
1 hari sebelum Suci dan Reza pulang
"Bukan mami yang masak malahan mami kira kamu yang masak." Kata suci
"Bukan mi,mami kan tahu aku mana bisa masak enak..hehehehehe." Kata Adel membuat semua tertawa
"Maaf tante tadi saya yang masak,maaf karena sudah lancang." Kata Lili tunduk
"Jadi kamu yang masak ini?" Tanya Adel
"Iya aku yang masak,maaf ya aku menggunakan dapur kamu tanpa ijin."
"Ngapain ijin,kamu bisa kok pakai sepuasnya. aku hanya kaget aja..malahan bagus kalau kamu suka masak jadi aku tidak delivery makanan terus." Kata Adel tersenyum
"Iya nak itu malah bagus,Adel tidak tahu masak mungkin aja kamu bisa mengajarinya masak." Kata suci
"Bisa kok tan,kapan-kapan aku ajarin Adel masak."
Setelah makan Suci dan Reza pamit untuk kembali ke negara P
"Sayang,mami dan papi pulang dulu ya,kamu jaga diri disini dan fokus untuk belajar supaya cepat selesai!" Kata Suci
"Iya mi,mami tenang aja aku akan selalu mengingat pesan mami."
"Jangan nakal ya sayang!" Kata Reza memeluk anaknya
"Iya pi."
"Lili tolong jaga Adel ya,jangan lupa ajarin dia masak!"
"Iya tante,Lili akan ingat!" Reza dan Suci langsung berangkat ke bandara lalu kembali ke negara P sedangkan Adel dan Lili ke kampus
Dikampus saat Adel dan Lili sampai,mereka di suguhkan oleh pemandangan yang membuat Adel kesal
"Mereka tu ya pagi-pagi sudah buat masalah aja." Kata adel kesal
"Mau gimana lagi mereka senior."
"Ayo kita masuk gak usa perduli mereka!" Tarik Adel
Saat mereka melewati Angel dan para antek-anteknya tiba-tiba tangan Lili di tarik dan membuat tasnya jatuh
"Aduh!Apa-apaan kalian?" Lili meringis karena tangannya di tarik
"Wah rupanya si buruk rupa sudah berani melawan tapi tunggu kamu pakai tas baru,nyolong dari mana?"ejek Angel
"Ini tasku dan aku gak nyolong!" Kata lili
Adel yang malas moodnya hari ini rusak akhirnya membela Lili
"Menyebalkan!" Kata Adel pelan tapi di dengar oleh Angel
__ADS_1
"Ah ada pahlawan kesiangan."
"Kalian gak bosan ya cari masalah tiap harinya,aku aja capek ladeni kalian." Kata Adel santai
"Kamu gak usa ikut campur kalau gak mau capek,lagipula aku gak gangguin kamu kan!" Kata Angel
"Tapi Lili itu temanku jadi sama saja kalian menggangguku!" Tatap Angel dengan mata yang tajam. Para anak baru yang tadi di buli hanya diam karena takut tetapi kagum sama Adel karena Adel berani melawan mereka
"Cocok ya gembel dengan gembel yang suka sama om-om." ejek Angel
Plak
"Jaga mulut kotormu itu kalau tidak mau menyesal!" Kata Adel
"Adel jangan,nanti kamu dapat masalah dan bisa dikeluarin." Kata Lili takut
"Li apa kamu gak tahu aku siapa,bukannya kamu sudah tahu?" Kata adel menatap Lili
"Oh iya aku lupa." Lili lalu diam melihat adel karena dia yakin Adel tidak akan mendapat masalah,dari jauh ternyata ada mahasiswa yang melihat pertengkaran itu dan melaporkan pada direktur
"Berani kamu menamparku,maka kamu siap-siap akan malu dan keluar dari kampus ini!" Teriak Angel
"Kenapa aku harus takut,kamu bukan siapa-siapa di banding aku jadi jangan sombong!" Kata adel
"Tunggu saja aku akan laporkan semua ini dan siap-siap saja!"
