The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 44


__ADS_3

Hari ini Adel dan Adit kembali ke negara A menggunakan jet pribadi Wira


"Eyang Adel pamit dulu ya,eyang jaga kesehatan jangan banyak pikiran. Adel akan sering-sering pulang mengunjungi eyang." Kata Adel pamit pada Hasna


"Iya sayang,kamu disana juga ya jaga kesehatan dan rajin belajar agar cepat selesai kuliahnya." Balas Hasna


"iya eyang,gak usa khawatir karena aku tidak akan mengecewakan kalian semua.Kalau gitu Adel dan om Adit pamit ya ." Adel dan Adit mencium punggung tangan Hasna,Malik,Yanti kemudian berangkat menuju bandara di antar sopir Hasna


Reza,Suci,Irfan,Lisa,Alana,Arsen dan Leoni sudah berangkat duluan menggunakan jet Reza


Butuh waktu lama akhirnya Adel dan Adit sampai di negara A. Mereka berdua langsung ke apartemen.


"Adeeeel." teriak lili ketika membuka pintu lalu memeluk Adel sedangkan Adit langsung masuk


"Astaga lili bisa mati aku kalau kamu kayak gini,lepasin aku tidak bisa bernafas." kata Adel melepaskan pelukan lili


"Aku kangen bangat sama kamu."


"Ah kamu pasti ada maunya."


"Ya tidak lah,aku sama Berlin kesepian tau tidak ada kamu."


"Kamu mau terus ngobrol disini sampai pagi? Aku capek mau istirahat." kata Adel


"Ah iya aku lupa,ayo sini aku bawakan barangnya." mereka berdua pun menuju kamar Adel, Adit belum pindah kerumahnya jadi masih tinggal di apartemen


Keesokan harinya Adel langsung masuk kampus,saat ini dia menggunakan mobil sport keluaran terbaru yang Wira berikan,bukan cuma Adel tetapi,Arsen,Alana,Leoni bahkan Keyra yang masih kecil juga mendapatkan mobil dari Wira sebelum meninggal.


"Wah keren,sepertinya ada anak baru lagi,dan kali ini sangat keren. itu kan mobil sport keluaran terbaru,dan tidak semua orang bisa memilikinya."


"Iya kira-kira siapa ya?"


Cukup lama mereka diatas mobil karena menunggu Berlin,setelah melihat mobil Berlin berhenti di parkiran dan turun dari mobil,Adel dan Lili juga turun dari mobil


"Adeeeeel!" Teriak Berlin melihat orang yang turun dari mobil sport itu adalah sahabatnya


"Wah keren,mobil baru ya?" Berlin langsung menanyakan perihal mobil baru Adel


"Biasa aja berlin,gak usa lebay gitu." Kata Adel


"Tau ni Berlin." lili ikutan berbicara


"Sudah ayo kita ke kelas,aku sudah kangen suasana kelas."


Saat mereka ingin masuk,datanglah 2 mobil sport tetapi tidak mengalahkan mobil Adel,mereka adalah Vero dan Jo


"Ver itu kan Adel,jadi dia sudah kembali." kata Jo menunjuk ke arah Adel


"Berlin!" Panggil Jo,ia sengaja karena ingin melihat ekspresi Vero ketika bertemu Adel

__ADS_1


"Kak Jo." kata mereka bertiga


"Wah Adel sudah kembali,bagaimana perjalanannya?" tanya Jo basa-basi


"Ya lumayan capek kak." jawab Adel dengan senyum manisnya


"Oya kami turut berduka cita ya atas meninggalnya tuan Wira." kata Jo


Identitas Adel sudah diketahui oleh orang terdekatnya termasuk Vero dan Jo


"iya kak,terima kasih."


"Ver kamu gak ada mau di sampaikan ke Adel?" Ji sengaja menyenggol tangan Vero membuat Vero gugup entah mau bicara apa


"Ah..eh iya." Vero terlihat sangat gugup


"Kak Vero kenapa gugup gitu?" tanya Lili


"Biasa Li begitu lah kalau lagi suka sama seseorang tapi malu untuk ngaku." ledek Jo membuat Vero kesal


Bug..


