The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 8


__ADS_3

Di Negara A


Besok adalah penerimaan mahasiswa baru yang akan di hadiri oleh mahasiswa dan para orang tua serta para donatur kampus


Tuut tuut tuut


"Halo papiiiii!" Teriak Adel saat Reza mengangkat teleponnya


"Astaga Adel kenapa teriak sih?" Tanya Reza


"Gak apa-apa pi. Maaf deh. Oya papi jadi kesini kan sama mami?" Tanya Adel


"Jadi sayang,kami sudah selesai siap-siap dan sebentar lagi akan berangkat!"


"Apa Arsen ikut pi?"


"Gak sayang,hanya Alana yang ikut karena Arsen hari ini mulai Ospek


"Yah kirain dia ikut pi." Jawab Adel dengan lesuh


"Nanti kalau ada waktu papi suruh Arsen kesitu menemuimu!" Kata Reza menghibur Adel


"Serius pi? Janji ya!" Kata adel girang


"Iya sayang. Sudah dulu ya kami sudah mau berangkat." Reza,suci dan Alana berangkat ke negara A


DiNegara P


Percakapan sebelum Reza dan Suci berangkat ke negara A


"Kita bahas nanti saja kalau aku dan suci kembali dari negara A, kami akan menghadiri penerimaan mahasiswa baru di kampus Adel." Kata Reza


"Baiklah aku juga mau pulang ini sudah malam." Kata Irfan lalu memanggil Leoni untuk pulang


Keesokan harinya Reza,Suci serta Alana berangkat ke negara A untuk menghadiri penerimaan mahasiswa baru dikampus Adel.


Membutuhkan waktu yang cukup lama akhirnya mereka sampai di negara A.


ting nong ting nong bunyi bel apartment Adel


Adel yang baru saja selesai masak langsung membuka pintu


Ceklek


"Mami,Papi!" Teriak Adel langsung memeluk mereka gantian


"Aku gak di peluk ni kak?" kata Alana muncul dari belakang Suci


"Peluk dong,sini!" Adel memeluk Alana lalu menggandeng tangannya masuk kedalam


"Wah apartemen kaka disini lebih bagus daripada di negara P ya!" Kata Alana kagum melihat tempat tinggal sang kakak


"iya dong itu harus..untuk apa mami sama papi punya uang banyak jika aku tidak bisa menyenangkan diriku." Kata Adel melirik ke Reza dan Suci


"Dasar anak matre!" Kata Reza


"Biarin!" Mereka semua tertawa melihat tingkah Adel

__ADS_1


"Pi,mi kalau aku ygkuliah aku juga mau disini ya."semua menatap ke arah Alana


"iya sayang dimana pun kamu mau." Kata suci mengelus kepala alana


"Kapan om Adit kembali kesini mi?"


"Mungkin dlm beberapa hari ini karena dia harus menyelesaikan semua urusannya kemudian pindah kesini dan fokus pada perusahaannya disini."


"Kenapa om adit tidak mau memegang perusahaan mami? Dari pada harus membuatnya lagi dari nol,kan gak mudah." Kata adel


"Dia mau mandiri sayang tapi mami pasti akan selalu membantunya." Kata suci


"Kak adel masak ya?" tanya Alana


"Iya tadi aku masak!" Reza dan Suci saling menatap


"Kakak masak apa?"


"Masak mie.hehehehhe." Kata Adel cengengesan


"Sudah aku duga,karena kakak tidak tahu masak." Kata Alana


Pletak


"Aduh..sakit kak!" Kata Alana kesakitan


"Makanya jangan jadi anak kurang ajar."


"Sudah sudah,Adel kamu delivery makanan ya kami lapar." Kata Suci


"Sudah?" Tanya Reza


"Sudah pi." kata Adel dan Alana barengan sambil tersenyum


"Puas mesannya?"


"Puasssss bangat."


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang ternyata mereka memesan banyak makanan


"Astaga Adel ini yang mau makan siapa aja?" Tanya Suci


"Kita lah mi,kan disini hanya ada kita berempat." Kata adel sambil membawa makanan kedapur dan menyiapkannya


"Tapi ini kebanyakan sayang."


