The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 45


__ADS_3

Malam sebelum Adel masuk kampus kembali


"Vero malam ini teman mommy akan datang bersama anaknya,katanya anaknya itu sudah masuk kuliah tapi dia tidak pernah bertemu denganmu." Kata Clarisa


"Lalu apa hubungannya dengan aku mom?" Jawab Vero tidak suka


"Kan mommy sudah katakan kalau mommy akan menjodohkan kamu dan anak teman mommy dan malam ini kami akan mempertemukan kalian."


"Mom harus berapa kali Vero katakan kalau Vero tidak mau dijodohkan,apalagi dengan wanita yang sama sekali tidak kenal." Kata vero tetap menolak permintaan sang mommy tetapi Clarisa malah pergi meninggalkannya


tepat jam 7 malam teman Clarisa pun datang bersama anaknya


"Ambar akhirnya kalian datang juga,ayo masuk!" Clarisa langsung menemui temannya itu saat mendengar ada mobil parkir depan rumah


"Iya dong aku pasti datang,apalagi ini acara penting,ya kan pa?" Kode Ambar ke Jack sang suami


"ini Zoya ya? wah cantik ya." Puji Clarisa pada Zoya tetapi Zoya hanya tersenyum menanggapinya


"Iya Tante saya Zoya." jawab Zoya seadanya


"Anak kamu mana?" tanya Ambar


"Dikamar,paling bentar lagi turun. Ayo kita langsung ke meja makan saja,setelah itu kita ngobrol di ruang tengah." Ajak Clarisa dan diikuti oleh Ambar,Jack serta Zoya


"Bi,tolong panggilkan tuan dan Vero ya,katana semua sudah ada diruang makan!" suruh Clarisa ke asisten rumah tangganya


"iya nyonya."


Selang beberapa lama Marvin datang disusul Vero di belakangnya


"Wah sudah ada semua ternyata." Kata Marvin menghampiri tamunya


"Tambah muda aja nih."kata Jack menepuk pundak Marvin


"Ah ku bisa saja." Ayo silahkan duduk


Vero yang baru datang langsung duduk di samping Clarisa tanpa memperdulikan tamu orang tuanya. Ambar merasa tidak enak hati akhirnya menyapa Vero duluan


"Ini Vero ya?" kata Ambar dan membuat berlangsung menoleh kearahnya

__ADS_1


"ah iya Tante saya Vero." Kata vero langsung menyalami Ambar dan Jack tetapi dia tidak perduli dengan Zoya


"Perkenalkan ini anak Tante namanya Zoya!" Ambar dengan inisiatif memperkenalkan Zoya pada Vero karena merasa kalau Vero cuek pada anaknya tetapi Vero hanya melihat kearah Zoya dan tersenyum seadanya,kalau Zoya jangan ditanya lagi,dia sangat antusias saat Vero datang,dia terus saja menatap Vero ya bisa dikatakan jatuh cinta pada pandangan pertama


"Ayo kita makan dulu,nanti lanjutkan di ruang tengah aja." Kata Marvin tidak enak hati melihat tingkah anaknya


Setelah selesai makan malam,mereka semua berkumpul di ruang tengah dan membahas soal perjodohan Vero dan Zoya


"Bagaimana ini,jadi kapan mereka tunangan?" tanya Ambar langsung pada intinya membuat Vero menatap tajam pada Clarisa


"Kalau kami sih terserah mereka saja kapan ada waktu." Clarisa tidak memperdulikan tatapan Vero membuat Vero menahan amarahnya


"Baiklah kita tanyakan pada mereka,Zoya sayang kapan kamu bisa?" Tanya Jack


"Kalau aku sih kapan aja bis pa sekarang juga bisa." Jawab Zoya dengan gaya manjanya membuat Vero ilfil bahkan Marvin juga mulai sedikit tidak suka dengan tingkah Zoya yang berlebihan


"Kalau kamu Vero?" tanya Clarisa


Marvin hanya diam saja karena sebenarnya dia tidak terlalu setuju tetapi karena demi balas Budinya pada keluarga Zoya makanya dia menuruti kemauan istrinya


