The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 51


__ADS_3

Kuliah Adel sudah selesai dan kini dia ingin menemui seseorang.


"Del kamu mau kemana?" tanya Berlin yang datang menghampiri saat melihat Adel ingin naik mobil


"Aku ada perlu dulu.Kalian bisa duluan ke apartemen dan menungguku disana."


"Kalau gitu lili ikut sama aku." Kata Berlin


"Tidak perlu karena aku bawa mobil." kata Lili memperlihatkan kunci sambil tersenyum


"Kamu beli mobil?" tanya Berlin menatap lili


"Ya gak lah,ini mobil Adel tapi dia menyuruhku memakainya."


"oh gitu."


"Ya sudah aku duluan dulu ya." Adel lalu menaiki mobilnya dan meninggalkan sahabatnya


Dia menuju kesebuah gedung yang tinggi,entah ada berapa tingkat tapi bisa dipastikan kalau tidak kurang dari 20 lantai


"Waw..besar juga. Lebih baik aku menghubunginya dulu." Adel tiba di depan pintu gedung itu dan melihat ada security yang menjaga


tuut..tuut..tuut..


"Halo..aku sudah di depan gedung!" Kata Adel menghubungi seseorang


"Baiklah aku akan segera turun."


Didepan gedung security itu selalu memperhatikan Adel,awalnya security itu menaruh rasa curiga pada Adel karena dari tadi hanya bolak balik di depan dan selalu melihat ke dalam tanpa bertanya. Tidak lama kemudian keluar seorang wanita cantik


"Selamat siang Bu Laura!" Sapa security dan ternyata orang yang Adel temui adalah Laura orang kepercayaan Wira yang mengendalikan perusahaannya di negara A


"Siang." Sapa Laura dengan ramah


"Ibu mau keluar?" tanya security


"Saya mau menemui seseorang." Laura langsung meninggalkan security itu dan menuju ke arah Adel


"Selamat siang Bu." Sapa Laura dan masih bisa di dengar oleh security itu


"Ah siang kak,tidak usa panggil ibu karena kakak jauh lebih tua dari saya."Kata Adel


"Maaf Bu tapi sudah seharusnya saya memanggil ibu."

__ADS_1


"Tapi hanya jika di lingkungan kantor dan saat bekerja,jika diluar aku tidak mau!"


"Baik Bu. Ayo silahkan saya antarkan keruangan ibu." Adel dan Laura berjalan bersamaan menuju lantai dimana terletak ruangan pimpinan. Banyak karyawan yang berbisik melihat Adel yang baru pertama kali ke kantor itu yang ternyata adalah kantor Twins company


"Silahkan masuk Bu!" Kata Laura membukakan pintu ruangan Adel yang selama ini memang kosong karena Laura mempunyai ruangan sendiri. Para karyawan heran melihat Laura membukakan pintu pada Adel dan yang dia bukakan itu adalah pintu ruangan pimpinan yang selama ini belum ada yang tahu bagaimana wajah pimpinan mereka


"Yang sama ibu Laura siapa ya,kok mereka masuk keruangan pimpinan?"


"Iya aku juga baru melihatnya,Apa dia pimpinan disini?"


"Sepertinya bukan karena dia masih terlalu muda untuk jadi seorang pemimpin."


"Iya itu sangat tidak mungkin tapi dia siapa ya?"


"Sudahlah tidak usa di permasalahkan nanti kita di marahi cuma gara-gara orang itu jadi lebih baik kita lanjut bekerja." begitu lah kata para karyawan disana


"Ini ruangan siapa kak?" tanya Adel karena ruangan itu sangat luas dan sangat elegan


"Ruangan kamu nantinya saat kamu sudah mulai bekerja."


"Luas bangat kak,itu pintu apa?"


"Itu kamar pribadi yang dapat kamu pakai untuk istirahat


"Bukan tetapi tuan besar sendiri yang memberikan ide ini kepada arsiteknya."


"Wah eyang memang hebat."


