The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 80


__ADS_3

"Anak-anak lebih baik kalian ke kamar aja ya." Kata Widya pada semua cucunya


"Kenapa Oma? kan kami juga mau tahu masalahnya apa,lagipula kami juga sudah punya perusahaan jadi kamu bisa belajar disini." Kata Adel tidak terima jika dia disuruh ke kamar dan masih dianggap anak kecil


"Benar kata Adel,jadi biarkan saja dia dan Arsen disini,siapa tahu saja mereka punya pendapat yang bagus." Kini Faris membela cucunya karena dia sangat mengerti karakter sang cucu


"Baiklah. Kalau gitu Catrin dan Luis kalian ke kamar ya."


"Baik Oma." Catrin dan Luis lalu ke kamar masing-masing dan tersisa Faris,Widya,Reza,Claudia,Leon,Arsen dan Adel


"Bagaimana Pi?" tanya Reza langsung


"Kita harus segera mengakhiri kegilaan manda,dia semakin jadi." Kata Faris


Claudia memperlihatkan semua bukti kejahatan manda pada Reza dan bagaimana curang nya Manda


"baiklah aku sudah mengerti,besok kumpulkan semua kepala divisi dan kita akan melakukan rapat!" Kata Reza


"Baiklah,malam ini aku akan infokan di grup supaya semua bisa bersiap-siap."


"Jangan infokan di grup,aku ingin mengadakan rapat dadakan,karena jika malam ini pasti Manda mempunyai rencana lagi dan akan menggagalkan rencana kita." Kata Reza


"baiklah kak,besok sekitar jam 8akan aku umumkan."


"Sekarang ayo kita istirahat karena besok membutuhkan banyak tenaga." Kata Faris


Mereka semua ke kamar masing-masing


"Sayang bagaimana di galeri? Apa semua aman?" tanya Claudia pada Leon


"Iya sayang semua aman kok,malahan pengunjung bertambah banyak." Jawab Leon sangat bahagia


"Alhamdulillah jika seperti itu."

__ADS_1


Keesokan harinya semua sudah siap dengan aktivitas masing-masing,Claudia sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali karena ingin mengumumkan rapat hri ini. Claudia memberi kertas pada resepsionis yang berisi perintah untuk rapat jam 9 pagi


"Selamat pagi semua teman-teman sekerja,saya hanya ingin mengatakan jika nanti jam 9 pagi kita akan mengadakan rapat dan akan dihadiri oleh tuan Reza,diharapkan semua kepala divisi untuk hadir di ruang rapat tepat waktu." Kata resepsionis menyampaikan apa yang Claudia catat pada kertas itu


"Sudah Bu."


"Baiklah,terima kasih. Lanjutkan pekerjaanmu." Kata Claudia lalu beranjak pergi ke ruangannya


"Wah ada apa ini ya kok bisa ada rapat dadakan dan dihadiri oleh tuan Reza,kan selama 1 tahun beliau tidak pernah datang tapi ini hari beliau datang dan langsung mengadakan rapat dadakan."


"Iya aku juga gak tahu,mungkin ada masalah."


"Mungkin saja ada peraturan baru karena kalian dengar sendiri kalau rapat ini untuk semua kepala divisi jadi otomatis pasti rapat penting."


"Apapun rapatnya,kita sebagai bawahan hanya bisa ikut saja."


"Iya kita hanya bisa mematuhi peraturan yang ada dan bekerja dengan baik supaya tidak dikeluarkan."


"Parah juga ya,hanya orang bodoh yang ingin menyia-nyiakan pekerjaan disini. Sudah gaji besar,perusahaan nomor 1, bos yang sangat baik,bonus yang besar,apalagi yang dicari jika semua sudah begitu."


"Ditambah lagi fasilitas tempat tinggal bagi karyawan yang berasal dari daerah."


"Iya kamu benar juga. Lebih baik kita lanjut kerja,tidak lama lagi pasti tuan Reza akan segera datang dan jangan sampai beliau melihat kita malah ngerumpi disini." Begitulah pendapat para karyawan disana,setelah berbincang-bincang mereka akhirnya kembali ke meja masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya.


