nyonya Clarisa tuan Marvin senang bertemu dengan kalian lagi!" Kata Adit langsung berdiri dan menghampiri Marvin
"Tu..tuan Marvin mengenal pria ini?" kata Sebastian gugup
"Jelas saya kenal dengan tuan Aditya adik dari Nyonya Suci dan Tuan Reza!" Kata Marvin
"Yang tuan Marvin maksud tuan Reza siapa?" tanya Sebastian berharap jika apa yang ia pikirkan salah
"Siapa lagi kalau bukan donatur no 1 dikampus ini dan pengusaha sukses di beberapa negara." Kata Marvin santai yang belum tahu apa masalah yang terjadi
Angel dan antek-anteknya saling menatap bingung dan merasa sangat takut.
"Bagaimana ni,jadi Adel benar keponakan dari pria itu."Kata salah satu teman angel berbisik ke Angel
"Matilah kita sekarang."
Sebastian diam mendengar kata-kata Marvin,dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya
"Oya pak Sebastian ada masalah apa ya dan kenapa Tuan Adit serta banyak mahasiswa diruangan ini?" Tanya Marvin heran
"Eh itu tuan..anu..." Sebastian gelagapan gak tau harus berkata apa
__ADS_1
"Kenapa pak? Tadi bukannya bapak yang ngotot ingin pemilik kampus hadirkan dan sekarang sudah ada,kenapa bapak tampak gugup?" Kata Adel
"Sebenarnya ada apa? Dan kamu ini mahasiswa baru ya?" Tanya Clarisa
"Iya saya mahasiswa baru disini." Kata Adel menampakkan senyumnya
"Ada apa kalian ada disini?"tanya Clarisa
"Pak Sebastian kenapa diam,apa perlu saya yang menjelaskan?" Kata Adel Tapi Sebastian tetap saja diam
"Maaf sebelumnya pak saya mau tanya apa dikampus ini ad peraturan anak Direktur selalu benar dan anak direktur bisa seenaknya menindas anak baru?" Tanya Adel pada Marvin
"Kampus tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu bahkan dikampus sangat tidak boleh melakukan hal semacam itu." kata Marvin
"Lalu apa hukuman yang di dapatkan jika ada yang berbuat demikian?" Adel berbicara sambil melirik ke arah Angel
"Diskors bahkan bisa di keluarkan dari kampus!" Kata Marvin
"Pak sebastian tolong jelaskan apa yang terjadi!" Kata clarisa meninggikan suaranya
Karena Sebastian tidak berani bicara maka Vero yang menceritakan apa yang terjadi,tentunya Adel juga ikut menjelaskan
Brak
"Pak Sebastian anda sangat keterlaluan,saya tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu dan apa anda tahu jika Tuan Adit adalah adik dari nyonya Suci
"Maafkan saya Tuan Marvin tapi saya benar tidak tahu jika Tuan Adit adalah adik dari tuan Reza!" Kata sebastian gugup dan takut
"Jadi jika itu bukan om Adit bapak akan berlaku seenaknya?" Tanya Adel menatap Sebastian
"Bukan seperti itu maksud saya." Jawab sebastian
"Saya tidak bisa mentolerir tindakan anda ini jadi semua keputusan ada di tuan Adit apa dia memaafkan bpk atau tidak!" Kata Marvin tegas
"Tuan Adit saya mohon maafkan saya,saya janji tidak akan melakukan hal semacam itu lagi kepada siapa pun dan saya akan menegur anak saya." Kata Sebastian memohon pada Adit tetapi Adit tetap cuek
"Tuan Adit apa yang harus kita lakukan pada dia?" Tanya Marvin
"Semua tergantung keponakan saya karena dia anak Reza jadi dia yang menentukan." Yang mendengar dalam ruangan itu sangat kaget tidak menyangka jika Adel adalah anak Reza dan mereka salah mencari lawan
"Pak sebastian dari awal saya sudah bilang kalau bapak akan menyesal jika saya panggil orang tua saya tetapi bapak tetap mau bertemu untung aja orang tua saya sedang sibuk jadi tidak bisa datang jika mereka yang datang saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada keluarga bapak!"Kata Adel penuh penekanan
"Maafkan saya nona adel saya tidak akan melakukannya lagi tapi tolong jangan keluarkan saya dari kampus ini." Kata Sebastian memohon pada Adel membuat Angel makin benci pada Adel
__ADS_1
"Tante jadi apa yang harus kita lakukan pada mereka?"Tanya Adel melirik ke Clarisa
"semua tergantung kamu sayang!" Jawa Clarisa dengan senyum
"Aku tidak mau merusak masa depan orang jadi untuk saat ini aku masih bisa memaafkan kalian tapi hukuman akan tetap berjalan. ,Om Marvin apa hukuman Skors itu tidak berlebihan?" Tanya Adel
"Tidak sama sekai bahkan harusnya mereka di keluarkan dari kampus."
"Baiklah jadi saya mau mereka di skors om,untuk Angel dan teman-temannya saya mau mereka di skors 2 mingu begitu juga dengan pak Sebastian!" Kata Adel tegas
"Baiklah. Kalian dengar kan jadi mulai besok itu berlaku. Sekarang masalahnya sudah selesai jadi saya mau pulang dulu." Marvin dan Clarisa keluar dari ruangan disusul oleh Vero
"Aku tidak terima ini semua!" Teriak Angel saat Marvin dan Clarisa keluar
"Kenapa kamu tidak terima,kamu sendiri yang mencari masalah denganku. Kan dari awal sudah aku peringatkan tapi kamu tetap saja arogan jadi sekarang terima saja hukumannya." Kata Adel menghampiri Angel
"Ini bukan salahku tapi salahmu!" Kata Angel
"Angel cukup! Ini semua gara-gara kelakuanmu sampai-sampai papa kena imbasnya? Sekarang ikuti saja peraturannya!" kata Sebastian
"Tapi pa.."
"Tidak ada kata tapi!" angel lalu terdiam melihat sang ayah marah
"Lihat saja aku akan membalasnya,aku tidak terima di perlakukan seperti ini." Batin Angel
"Saya rasa cukup jadi saya akan kembali ke kantor," Kata Adit lalu meninggalkan mereka semua disusul Adel dan Lili
"Bagaimana?" Tanya Berlin
"Semua beres,mereka sudah dapat hukumannya."
"Aku rasa mereka tidak akan kapok dan akan membalas kamu!" Kata berlin
"Aku tahu dan aku menunggu saat itu karena mereka akan cari mati jika itu terjadi!" Kata Adel senyum
BERSAMBUNG
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
♈Vote yang banyak teman-teman
__ADS_1
♈Like
♈ Komen