
Flashback on
"Hei hentikan!." Kata seorang pria menghentikan motornya ketika melihat ada segerombolan preman yang menghadang seorang kakek tua
"Hahahaha..ada pahlawan kesiangan ternyata,hei bocah kamu tidak usa ikut campur karena ini urusan kami." Kata salah seorang preman yang ternyata adalah bos mereka
"Kalau berani lawan aku jangan lawan kakek itu,dasar pengecut!." Kata pria itu
"Baiklah kalau itu keinginanmu anak muda tapi jangan salahkan kami jika kaki dan tanganmu patah."
"Tidak perlu banyak ngomong ayo lawan aku."
Perkelahian pun dimulai,pria itu sangat kuat melawan 5 preman sekaligus,bahkan semua preman di hajar sampai babak belur dan memilih untuk kabur
"Tuan tidak apa-apa?" tanya pria itu menghampiri Wira
"Harusnya saya yang bertanya kamu tidak kenapa-napa? Kamu melawan 5 preman sekaligus." Kata wira khawatir
"Saya tidak apa-apa tuan,ini buktinya saya masih sehat." Kata pria itu
"Nama kamu siapa anak muda dan kamu mau kemana?" Tanya Wira
"Nama saya Zico tuan ,Zico Alexander." Ternyata pria itu bernama Zico
"Nama yang bagus,lalu apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini?"
"Kebetulan saya dari rumah teman dan berencana mau mencari kontrakan tuan."
"Emang orang tua kamu dimana?"
"Orang tua saya sudah meninggal tuan,saya dari Desa dan kesini ingin kuliah dan mencari kerja agar bisa membiayai kuliah saya." Kata Zico dengan wajah yang murung
"Lalu selama ini kamu tinggal dimana?"
"Saya numpang di kontrakan teman yang kebetulan 1 kampung dengan saya tetapi saya tidak enak karena numpang hidup dengan dia maka dari itu saya berencana mencari kontrakan dan kerjaan."
"Saya bisa membantu kamu mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal."
"yang benar tuan." tanya Zico dengan wajah yang sangat gembira
"Iya anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih saya karena kamu telah menyelamatkan saya."
__ADS_1
"Saya ikhlas menolong tuan."
"Sudah ayo ikut saya,nanti saya akan tunjukkan tempat tinggal kamu dan disana saya akan menjelaskan apa pekerjaan kamu,kamu ikuti mobil ini dari belakang." Ajak Wira lalu masuk kedalam mobil dan menyuruh sopir untuk jalan
"Baiklah tuan." Zico mengikuti Wira dari belakang menggunakan motor matic milik temannya
Sekitar 30 menit Wira sampai disebuah apartemen yang mewah
"Silahkan tuan besar!" Kata sang sopir membukakan pintu untuk wira
"Iya."
"Ayo ikut saya." Zico hanya mengiyakan dan mengikuti Wira
Wira memasuki sebuah apartemen yang mewah,didalam terdapat dua kamar,ruang tamu,dapur dan ada ruang makan
"Ini apartemen siapa tuan?" Tanya Zico penasaran
"Ini punya saya dan disini kamu akan tinggal." Kata wira sambil berjalan menuju sofa
"Apa tuan tidak salah? Ini sangat mewah tuan dan saya tidak pantas tinggal disini,nanti apalah yang keluarga tuan katakan." Zico merasa sangat tidak enak karena mendapatkan apartemen yang sangat mewah hanya karena dia menolong Wira
"Tapi ini tidak gratis!" Kata wira tampak serius
"Siapa bilang kamu harus membayarnya."
"Maksud tuan?" Zico tampak bingung dengan perkataan Wira
"Kamu kerja diperusahaanku."
"Apa tuan tidak salah? Saya hanya lulusan SMA dan tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan dan kalau boleh tahu perusahaan apa?'
"Baiklah dengar baik-baik! Saya baru saja membuka sebuah perusahaan dan belum ada yang bisa saya percaya untuk menjalankannya,saya mau kamu bisa menjadi pemimpin sementara di perusahaan itu."
