The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 89


__ADS_3

"Kak Arsen!" Alana sangat kaget melihat sang kakak yang berdiri di belakangnya dan lebih mengejutkan lagi dia mendengar apa yang Alana katakan walaupun tidak semuanya


"kenapa kaget? Apa yang kamu sembunyikan Lana?" tanya Arsen lagi


"Apaan sih kak,aku tidak menyembunyikan apa-apa kok." jawab Alana gugup


"Kamu jangan bohong Lana,tadi jelas-jelas aku dengar kalau kamu takut jika mami sama papi mengetahuinya."


"Ah itu,gak ada kok kak.Ya sudah aku ke kamar ya kak " Kata Alana langsung meninggalkan Arsen tetapi Arsen menahannya


"Lana kalau kamu sampai berbuat yang aneh-aneh bukan papi dan mami yang akan memulangkan mu tapi aku langsung yang akan melakukan itu. Jangan sampai kamu melakukan hal yang bisa membuat keluarga kita malu." Kata Arsen memperingati Alana tapi Alana sama sekali tidak merespon sang kakak dan malah meninggalkan Arsen di tempatnya tadi


"Dasar anak itu,aku harus mengawasi dia,jangan sampai dia melakukan hal yang aneh-aneh karena sepertinya dia mempunyai rencana." Gumam Arsen


Dalam kamar Adel sangat gelisah dan memilih untuk ke balkon kamar untuk menghirup udara segar


"Apa yang Alana akan lakukan jika aku menerima Vero kembali,aku tidak mau hubunganku dan Alana jadi rusak tapi aku juga tidak bisa memaksa Vero untuk menyukainya,semoga dengan aku pulang ke negara S dan Alana kuliah dengan Vero mereka bisa dekat dan Vero bisa suka dengan Alana." Kata Adel berbicara sendiri


"Lebih baik aku menghubungi lili dan Berlin lalu menyuruhnya kesini,mungkin dengan menceritakan semua pada mereka maka aku akan sedikit tenang." Adel lalu mengambil ponselnya dan menghubungi kedua sahabatnya itu


tuut tuut tuut


Lama Adel menghubungi Lili akhirnya diangkat juga


"Halo Del." Sapa Lili dari balik telpon


"Lama bangat sih diangkat,Oya kamu kesini ya temani aku." Kata Adel langsung pada intinya


"Di rumah om Adit kan?" tanya Lili


"Iyalah masa di rumah orang lain." jawab Adel


"Ya siapa tahu aja kan kamu dirumah orang lain." kata Lili sambil tertawa


"Tidak pake lama ya,hubungi Berlin dan kalian langsung kesini sekalian nginap aja."


"Oke deh siap bos." Kata Lili mematikan telpon nya lalu menghubungi Berlin


"Halo. ada apa Li?" tanya Berlin saat mengangkat telponnya


"Halo. Ber tadi Adel menghubungiku dan dia meminta kita untuk ke rumah om Adit tapi kita disuruh untuk nginap. Gimana,apa kamu mau?" tanya Lili


"Baiklah,aku akan katakan dulu ke orang tuaku setelah itu aku akan menghubungimu." kata Berlin


"Baiklah." Setelah mereka mengakhiri panggilan telpon nya,Berlin lalu mencari kedua orang tuanya dan kebetulan kedua orang tuanya ada di ruang tengah bersama Jo

__ADS_1


"Pa,ma, aku ijin ke rumah omnya Adel ya." kata Berlin meminta ijin pada kedua orang tuanya


"siapa aja?" tanya mama Berlin


"Hanya aku dan Lili ma,Adel sudah ada disana tapi aku nginap ma,kan sebentar lagi Adel akan kembali ke negara S jadi kami ingin bersama-sama dulu." Berlin berusaha meyakinkan mamanya


"Baiklah ku pergi aja."Kata mama Berlin


"Papa gimana?" tanya Berlin pada papanya


"Ya kalau papa sih tidak ada masalah lagipula kita sudah mengenal Adel dan keluarganya jadi papa tidak punya alasan untuk melarang mu." jawab papa Berlin