"Aku sudah bilang mom kalau aku belum siap." Kata vero tegas


"Kan kalian bisa saling kenal saat sudah tunangan nanti." Kata Ambar langsung


"Maaf Tante aku tetap tidak bisa,permisi!" Vero meninggalkan semuanya diruang keluarga lalu ke kamarnya


"Ambar maaf ya,nanti aku bicara sama Vero lagi,kalian tenang saja perjodohan ini akan tetap berlangsung." Kata Clarisa meyakinkan Ambar dan Jack tetapi Zoya malah bersikap kurang ajar


"Pokoknya aku dan Vero harus tetap tunangan Tante,apa kalian lupa kalau orang tuaku sudah membantu kalian disaat kalian terpuruk dulu." Kata-kata Zoya membuat semuanya kaget termasuk orang tuanya,mereka tidak menyangka kalau Zoya akan bicara seperti itu,Marvin semakin yakin dengan keputusan yang Vero ambil kalau keputusan itu sangat tepat


"Sayang kamu tenang saja karena Tante bisa pastikan kalau Vero tetap akan menjadi tunanganmu bahkan kalian akan menikah." Clarisa mencoba meyakinkan Zoya dan berusaha membuat agar keluarganya tidak malu


"Baiklah Tante." Jawab Zoya


Mereka terus saja berbincang hingga menunjukkan jam 9.30 malam dan keluarga Ambar pamit pulang


"Kalau begitu Kami pulang dulu ya,aku tunggu kabar dari kamu." Kata Ambar pamit pada Clarisa


"Iya kamu tenang aja." setelah berpamitan Ambar,Jack dan Zoya meninggalkan rumah Clarisa

__ADS_1


Marvin langsung ke kamar Vero menemui anaknya


tok tok tok


"Ver ini Daddy."


"Masuk aja dad gak dikunci kok!" Marvin masuk ke dalam kamar anaknya dan mendapati anaknya lagi mengotak Atik laptop


"Kamu lagi ngapain?" tanya Marvin basa basi


"gak ada dad,Daddy mau bicara apa? kalau Daddy mau membahas perjodohan itu,lebih baik Daddy keluar karena sampai kapanpun aku tidak mau!" Kata Vero menatap Marvin


"Kamu salah Ver,Daddy sama sekali tidak setuju dengan perjodohan ini,seandainya bukan karena mommy merasa berhutang Budi pada keluarga Ambar mungkin Daddy tidak akan setuju tetapi Daddy tidak tahu harus berbuat apa. Daddy juga tidak suka dengan Zoya,dia terlalu sombong dan angkuh."


"Jadi Daddy tidak akan memaksaku untuk menikahi wanita itu?" Tanya Vero kembali


"Iya Daddy tidak akan memaksamu,bahkan Daddy akan membantumu supaya perjodohan ini tidak terjadi." kata Marvin meyakinkan anaknya


"Tapi bagaimana dad?"


"Kamu cari pacar lah,kalau kamu punya pacar maka akan dengan mudah menolak perjodohan ini karena mommy menjodohkannya bukan hanya berhutang Budi tapi karena kamu sampai sekarang tidak memiliki pacar."


"Baiklah aku akan membawakan wanita ke hadapan kalian sebagai pacarku tapi tunggu sampai aku selesai wisuda,kan sisa beberapa bulan lagi."


"Baiklah Daddy akan ngomong sama mommy. Ya sudah kamu istirahat dulu,Daddy mau kekamar."


"Iya dad." Akhirnya Vero bisa bernafas dengan lega karena mendapat solusi agar perjodohan itu tidak jadi tetapi dia malah bingung siapa yang akan dia bawah untuk menjadi pacarnya sedangkan dia saja tidak dekat dengan wanita manapun


"Bagaimana ini,siapa yang akan aku bawa sebagai pacarku.Aku hanya dekat dengan adiknya Jo dan kedua sahabatnya, Tidak mungkin kan adiknya Jo atau Adel. Mereka pasti tidak mau apalagi harus berpura-pura menjadikan salah satu dari mereka pacar bohongan."


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like


♈ Komen

__ADS_1


__ADS_2