"Maksud tuan?" Zico semakin bingung
"Perusahaan itu adalah hadiah untuk cicitku yang baru saja lahir,tetapi satupun keluarga tidak ada yang mengetahui soal perusahaan ini,kelak jik cicitku sudah dewasa aku akan menyerahkannya untuk mereka kelola." Kata wira menjelaskan pada Zico
"Mereka? Maksud tuan cicit tuan bukan cuma 1 yang akan mendapatkan perusahaan itu?"
"Iya,mereka kembar. Namanya Arsenio dan Adelia. Aku mau kamu mengurus perusahaan ini sampai tiba saatnya aku serahkan pada mereka."
__ADS_1
"Tapi kenapa tuan mempercayakan pada saya mengurus perusahaan itu bahkan kita saja baru kenal."
"Entahlah tetapi aku merasa kalau kamu orang yang tepat untuk menjalankan perusahaan itu
"Tetapi saya belum mengerti sama sekali tuan."
"Kamu tenang saja karena akan ada asisten yang membantumu dan aku akan selalu ada di belakang kalian." Kata wira menjelaskan
"Baiklah tuan saya akan menerimanya dan menjalankan apa yang tuan perintahkan. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak karena tuan sudah menolong saya. Kalau boleh tahu apa nama perusahaannya?" Kata Zico membungkukkan sedikit badannya
"Twins Company. Ingat jangan sia-siakan kepercayaan yang aku berikan dan lusa kamu bisa datang keprusahaan dan 1 Minggu lagi kamu akan kuliah,saya akan menyuruh asistenmu untuk mengurus semuanya,dan 1 lagi jangan panggil tuan tetapi panggil kakek!"
"Baiklah ka...kakek." Zico sangat terharu dan langsung mencium punggung tangan Wira dengan mata yang berkaca-kaca
Hari demi hari dilalui Zico dan kini dia sudah selesai kuliah bahkan dia sudah kenal bahkan dekat dengan keluarga Wira tetapi tidak satupun yang tahu mengenai perusahaan itu,Zico dan Chika sangat dekat bahkan tidak jarang Chika curhat dan jalan dengan Zico,banyak orang mengira kalau mereka pacaran tetapi Chika selalu mengelak kalau dia hanya menganggap Zico sebagai kakak,tetapi suatu hari Zico pergi keluar negeri dengan alasan pekerjaan dengan tanpa curiga semua keluarga percaya begitu juga dengan Chika tetapi beda dengan Wira yang tahu semuanya.
Hingga saat hari dimana keluarga Wiraguna kehilangan sosok kepala keluarga yang dikagumi Zico datang setelah sekian lama tidak muncul.
"jadi itu suami dari Chika?" itulah kata-kata yang yang muncul di benak Zico saat melihat James karena selama ini dia tidak pernah tahu soal suami Chika
Flashback Off
"Jadi om Zico adalah orang yang kakek percaya mengelola perusahaan yang selama ini tidak ada yang mengetahui pemimpinnya dan hanya asistennya saja yang selalu hadir disaat ada pertemuan besar?" Pertanyaan itu muncul seketika dari Adel
"Ya sepertinya begitu,karena semua berkas disini tertulis atas nama Zico Alexander dan disini ada surat dari eyang yang mengatakan demikian,bahkan ada foto antara eyang dan om Zico." Jelas Arsen
"Kehidupan memang sulit untuk dimengerti." Kata Adel
"Lalu om Zico sekarang dimana?"
"saat pemakaman eyang aku lihat dia ada tetapi sekarang sudah tidak ada,bagaimana kita akan menemukannya,sedangkan kita tidak memiliki nomornya?" Kata Adel terlihat bingung
"kita bisa minta nomor ponselnya pada Tante Chika,bukannya mereka dekat ya dari dulu,aku yakin kalau Tante Chika mempunyai nomornya."
"baiklah besok kita temui Tante Chika,sebaiknya kita kekamar dan istirahat dulu." Mereka ke kamar masing-masing dan tidur
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa
♈Vote yang banyak teman-teman
__ADS_1
♈Like
♈ Komen