"Aku tunggu tantangan darimu!" Bisik Adel lalu meninggalkan Angel
"Aku habis berurusan sama mak lampir." Kata Adel asal tetapi Berlin sudah paham siapa yang dia maksud
Jam menunjukkan pukul 11,mata kuliah pertama di kelas Adel telah selesai dan kini mereka bertiga berencana ke kantin tetapi ada yang datang memanggilnya
"Adel!" Panggil salah satu mahasiswa disana
"Ada apa?" Tanya Adel dingin
"Kamu di panggil ke ruang dekan!"
"Ok. Aku akan segera kesana!"
"Kalian duluan aja ke kantin nanti aku nyusul!" Kata Adel
"Gak,kita keruang dekan sama-sama!" Kata Berlin
"Ok." Mereka bertiga lalu keruang dekan tetapi hanya adel dan lili yang masuk
"Sudah ku duga!" Batin Adel
Didalam sudah ada Angel dengan antek-anteknya memasang wajah yang teraniaya
"Bapak memanggil saya?" Tanya Adel sopan melirik kearah Angel
__ADS_1
"dasar tukang ngaduh!" batin Adel
"Iya,kamu pasti tahu kan kenapa saya memanggil kamu?" Tanya Direktur kampus itu yang ternyata ayah Angel
"Karena saya menampar anak bapak yaitu angel?" Jawan Adel santai dan tenang
"Apa kamu sadar kamu sudah melakukan sesuatu yang melanggar peraturan disini!" Kata ayah adel meninggikan suaranya
"Saya hanya membela teman saya pak,apa itu salah?" Kata Adel tetap santai tetapi Lili sudah sangat gugup
"Kamu berani menjawab!" Teriak ayah Angel
"Kenapa saya harus takut,lagipula saya berkata jujur." Jawaban Adel membuat sang direktur itu marah
"Kamu anak tidak tahu sopan santun,apa orang tua kamu tidak mengajarkanmu sipan santun?" Kata ayah Angel
"Ya gak pernah lah pa,dia aja suka jalan sama om-om,ini fotonya!" Kata angel memperlihatkan Foto ke ayahnya,Adel masih diam menahan amarahnya
"Kamu benar-benar anak yang tidak tahu etika dan bikin malu,foto kamu ini akan mencoreng nama baik kampus ini!" Teriak Ayah Angel
"Mampus!" ejek Angel
"STOP! Kalian jangan asal bicara tentang orang tua ku,mereka mendidikku dengan baik bahkan sangat baik dan soal sopan santun harusnya bapak ajarkan pada anak bapak ini supaya tidak berbuat seenaknya!" Kata Adel kesal
"Panggil orang tuamu kesini! Aku tidak bisa menerima mahasiswa yang tidak punya etika sepertimu!"
"Sayangnya orang tuaku baru kembali ke negara P tadi jadi mereka tidak mungkin bisa datang." Kata adel dingin
"Saya tidak mau tahu pokoknya besok bawa orang tua kamu atau kamu akan keluar dari kampus ini karena kamu telah mencoreng nama baik kampus!"
"Baiklah,karena bapak yang meminta saya akan turutin tapi bapak jangan menyesal jika bertemu orang tuaku!" Kata adel menarik tangan Lili lalu meninggalkan ruangan itu
Ternyata diluar ruangan Berlin di temani oleh Jo sang kakak dan Vero,Jo dan Vero awalnya ingin keruang Direktur tetapi melihat Berlin disana makanya mereka urungkan dan bertanya pada berlin ada apa,Berlin yang tidak tahu pasti apa yang terjadi hanya memberitahu jika Adel dan Lili di panggil ke ruang dekan. Mereka mendengarkan perbincangan Adel dan yang lainnya dari dalam
Adel keluar dengan hati yang kesal dan kaget melihat ada vero dan Jo di depan ruangan itu
"Kak Vero,kak Jo!" Kata Adel
"Ada apa di dalam?" Tanya Vero menatap Adel dan Adel menceritakan semua yang terjadi tadi. Vero hanya diam sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu tetapi kalau dilihat dia tampak marah
BERSAMBUNG
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Like
♈ Komen
__ADS_1