The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 66


__ADS_3

"Ma,pa,ada yang Berlin pengen ngomongin." Kata Berlin menghampiri orang tuanya yang sedang duduk


"Ada apa?" tanya mama Berlin


"Ma aku ingi ke negara I ya dikota M." Kata Berlin memasang wajah seriusnya


"Kamu ngapain disana? Kamu kan belum pernah kesana lagipula itu jauh." Kata papa Berlin kaget mendengar keinginan anaknya


"Aku ingin menyusul Adel dan lili pa,mereka ada disana. Aku gak tahu kalau mereka kesana,itupun aku tahu dari kak Jo karena kak Jo kan dekat dengan Lili." kata Berlin


"Tapi sayang kamu gak tahu negara disana,gak mungkin kamu berangkat sendiri." Kata mama Berlin ragu


"Siapa bilang aku sendiri ma,aku pergi sama kak Jo."


"Apa? Kamu mau kemana dan aku tidak pernah bilang mau pergi sama kamu." Kata Jo yang kebetulan lewat dan mendengar pembicaraan orang tua dan adiknya


"Kan kakak bilang kalau lili dan Adel ada di kota M,jadi kakak tanggung jawab menemani aku kesana juga." kata Berlin dengan santainya


"Aku gak mau!" Kata Jo


"Harus mau,karena kalau Kakak gak temani aku,apa kakak tahan gak ketemu lili dalam waktu yang cukup lama,ingat kak kami libur hampir 1 bulan dan kakak juga sudah tidak kuliah jadi kakak susah ketemu sama lili,kan disana Kakak bisa liburan." Kata Berlin berharap Jo mau


"kan bisa ketemu disini kalau pulang " jawaban Jo sangat cuek seolah-olah gak perduli tapi nyatanya dia juga mau kesana sekalian liburan


"Yakin? tapi kalau lili disana dapat laki-laki yang lebih tampan dari kakak gimana?" wajah Jo langsung berubah saat mendengar perkataan adiknya,lain dengan Berlin yang merasa menang karena dia yakin kalau Jo pasti tidak mau itu sampai terjadi


"Baiklah aku ikut!" kata Jo langsung meninggalkan Berlin


"Besok kita berangkat!" teriak Berlin saat melihat sang kakak sudah pergi


"Emangnya Lili dan Jo pacaran?"Tanya mama Berlin


"Gak sih ma cuma kak Jo kayaknya suka sama lili tapi gengsi aja ungkapin."


"Oh gitu. Jadi kalian benar mau ke kota M besok?" tanya mama Berlin lagi

__ADS_1


"Iya ma. Boleh kan?" kata Berlin memelas


"Iya boleh,ya kan pa?" kata mama Berlin memberi kode pada suaminya


"Iya tapi ingat jangan kelamaan disana."


"Gak kok pa,kan kami cuma liburan. Ya sudah Berlin ke kamar dulu mau siap-siap." Berlin lalu ke kamarnya mempersiapkan semua kebutuhannya


"Aku harus memberitahu Vero." Kata Jo saat berjalan keluar rumah


tuut tuut tuut


Tidak butuh waktu lama Vero mengangkat telponnya


"Halo. Ada apa?" jawab Vero dari balik telpon


"Aku mau ke negara I tempat Adel." Kata Jo langsung intinya


"Ngapain kamu ke tempat Adel?" Tanya Vero jutek


"Kenapa kamu mengunjungi Adel bukan lili,atau kamu juga suka sama Adel sekarang?" tanya Vero dengan nada sedikit tinggi karena sudah merasa kesal


"Bilang aja kamu cemburu,ya kan?" Ejek Jo


"siapa yang cemburu? Sana pergi aja.kalau mau pergi! Ngapain bilang ke aku." Vero semakin kesal karena ulah Jo


"Aku menghubungimu karena ingin mengajakmu kesana,disana itu ada lili. Awalnya aku tidak ada keinginan kesana tapi Berlin mau nyusul kesana dan dia tidak diijinkan jika sendiri makanya dia memintaku menemaninya." Kata Jo menjelaskan


"Kapan kamu pergi?" tanya Vero dengan suara sudah normal kembali tanpa ada tekanan


"Besok pagi kami berangkat. Kamu mau ikut?"


