The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 54


__ADS_3

Disisi lain Arsen yang sibuk untuk menghadapi ujian,sekarang juga sibuk mempelajari tentang perusahaan yang Wira berikan


"Aku harus bisa lulus supaya fokus pada perusahaan,jika waktuku terbagi maka akan semakin susah aku untuk memantau perusahaan,tampaknya ada banyak tikus di perusahaanku." Gumam Arsen ketika membaca laporan yang Zico berikan


"Om Zico kenapa kayak banyak yang janggal ya di laporan ini?" Tanya Arsen lalu Zico mengeceknya


"Sudah beberapa bulan ini memang banyak pengeluaran yang saya rasa tidak sesuai tetapi saya belum memiliki bukti siapa pelakunya bahkan omset menurun,Cabang yang di negara A lebih maju dibanding yang disini." Jelas Zico


"Lalu apa yang akan om lakukan? Tidak mungkin kan terus berdiam diri menunggu keajaiban kapan datangnya." kata Arsen


"Saya sudah mulai menyelidikinya,makanya saya menemui tuan muda untuk melihat laporan ini,karena saya tidak mau nanti ada kesalahan." Jelas Zico sedangkan Arsen hanya anggukkan kepala sambil terus membaca laporan itu


"Aku akan usahakan bisa menyelesaikan kuliahku dengan cepat jadi aku bisa masuk ke perusahaan dan memberi perhitungan pada mereka." Kata Arsen dengan suara sedikit kesal


"Baiklah saya akan menunggu tuan muda."


"Iya jangan panggil tuan muda,panggil nama saja. Aku sepertinya tidak sopan pada om Zico kalau begitu."


"Tapi memang sudah sewajarnya saya memanggil begitu."


"Ingat eyang sudah mempercayakan perusahaan ini pada om Zico berarti eyang sudah menganggap om Zico cucu jadi tidak perlu terlalu formal atau sungkan." Arsen merasa tidak enak jika harus dipanggil tuan Uda oleh Zico yang berbeda jauh umurnya bahkan dia yang memajukan perusahaan miliknya


"Baiklah tetapi jika di kantor saya harus bersikap profesional." kata Zico menyanggupi kemauan Arsen karena tidak mau berdebat panjang dengan anak muda itu


"Baiklah jika itu yang om mau."


"Ya sudah saya pulang dulu,kabari jika ada yang kamu perlukan." Kata Zico pamit dan langsung meninggalkan Arsen


Beberapa bulan kemudian Arsen dan Adel melaksanakan ujian dan mereka di nyatakan lulus,Han dan Wisnu juga mengikuti Arsen dan mereka juga lulus


Kini mereka bisa mengikuti ujian akhir dengan senior mereka yang akan wisuda.

__ADS_1


"Adel selamat ya kamu lulus,aku bangga sama kamu." Kata Berlin memeluk Adel


"Iya Del kamu pintar banget,tapi kalau kamu sudah wisuda aku dan Berlin akan kesepian di kampus,apalagi kami masih harus kuliah 2 tahun. Sepertinya aku juga mau ikut jejak Adel." kata Lili


"Kamu benar Li,memang lebih baik kalian juga ikut kan akan ada ujian selanjutnya tapi itu hanya untuk tahun depan." Kata Adel


"Oya Del kak Vero tahu tidak kalau kamu ikut ujian ini?" tanya Berlin karena memang beberapa bulan ini semenjak Zoya datang menemui Adel,Adel dan Vero malah semakin dekat ya walaupun bukan pacaran tetapi banyak yang berfikir kalau mereka dekat karena mereka selalu bersama,Jo dan lili sudah resmi pacaran


"Sudah kok,malahan dia dukung." Jawab Adel santai


" Sebenarnya kalian itu pacaran atau apa sih?" tanya berlin


"Kamu cuma teman aja."


"Tapi aku lihat kalian dekat bangat."