"Kalau gitu aku siap-siap dulu ya." kata Berlin hendak meninggalkan mereka


"Tunggu! kenapa kamu gak ngajak aku dan Vero?" tanya Jo yang sejak tadi hanya mendengarkan apa yang adik dan orang tuanya bicarakan


"Ya cuma aku dan lili yang diajak sama Adel,lagipula untuk apa juga kakak dan kak Vero ikut? ini urusan perempuan." Berlin lalu menuju kamarnya mempersiapkan apa yang akan dia bawa


Setelah merasa semua sudah siap,Berlin lalu menuju ke apartemen Adel diantar oleh sopir papanya


tok tok tok


Lili yang mendengar suara pintu langsung membuka pintu karena dia yakin kalau itu adalah Berlin.


"Ayo!" kata Berlin saat Lili membuka pintu


"Kita naik taksi?" tanya Berlin


"Ya gak lah,kita pakai mobil."


"Bukannya.mobil itu dipakai sama Arsen?" tanya Berlin bingung karena setahunya kalau mobil yang Adel berikan ke Lili dipinjam oleh Arsen


"Iya itu hanya 1 malam aja dan sudah dikembalikan,lagipula di rumah om Adit itu banyak mobil dan di sana juga ada mobil Adel."


"oh iya ya. Ayo kita berangkat,pasti Adel sudah nunggu kita." Mereka berdua dengan senang hati berangkat ke rumah adit karena kesempatan seperti ini jarang terjadi semenjak Adel kuliah di negara S


Lili dengan santai melajukan mobilnya membelah jalan raya negara A sambil diiringi lagu dan tanpa sadar mereka sudah ada di depan gerbang rumah Adit


"Eh nona Lili dan nona Berlin." Sapa security


"Hai pak,apa kabarnya?" Sapa Lili balik


"Baik non." Jawab security itu lalu membuka gerbang


"Silahkan non." Security itu mempersilahkan Lili dan Berlin masuk

__ADS_1


"Makasih pak." Lili melajukan mobilnya meninggalkan security itu dan tiba di halaman rumah Adit


Ternyata disana sudah ada Adel yang menunggu sambil duduk di taman


"Adeeeeel." teriak Lili dan Berlin


"Ini bukan hutan,ngapain teriak-teriak?" kata Adel melihat kedua sahabatnya


"Ya kita hanya senang aja karena bisa kumpul bertiga lagi dan bisa tidur sama lagi." Kata Berlin


"Siapa bilang kita tidur bertiga,kalian dikamar tamu!" kata Adel jutek


"Ah gak seru deh." gerutu Berlin


"Habisnya kamu kalau tidur ngorok sih." Kata Adel dengan santainya sedangkan Lili tertawa terbahak-bahak


"kok aku sih,Lili tu yang ngorok." kata Berlin Kesal


"Sudah ayo kita masuk aja."Kata Lili


"Yang tuan rumah siapa sih,kok kamu yang ngatur." kata Adel


"Habisnya kalian mau sampai kapan disitu,lebih baik kita masuk aja,kalau gak mau masuk ya aku aja yang masuk." Kata Lili langsung masuk kedalam rumah diikuti oleh Adel dan Berlin


"Kok sepi Del?"Tanya Lili


"Tadi mami sama papi keluar katanya mau ketemu rekan bisnisnya,terus Arsen biasa lah di kamar,apalagi kalau bukan depan laptop." Jawab Adel


"bibiiii!" Panggil Adel pada asisten rumah tangganya


"Iya nona muda,ada yang bisa bibi bantu?" jawab sang pembantu saat menghampiri Adel


"Bi,tolong bawain cemilan dan minuman ya ke kamar!" kata Adel


"Baik nona,akan saya antarkan."


"Kami tunggu dikamar ya bi." kata Adel lalu beranjak ke kamar nya


"Iya nona." sang pembantu lalu ke dapur mempersiapkan apa yang nona muda nya mau


🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman

__ADS_1


♈Komen


♈Like


__ADS_2