The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 40


__ADS_3

Dikediaman Wira masih sangat berduka,Hasna yang semenjak pulang dari pemakaman hanya berdiam diri bahkan saat keluarga James datang pun dia hanya diam dan setelah mereka pergi Hasna langsung ke kamar,begitu juga dengan yang lainnya ke kamar masing-masing,Mona juga sudah di antar ke kamar tamu untuk istirahat.


Adel dan Arsen kini berada di dalam ruangan yang selalu mereka gunakan saat masih sekolah yaitu tempat dimana mereka mengasah otak dan menambah kejeniusannya.


"Arsen..Arsen..Arseeeeeeennn!" Teriak Adel karena Arsen hanya diam menatap layar laptopnya


"Astaga Adel kamu apa-apaan sih bikin kaget aja." Kata Arsen kesal karena gara-gara kaget laptopnya hampir saja jatuh


"Dari tadi aku panggil kamu tapi kamu malah bengong aja menatap laptop,memangnya ada apa di laptop itu sampai-sampai kamu tidak mendengar aku panggil?" kata Adel kesal pada sang kakak


"Tidak ada. Emangnya kamu mau bicara apa?" Arsen menjawab dengan wajah datarnya


"Aku ingin membahas tentang wasiat eyang buyut." Arsen langsung menatap Adel


"emang ada apa dengan wasiat itu?"


"kan eyang bilang kalau itu untuk kita lalu sekarang perusahaan itu siapa yg pimpin,ayang belum sempat membicarakannya pada kita."


"Sepertinya dokumen yang eyang berikan semua ada disitu jawabannya."


"Lalu mana dokumennya?" tanya Adel


"Aku menyimpannya di lemari yang ada di sampingmu,kan lemari itu adalah tempat barang paling berharga kita."

__ADS_1


Adel langsung membuka lemari itu dan mengambil sebuah map yang lumayan tebal,mereka membuka dan membaca satu persatu isi dari berkas itu


"Zico Alexander!" Ucap Adel tiba-tiba saat membaca sebuah nama tertera di dalam salah satu berkas itu


"Siapa Zico Alexander? Aku baru mendengar nama ini,selama ini kita tidak pernah mengetahui kalau eyang buyut mempunyai orang kepercayaan." kata Adel dengan wajah yang penuh tanda tanya


"Coba kamu cek semua,pasti ada petunjuk dalam berkas itu!" Arsen tetap fokus pada dokumen yang ia pegang


"Ketemu." Kata Arsen


"Apa yang kamu dapatkan?" Tanya Adel langsung menghampiri Arsen


"Baca aja sendiri!" Arsen menyodorkan berkas yang tadi dia baca pada Adel


***


"Eyang!" Panggil Adel saat menghampiri Hasna yang kini hanya diam


"Iya sayang,ada apa?" Tanya Hasna berusaha menyembunyikan kesedihannya


"Eyang jangan sedih terus begini ya,eyang buyut pasti tidak akan tenang jika kita semua masih sedih,ikhlaskan eyang buyut ya,Adel juga sangat kehilangan eyang buyut tapi Adel tidak mau jika eyang buyut tidak tenang disana dan merasa sedih." Adel berusaha menenangkan Hasna


"Kak Adel benar eyang,jangan sedih lagi ya,kan disini masih ada kami yang akan selalu menemani eyang." Alana ikut menyemangati Hasna

__ADS_1


"Terima kasih ya,kalian memang cicit eyang yang baik." Hasna memeluk Adel dan Alana


"Kami juga mau ikut!" terdengar suara dari tangga dan itu adalah arsen juga Keyra


"Sini cicit eyang." Hasna sangat terharu dengan kelakuan para cicitnya hingga ia meneteskan air mata


""Eyang kok nangis?" Kata Keyra


"Tidak kok sayang,eyang hanya bahagia memiliki kalian semua."


"Nek ayo kita kedepan,acara mau dimulai." Suci datang memanggil Hasna karena parra tamu sudah datang


"Ayo." Mereka semua menuju tempat diadakannya doa bersama untuk Wira


Setelah beberapa jam acara pun selesai dan semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat


"kira-kira apa yang Arsen dan Adel temukan ya?"


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman

__ADS_1


♈Like


♈ Komen


__ADS_2