Jam 8.30 Reza dan Faris tiba di kantor,dan disambut oleh Claudia,asisten,dan sekretaris Claudia


"Selamat pagi tuan besar,tuan Reza!". sapa satpam yang berjaga di depan pintu


"Pagi pak,lama tidak ketemu makin gagah aja." Kata Reza membalas salam dari pak satpam yang kira-kira berusia hampir 50 tahun itu. Reza sebenarnya tidak tega mempekerjakan bapak itu karena mengingat umurnya yang sudah hampir 50 tahun tetapi bapak itu sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai keluarganya.


"Tuan Reza bisa saja."


"Saya masuk dulu ya pak." Reza lalu masuk dan diikuti Faris disampingnya yang sejak tadi hanya diam melihat interaksi anaknya dan satpam disana

__ADS_1


Faris sangat bangga sama Reza karena Reza merupakan pemimpin yang sangat baik pada karyawannya walaupun kadang dia sangat dingin tetapi jika hanya sekedar menjawab sapaan para karyawan,Reza pasti selalu menjawabnya,menikah dengan suci membawa perubahan besar untuk Reza yang awalnya dia sama sekali tidak pernah menjawab sapaan para karyawan,jangankan menjawab tersenyum saja dia tidak pernah. Suci dapat mengubah semua pribadi Reza yang buruk menjadi lebih baik,menjadi pemimpin yang disegani bukan ditakuti.


"Selamat pagi tuan besar,tuan Reza!" Sapa asisten dan sekretaris Claudia bersamaan


"Selamat pagi." Jawab Reza dan Faris


"Bagaimana apa semua sudah siap?" tanya Reza


"Sudah tuan,semua sudah berkumpul di ruang rapat." kata sekretaris Claudia yang ditugaskan untuk mempersiapkan semua rapat hari ini


"Baiklah kalau begitu ayo kita kesana." Kata Faris


"Iya." Claudia dan asistennya jalan duluan,disusul Reza dan Faris lalu di belakang sekretaris Claudia. Pintu ruang rapat dibuka oleh asisten Claudia lalu mereka masuk dan duduk di tempat masing-masing. Reza duduk di tempat pemimpin karena hari ini dia yang akan memimpin rapat walaupun ada Faris tetapi semua dipercayakan pada Reza,sedangkan Faris duduk disamping kiri Reza dan Claudia disamping kanan Reza


"Selamat pagi semuanya!" Sapa asisten Claudia yang berperan sebagai moderator dalam rapat ini


"Karena semua sudah berkumpul,rapat kita akan mulai. Pertama saya ucapkan selamat datang untuk tuan besar dan tuan Reza. Baiklah kita langsung saja pada rapatnya yang akan dipimpin langsung oleh tuan Reza,silahkan pak." Kata sang asisten mempersilahkan reza


"Selamat pagi semuanya! Wah tampaknya selama saya gak disini banyak yang saya lewatkan,banyak yang baru ya dan yang lama saya lihat semakin muda saja." Kata Reza mencairkan ruang rapat itu karena semua tampak tegang


"Tidak perlu tegang begitu,kita santai saja dalam rapat ini." Kata Reza memperhatikan satu persatu orang yang ada disana dan tibalah saatnya dia melihat seseorang yang dia kenal walaupun orang itu menyamar memakai wik berwarna dan mengubah sedikit bentuk wajahnya serta make up yang tebal dan memakai kaca mata,Reza sangat tau kalau itu adalah Manda mantan kekasihnya dulu


"Sebelum saya lanjut pada inti rapatnya,saya akan bertanya apa selama ini ada masalah atau ada kendala yang kalian hadapi,atau ada yang tidak beres tetapi di sembunyikan?" Reza sengaja mengatakan itu untuk melihat ekspresi karyawannya,mana yang tegang juga takut dan mana yang santai saja


🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Komen


♈ Like

__ADS_1


__ADS_2