
Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah Wira dan ternyata itu adalah orang tua Reza dari negara P yang sengaja datang untuk menghadiri syukuran cucu mereka dan pengajian untuk Wira
"Silahkan tuan,nyonya!" kata sang sopir membukakan pintu mobil
"Terima kasih pak." jawab Widya
"Biar saya saja yang bawakan barangnya nyonya,silahkan masuk pasti yang lain sudah menunggu didalam." Kata sang sopir mengambil alih barang yang Widya bawa
"Iya pak,tolong ya." Widya dan Faris lalu memasuki rumah mewah itu dan disambut oleh kepala pelayan disana
"Selamat datang tuan dan nyonya,silahkan masuk.!" Sambut kepala pelayan yang bernama suri itu
"Makasih ya."
"Mari nyonya,tuan,saya antar ke ruang tengah." Suri mengantar Faris dan Widya untuk menemui yang lainnya
"nyonya besar,tuan Faris dan nyonya widya sudah tiba." Kata suri menghampiri Hasna
"ah iya suri makasih ya,Oya panggilkan yang lainnya ya. Widya,Faris sini duduk!" Panggil Hasna
"Baik nyonya." Suri lalu memanggil semua anggota keluarga
"Iya Bu." Kata widya langsung memeluk Hasna,disusul Faris
Widya dan Faris mang sudah menganggap Hasna itu sebagai ibu mereka karena orang tua mereka sudah lama meninggal
"Bagaimana keadaan ibu baik-baik aja kan?" tanya Widya
"Ya seperti yang kamu lihat,aku hanya bisa duduk di kursi roda ini. Begitulah kalau sudah tua dan mungkin tidak lama lagi aku akan menyusul suamiku." Kata Hasna dengan senyumnya
"Ibu jangan bicara seperti itu,umur ibu masih panjang dan ibu akan menyaksikan cicit ibu sukses serta berkeluarga."
"Semoga saja." Setelah berkata seperti itu muncullah semua anggota keluarga
"Mami,papi." Reza dan suci langsung memeluk orang tuanya
"Oma,opa!" Disusul twins dan Alana,setelah itu orang tua suci dan terakhir Chika,Adit dan lili
"Senang ya kalau bisa kumpul seperti ini." Kata Widya
"Iya mi tapi ada yang kurang." kata suci
"Siapa?"
"Claudia gak bisa datang mi katanya dia sangat sibuk sehingga tidak bisa meninggalkan kerjaannya dan Leon juga sekarang sibuk-sibuknya untuk mempersiapkan launching galeri barunya." Jelas suci
__ADS_1
"Gak apa lah yang penting kita semua kan sudah ada,lain kali lagi iya akan ngumpul dengan Claudia
"Lisa sama Irfan mana?" tanya Faris
"Mereka masih dijalan Pi,mungkin sebentar lagi sampai." jawab suci
"Assalamualaikum! Nenek.!" Teriak Leoni ketika memasuki rumah Wira
"Waalaikum salam..Baru aja di bicarakan Uda datang." Kata Arsen
"Kalian menggosipkan ku?" Leoni bertingkah seperti biasa ketika bersama keluarga yaitu sangat arogan,dia tidak sadar jika disana ada Faris dan Widya menatapnya.
"Dasar anak ini." Hasna memukul tangan Leoni,kebetulan Leoni berdiri disamping Hasna
"Eh eyang. Hehehehhe." Leoni jadi salah tingkah dan mencium Hasna
"Kamu gak lihat ada siapa disini? Kamu sudah dewasa jadi jangan bertingkah seperti itu." Kata Hasna melihat kearah Widya
"Ada Oma Widya ternyata." Leoni dengan salah tingkahnya menyalami Widya dan Faris bergantian
"Kamu gak ada berubahnya ya,ingat jadi cewek yang feminim dong seperti ibumu." Kata Widya
"Iya Oma."