"Entahlah,aku ijin ke mommy dan Daddy dulu." Kata Vero


"Baiklah aku tunggu kabarnya 5 menit dari sekarang." Jo langsung mematikan telponnya membuat Vero kesal

__ADS_1


"Awas aja kamu." Gerutu Vero lalu pergi mencari orang tuanya


"Mom,Dad!" Panggil Vero saat berada di depan kamar orang tuanya


"Masuk Ver!" Teriak Clarisa dari dalam


"Ada apa?" Tanya Marvin


"Mom,dad,Vero ijin ke negara I ya." Kata Vero


"Kamu ngapain kesana?" Tanya Clarisa menatap putra satu-satunya itu


"Jo dan Berlin mengajak Vero kesana mom untuk mengunjungi Adel dan lili sekalian liburan."


"Jadi kamu akan kerumah Tuan Reza?"Tanya Marvin


"Aku gak tau mom itu rumah tuan Reza atau siapa tapi disana ada Adel dan lili." Vero memang tidak mengetahui seluk beluk keluarga Adel,dia cuma tahu kalau Adel adalah anak dari Reza dan suci yang merupakan raja dan ratu bisnis


"Disana kayaknya rumah tuan besar wira dad,karena setahuku kalau tuan Reza itu berasal dari negara P bukan negara I." Kata Clarisa menjelaskan


"Jadi kamu akan kerumah utama keluarga Wiraguna dong. Wah tidak sembarang orang bisa masuk kesana karena penjagaan yang sangat ketat apalagi setelah tuan Wira meninggal penjagaan disana semakin ketat,karena persaingan bisnis yang makin sadis sehingga banyak yang mengincar kedua keluarga itu yaitu keluarga Wiraguna dan Rahardian." Lanjut Clarisa


Clarisa lebih banyak tahu daripada Marvin karena yang sebenarnya Marvin hanya orang biasa yaitu dulunya sebagai manager keuangan di perusahaan Clarisa karena kejujuran dan kedisiplinannya maka ayah Clarisa menjodohkan mereka saat ayah Clarisa sekarat dirumah sakit dan itu lah permintaan terakhir sang ayah,maka dari itu Clarisa menyetujui perjodohannya dengan Marvin,awalnya tidak ada rasa cinta tetapi seiring berjalannya waktu semua itu tumbuh dengan sendirinya dan membuat mereka semakin mesra. Marvin yang sejak awal suka dengan Clarisa sangat bahagia akhirnya Clarisa jadi istrinya ya walaupun mereka menikah karena perjodohan. Hingga akhirnya saat vero usia 4 tahun ayah Clarisa meninggal dan perusahaan di ambil alih oleh Clarisa tetapi Clarisa memberikan kepada Marvin untuk dia yang menjalankannya,selain itu kampus tempat Vero kuliah pun adalah milik ayah Clarisa yang di wariskan pada Clarisa sebagai anak tunggal.


Semenjak ayah Clarisa meninggal perusahaan berjalan dengan lancar tetapi beberapa tahun kemudian mengalami penurunan yang membuat Clarisa harus mencari pinjaman pada sahabatnya yaitu Ambar yang ternyata di pergunakan Ambar untuk menekan Clarisa agar nantinya anaknya di jodohkan sama anak Clarisa. Ambar mempunyai perusahaan sendiri yang ditinggalkan oleh suaminya dan itu yang dia jalankan sampai sekarang tetapi dia kalah dari Clarisa makanya dia mencari cara dengan memasukkan mata-mata kedalam perusahaan Clarisa untuk menghancurkan Clarisa tetapi Marvin orang yang sangat pintar dapat mengetahui siapa dalang dari menurunnya perusahaan itu tetapi sebelum orang itu di mintai pertanggung jawaban,dia meninggal sehingga Marvin tidak bisa mengetahui dalang sebenarnya,kesempatan itu yang Ambar gunakan dan sampai sekarang Clarisa maupun Marvin tidak mengetahui yang sebenarnya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Komen


♈Like

__ADS_1


__ADS_2