Vero memukul bahu Jo saat mendengar ucapannya


"emang kak Vero lagi suka sama siapa?" tanya Adel dengan polosnya


"Ah..tidak usa dengerin kata-kata Jo,dia asal bicara. Ayo kita masuk,kan kita ada kuliah pagi." Tarik Vero pada Jo pergi meninggalkan ketiga wanita itu


"Del kayaknya kak Vero suka sama kamu." Berlin menggoda Adel sambil tersenyum


"sudah tidak usah banyak bermimpi,itu tidak mungkin. Ayo kita masuk kelas." Mereka bertiga masuk ke dalam kelas dengan wajah yang berseri


Saat Adel masuk banyak temannya yang ngucapin bela sungkawa tetapi mereka tidak tahu siapa kakek Adel,yang mereka tahu hanya kakek Adel meninggal.


Saat para teman Adel ngucapin belasungkawa,dari arah pintu masuk seorang gadis yang Adel tidak kenal lalu menghampiri Adel


"hei..itu tempat dudukku!" kata wanita itu


"gak salah,disini memang tempat duduk Adel dan kamu sering disini." kata Berlin


"tapi aku suka disini dan kemarin ku duduk disini karena memang kosong." kata wanita itu yang ternyata adalah mahasiswa baru yang bernama Zoya


Adel hanya menanggapi dengan melirik kearah Zoya tanpa memperdulikannya dan terus saja melanjutkan kegiatannya yaitu main HP.


"Hei..kamu dengar yang aku bilang,kamu jangan macam-macam bisa saja aku membuatmu di keluarkan dari kampus ini,kamu tidak tahu siapa aku?" ucap Zoya sombong


"Aku gak tau dan gak mau tau,intinya ini tempatku jauh sebelum kamu ada. Lili siapa sih dia?" tanya Adel


"Dia mahasiswa baru dan kebetulan satu kelas dengan kita." jawab Lili

__ADS_1


"oooooo..lalu kenapa kmu begitu sombong,apa yang membuatmu sombong?" tanya Adel dengan santainya


"Dengar baik-baik,aku adalah calon menantu dari pemilik kampus ini!" kata Zoya dengan sombongnya


"hahahhahahha..maksud kamu,kamu adalah menantu dari Tante Clarisa dan om Marvin yang otomatis calon dari kak Vero?" Tanya Berlin sambil tertawa


"iya,oh jadi ku kenal dengan Tante Clarisa dan om Marvin? Jadi sekarang aku mau pindah dari situ atau aku akan membuat hidupmu di kampus ini tidak nyaman!" Perintah Zoya dengan angkuhnya


"kalau aku tidak mau,kamu mau apa?" tanya Adel


"maka siap-siap saja untuk keluar dari kampus ini."


"Silahkan jika kamu bisa!" tantang Adel


"Tunggu saja,besok aku yakin kamu tidak akan bisa lagi sombong begitu." teriak Zoya


"Kita lihat saja." Adel tetap duduk dengan tenang di tempatnya hingga dosen masuk dan Zoya terpaksa mencari tempat yang kosong


Ternyata perdebatan tadi di dengar oleh salah seorang senior yang sama dengan Vero,lalu dia melaporkan pada Vero apa yang terjadi.


"Hah..wanita seperti itu yang Tante Clarisa katakan baik dan pintar? Aku gak habis pikir dengan orang tua kamu,kenapa bisa mengatakan kalau wanita itu baik dan pintar?" Jo sangat heran mendengar penjelasan salah seorang temannya


"Ku juga tidak tahu,tapi semalam dia dan orang tuanya datang kerumah karena mommy mengajaknya makan malam." dengan nada malas bicara


"jadi kamu sudah melihatnya?" tanya Jo


"iya aku sudah melihatnya dan aku malas meladeninya,tetapi mommy terus saja memaksaku untuk menemaninya akhirnya aku menemaninya berbicara di taman belakang rumah."


"Lalu?"


"Ya biasa aja,aku mengatakan jika belum siap tunangan apa lagi menikah."


"Kenapa kamu bilang begitu,justru dengan kamu katakan seperti itu maka dia beranggapan kalau kamu memberinya harapan tetapi belum sekarang."


"Sudahlah aku malas membahasnya."


"aku tidak tahu apa yang Adel akan lakukan pada dia jika dia tidak berubah dan tetap sombong."


"entahlah." Vero mengangkat bahunya tanda tidak tahu


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like


♈ Komen

__ADS_1


__ADS_2