"Tante sama om kapan sampainya?"Tanya Lisa menghampiri Widya dan Faris
"Ya sudah sekarang lebih baik kalian istirahat dulu." Kata Hasna ke Widya dan Faris
"Iya Bu." Mereka melanjutkan aktivitas masing-masing dan hanya tersisa suci diruangan itu dengan laptopnya,tidak lama lili datang mencari Adel
"Ada apa Li?" tanya suci
"itu Tan di depan ada sahabat kami dari negara A tapi tidak diijinkan masuk oleh penjaga,karena tidak ada ijin." Kata Lili
"Astaga,kenapa baru bilang sekarang. Ya sudah kamu keluar dan bilang ke penjaga saya suruh mereka masuk!" Kata suci yang tidak enak dengan sahabat Adel
"Baik Tante." Lili langsung beranjak keluar menghampiri sahabatnya
Lumayan jauh sih jalan kaki dari rumah itu sampai ke gerbang membuat lili ngos-ngosan
"Aduh capek bangat. Pak tolong dibukain ya,Tante suci minta mereka masuk." Kata Lili pada penjaga
"Baik non." Jawab penjaga itu lalu menyuruh temannya yang menjaga di depan untuk membukakan gerbangnya
"Gerbangnya dibuka!" Kata Berlin semangat
__ADS_1
"lili!" Teriak Berlin saat gerbang dibuka dan disana muncul lili
"Silahkan masuk nona." Kata penjaga itu. Lili,Jo dan Vero langsung masuk menghampiri lili lalu mereka berjalan ke arah bangunan yang sangat mewah
"Ini Istana atau rumah,besar banget.!" Seru Berlin karena kagum melihat bangunan yang berdiri kokoh di depannya,ya walaupun sebenarnya lebih mewah rumah Faris tapi kan mereka belum pernah kesana. Rumah Reza dan suci juga lebih elegan walaupun lebih besar rumah Wira
"Ya rumah lah berbentuk istana,aku aja kaget waktu sampai. Dari depan aja ke dalam itu butuh waktu jika berjalan kaki." jawab Lili
"Kamu benar juga,sekarang aja aku sudah capek tapi kita sudah sampai."
"Ayo masuk,didalam ada Tante suci tapi Adel sepertinya di belakang." Mereka semua masuk dan menghampiri suci
"Assalamualaikum Tante.!"
"Waalaikum salam. Eh kalian sudah ada,sini duduk. Kenapa kalian gak ngomong kalau mau datang kan gak repot seperti tadi,pasti kalian udah lama ya di depan?" kata suci melihat wajah lelah sahabat anaknya itu yang kini duduk di sofa dan langsung di suguhkan minuman
"Kami mau bikin surprise untuk suci dan lili Tan tapi ternyata gagal." Kata Berlin
"Kalian!" Adel yang baru saja dari belakang bersama Alana kaget melihat ada sahabatnya dari negara A
"Surprise!!" Seru Berlin langsung memeluk Adel
"Kalian kapan datangnya?" tanya Adel bingung
"Sebenarnya sih dari tadi tapi kami nggak diijinkan masuk oleh penjaga didepan jadi kami lama di depan,aku menelpon mu tapi gak diangkat,untung aja lili mengangkat telponnya jadi kami tidak terlalu lama diluar,mana panas lagi." Kata Berlin dengan wajah lemas nya
"Del bawa mereka ke kamar tamu,kasian mereka habis perjalanan jauh pasti capek,nanti makan malam.kota ketemu di ruang makan tengah." Dirumah itu terdapat 2 ruang makan yang pertama di gunakan saat mereka tidak lebih dari 10 orang yang maka lalu yang kedua digunakan saat mereka ada tamu dan banyak karena ruangan itu di desain khusus untuk ruang makan yang sangat besar
"Iya mi." Adel lalu mengantar mereka ke kamar tamu,tetapi Berlin diantar ke kamar Adel supaya mereka bisa tidur bertiga lagi,sedangkan jo dan Vero 1 kamar
"Del Rumah eyang kamu besar bangat seperti istana,aku sampai capek bangat jalan dari depan." Kata Berlin menuju ke kamar Adel
"Nanti kamu jangan kaget kalau masuk kamar Adel ya." Kata Lili
"emangnya kenapa dengan kamar Adel? Horor ya?" Kata Berlin
"Enak aja,kirain aku apaan punya kamar horor." tidak lama mereka tiba di depan kamar Adel dan membuka pintunya lalu masuk kedalam
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Komen
__ADS_1
♈Like