"Kan bisa sampai malam mi jadi gak perlu mesan lagi."


"Dari kamu aja lah sayang."


Setelag makanan siap,mereka menikmati di meja makan tanpa ada suara.


Keesokan harinya dimana acara kampus akan berlangsung Suci dan Reza datang terlambat karena mereka ada masalah sedikit di kantor cabang disana jadi Adel berangkat dengan Alana


Dari kejauhan ada yang memanggil Adel yang baru saja turun dari mobil


"Adeeeeel!" Panggil Berlin membuat Adel menoleh

__ADS_1


"Berlin!" Berlin lalu menghampiri Adel


"Kamu sama siapa Del?" Tanya berlin


"Ini adekku dari negara P!" Kata Adel memperkenalkan Alana


"Hai kak aku Alanan!" Kata Alana mengulurkan tangannya ke arah Berlin


"Hai..aku Berlin. Oya ma,pa,ini teman berlin yang berlin ceritain itu." Kata Berlin ke orang tuanya yang kebetulan datang bersama


"Hai om tante,saya Adel!"


"Ah iya nak,kami orang tuanya berlin. Oya kok tante kayak pernah lihat kamu ya tapi dimana?" Kata Mamanya Berlin


"Mungkin dijalan tan,karena aku baru datang ke negara ini." Kata Adel sopan


"Wajahmu kayak gak asing gitu,tapi sudahlah mungkin tante salah orang. Orang tua kamu mana,kok gak kelihatan?" Tanya mama Berlin sambil melihat ke atas mobil


"Mereka nanti agak telat tan karena ada urusan dulu."


"Kalau gitu ayo kita masuk. Nanti acara dimulai dan kita masih disini!" Ajak mama berlin


Mereka lalu menuju ke Aula tempat penerimaan mahasiswa baru. Aula itu sangat besar seperti lapangan sepak bola sehingga bisa menampung banyak orang..hehehehe


Dalam perjalanan ke aula,Berlin dan Adel serta Alana ketoilet dulu jadi orang tua berlin langsung ke aula. Setelah dari toilet mereka bertemu dengan Angel dan antek anteknya dengan gaya sok senior


"Hei lihat ada anak baru,om om yang kemarin mana kok gak kelihatan? Aku fikir kamu di temanin sama om ganteng itu." Kata Angel mencoba memprovokasi Adel


"Siapa dia kak?" Tanya Alana bingung


"Hanya tikus got!" Kata Adel di telinga Alana dengan suara kecil tetapi masih bisa terdengar


"Apa kamu bilang?" Angel langsung meradang tetapi Adel hanya santai melihatnya


"Kak Angel tu kenapa sih suka bangat gangguin Adel?" Kata Berlin


"Eh kmu gak usa ikut campur,aku gak mau cari masalah dengan kak Jo jadi lebih baik kamu menjauh. Lebih bagus lagi kalau kamu jauhi wanita ini karena dia itu doyannya sama om om." Kata Angel sedangkan Berlin langsung menatap Adel


"Nanti aku jelasin gak usa ladeni mereka." kata Adel


"Awas aja kamu akan tahu akibatnya,aku mempunyai foto yang bisa mengeluarkanmu dari kampus ini!" Teriak Angel kesal tetapi Adel hanya melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Angel


Acara sudah mau dimulai,Adel dan berlin serta Alana mencari tempat duduk yang kosong,kebetulan ada kursi kosong bagian depan yang di tempati para panitia Ospek. Jo yang melihat mereka langsung memanggilnya dan menyuruh mereka duduk disana. Di jejeran Paling depan telah diisi oleh Pemilik kampus serta semua donatur tetapi masih ada kursi kosong yang diperuntukkan untuk donatur no. 1 tepat disamping pemilik kampus


BERSAMBUNG


Kira-kira siapa pemilik kampus dan donaturnya ya??


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like


♈ Komen

__ADS_1


__ADS_2