
Keesokan harinya sesuai janji Arsen semalam kalau dia akan menemani Adel untuk berkunjung ke kantor nya. Sebelum mereka pergi,mereka sarapan bersama.
"Kalian mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya Suci yang heran melihat kedua anak kembarnya kini sudah rapi
"Aku sama Arsen ada urusan mi,kan malam nanti aku akan kembali ke negara S jadi ada pekerjaan yang aku akan selesaikan dulu." Jawab Adel
"Lalu Lili dan Berlin?" Tanya Suci lagi
"Kami juga ada perlu tante di kampus tapi sore kami kesini lagi karena kami akan mengantar Adel ke bandara." Jawab Lili
"Oh gitu. Ya sudah kalian makan aja dulu." Setelah Suci berkata demikian mereka semua pun melanjutkan makannya
Alana yang sejak tadi hanya diam saja terus bertanya-tanya dalam benaknya Adel sebenarnya mau kemana,ya walaupun Alana tahu tentang twins company tapi dia belum kepikiran sampai kesana karena walaupun kini dia sudah memasuki bangku kuliah,dia masih saja seperti anak remaja yang susah mengerti keadaan.
"Kak Adel mau kemana ya,jangan-jangan mau ketemu kak Vero." Gumam Alana yang kesal
"Lana hari ini kita ke mall yuk untuk belanja keperluan kamu sebelum masuk kuliah." Ajak Suci
"Iya mi." Sebenarnya Alana malas pergi tapi dia tidak mau di marahi lagi
__ADS_1
Reza dan Adit hanya bisa diam menikmati makanannya dan mendengar percakapan Suci dan yang lain
Setelah semua selesai makan Adel dan Arsen pamit duluan.
"Pi,mi,kami duluan ya." Pamit Adel dan menarik Arsen
"Iya sayang hati-hati ya!" kata Suci
"Kami juga pamit om,tante." Pamit Berlin dan Lili
Arsen dan Adel mengendarai 1 mobil dan langsung menuju kantor Twins Company milik Adel. 30 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di depan gedung yang tinggi dan di depan pintu masuk sudah ada Laura menunggu bosnya. Hanya irang tertentu yang tahu siapa Arsen dan Adel,yang tidak tahu pasti ada saja yang memandang remeh bahkan berfikir yang aneh-aneh tapi Adek tidak mau ambil pusing masalah itu.
"Silahkan nona!" Laura mempersilahkan Adel masuk dengan sopan dan hormat karena di lantai itu hanya di khususkan untuk ruangan CEO,asisten dan sekretaris,jadi yang ada di lantau itu sudah tahun identitas Adel makanya Laura berubah menjadi bawahan jika berada di ruangan Adel,walaupun Adel sudah memberitahu tapi Laura tetap merasa tidak enak kecuali jika depan umum barulah Laura memperlakukan Adel layaknya adik atau sahabat.
Adel masuk dan langsung duduk pada kursi yang memang disediakan untuk CEO,Arsen langsung duduk di sofa dan membuka laptopnya begitu juga dengan Laura
"Kak Laura bagaimana perkembangan saat ini?" Tanya Adel
"Semua lancar nona tapi banyak pimpinan dari perusahaan lain ingin bertemu dengan CEO Twins Company bahkan ada salah satu perusahaan yang tidak mau tanda tangan kontrak jika tidak bertemu dengan CEO." Jelas Laura
__ADS_1
"Lalu apa yang kak Laura katakan?"
" Aku hanya bilang kalau CEO sekarang belum bisa muncul depan umum dan juga lagi berada di luar negeri belum bisa di ganggu,tapi mereka tetap tidak mau tanda tangan jika tidak bertemu Nona."
"Ya sidah jika mereka tidak mau tanda tangan tidak perlu di paksa lagipula masih banyak yang mau kerjasama dengan kita kan." kata Adem dengan santainya
" Iya nona benar tapi perusahaan ini cukup bagus nona." Kata Laura menyayangkan batalnya kerjasama mereka
"Aku tidak perduli kak,biarkan saja." Adel dengan santainya menjawab kata-kata Laura
🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Komen
♈Like
__ADS_1