"Jadi bagaimana,apa kamu akan berubah pikiran dan mulai aktif di perusahaan?" tanya Laura


"Aku belum bisa karena sekarang aku mau fokus dulu mengikuti tes untuk bisa langsung ke semester akhir dan bisa ikut wisuda tahun depan." jelas Adel


"Baiklah semoga kamu bisa lulus dan bisa segera bekerja karena banyak sekali para rekan bisnis kita yang ingin bertemu."


"Baiklah." Setelah berbicara dan membahas tentang twins company,Adel langsung pulang ke apartemen


"Akhirnya kamu pulang juga!" kata Berlin membukakan pintu


"Emang kenapa?" tanya Adel sambil berjalan masuk


"gak apa-apa sih,tu lili sudah masak tapi kami tungguin kamu pulang dulu."


"Ya sudah ayo kita makan kebetulan aku juga sangat lapar." Adel langsung ke meja makan tanpa mengganti baju

__ADS_1


"Aku panggil lili dulu,tadi dia ke kamar."


Adel menunggu di meja makan sedangkan Berlin memanggil lili. Adit sudah pindah ke rumah barunya


"Ayo kita makan,aku sudah sangat lapar!" kata Adel,Berlin dan Lili langsung duduk dan makan bersama


Di negara P James yang mendapat surat panggilan dari pengadilan untuk mengikuti sidang sangat kaget,dia tidak menyangka kalau Mona akan menggugat cerai.


"Apa-apaan ini,kenapa dia bisa sampai ingin bercerai padahal dia tahu kalau aku dan Chika tidak mungkin bisa sama." Kata James marah membuang kertas itu


"Ada apa sih James?" tanya Benedict


"sekarang ayah sudah puas kan karena apa yang keluarga ini inginkan akan terwujud,Mona sudah mengurus perceraian kamu dan ini surat dari pengadilan." James sangat marah melihat ayahnya


"Sudahlah James perempuan seperti Mona gampang kamu dapatkan,kenapa kamu tidak sadar juga kalau dia tidak pantas untuk mendampingi mu." Benedict dengan hati yang senang terus mempengaruhi James


"Sudahlah sekarang ayah tidak perlu lagi ikut campur masalah rumah tanggaku,dan ingat kalau aku memiliki anak dari Mona dan sampai kapanpun dia tetap jadi anakku." James pergi meninggalkan ayahnya lalu menaiki mobil entah kemana


"Aku harus kerumah Mona,aku tidak mau sampai kehilangan yang kedua kalinya."kata James berbicara sendiri sambil melajukan mobilnya kearah rumah Mona. Mona yang kebetulan sedang berada dirumah sangat kaget melihat James datang dengan wajah yang sulit diartikan


Saat Mona ingin menutup pintu rumah,James langsung menahannya.


"Hentikan Mona!" teriak James saat Mona mendorong pintu rumah


"Apa yang kamu lakukan disini?" Mona berusaha menahan pintu tapi kekuatannya tetap tidak sebanding dengan James sehingga pintu rumah itu terbuka lebar kembali


"Apa maksud kamu mengajukan perceraian ke pengadilan?" kata James menatap Mona


"Kamu masih bertanya apa maksudku setelah apa yang kamu dan keluarga mu lakukan?" kata mona sinis


"Tapi aku dan Chika sudah resmi bercerai jadi kita bisa kembali lagi bersama." Dengan gampangnya James mengatakan hal itu membuat Mona geram


"Walaupun kamu dan Chika sudah bercerai tapi aku tetap tidak bisa terus bersamamu,apalagi tidak satupun keluargamu yang setuju dengan pernikahan kita jadi untuk apa di pertahankan. Lagipula selama ini bukan kebahagiaan yang aku dapatkan tapi malah penderitaan,apa kamu pernah memikirkan sedikit pun perasaanku? Kemana kamu disaat aku berjuang melahirkan anak kita? Kamu malah ke kota M menemani Chika." Mona mengeluarkan semua apa yang selama ini dia pendam


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Komen


♈Like

__ADS_1


__ADS_2