"Sudahlah untuk apa bahas aku dan kak Jo,ayo kita pulang." Saat mereka ingin pulang tiba-tiba jeslin datang


"Huft..dia lagi,bosan rasanya tiap hari harus bertengkar sama mereka." Keluh Adel pada kedua sahabatnya


"ya sama aku juga begitu." sambung lili dan Berlin


"Apa yang kamu katakan? Aku sama sekali tidak akan pernah bosan karena kamu telah menganggu pacarku." Kata jeslin


Jeslin memang sangat tergila-gila sama Vero tetapi Vero Hanya menganggapnya teman bahkan tidak jarang Vero selalu membantu jeslin tetapi akhir-akhir ini jeslin selalu berbuat ulah dan membuat Vero jadi ilfil karena sikapnya


Ditengah perdebatan antara Adel dan jeslin eh Zoya malah datang langsung membuat suasana tambah panas


"Hei kalian berdua untuk apa memperebutkan tunangan orang,dasar tidak tahu malau ya kalian. Bukannya kalian sudah tahu statusku dan kak Vero tapi kenapa kalian masih saja mengejarnya." Kata Zoya dengan percaya dirinya


"Hahahahahha..".semua tertawa mendengar kata-kata Zoya

__ADS_1


"Tampaknya ada yang mimpi disiang bolong,bahkan sampai ngigau. Sejak kapan Vero ngakuin kamu sebagai tunangannya?" kata jeslin mengejek Zoya


"Orang tua kami sudah sepakat dan setelah kak Vero lulus maka kami akan segera tunangan secara resmi bahkan menikah." entah wajah Zoya ini terbuat dari apa karena dia begitu percaya diri bahkan mukanya tu tebal bangat sampai-sampai terus saja mengaku kalau Vero tunangannya


"Ayo kita pulang,tidak usa ladenin mereka!" ajak Adel pada kedua sahabatnya tetapi saat hendak jalan Zoya malah sengaja menendang kaki Adel hingga Adel jatuh dan kejadian itu disaksikan oleh Vero. Vero sangat emosi melihat kejadian itu


"Zoya!" teriak Vero membuat semua disana kaget kecuali Adel dan kedua sahabatnya


"Kak Vero!" Kata Zoya kaget bahkan jeslin juga kaget


"Apa yang kamu lakukan pada Adel?" tanya Vero ketika sudah membantu Adel berdiri tetapi masih memegangnya


"Aku tidak melakukan apa-apa,dia sendiri yang jatuh." Zoya mencoba membela diri


"Aku tidak buta dan aku melihat sendiri apa yang kamu lakukan bahkan kamu juga jeslin aku mendengar semua perdebatan kalian. Sekarang aku akan menjelaskan pada kalian semua supaya tidak terlalu tinggi berhayal,dengar baik-baik dan jangan memotong ya,jika mau bertanya nanti setelah aku selesai,untuk kamu jeslin aku sama sekali tidak punya perasaan sama kamu,aku hanya menganggap mu teman,bukannya dari dulu aku sudah mengatakannya. Lalu kamu Zoya aku bukan tunanganmu dan aku sama sekali tidak pernah setuju sama perjodohan itu,jadi jangan selalu menyebar gosip kalau kita tunangan,cukup hari ini aku mendengar itu." Vero sangat marah pada 2 makhluk itu


"Tapi kenapa selama ini kamu sangat baik sama aku? jika bukan karena kamu juga suka sama aku." Tanya jeslin dengan percaya dirinya


"Aku kan sudah bilang kalau aku anggap kamu teman jadi sesama teman harus saling membantu." Jeslin hanya bisa terdiam


"Lalu apa maksud kamu mengatakan pada orang tuaku kalau kamu minta waktu hingga sudah wisuda?" tanya Zoya tidak kalah


"Makanya jangan selalu mendengar setengah,aku mengatakan itu bukan karena aku menerimamu tapi aku mau membalas hutang Budi kedua orang tuaku dan akan bawa wanita pilihanku ke hadapan orang tuaku disaat wisuda nanti,Dan asal kalian semua tahu wanita yang akan aku bawa menemui kedua orang tuaku adalah Adel." Kata Vero tegas membuat Zoya histeris dan hendak menyerang adel tetapi di tahan oleh Berlin dan Lili


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Komen

__ADS_1


♈Like


__ADS_2