The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 34


__ADS_3

Dinegara P tepatnya disebuah rumah yang lumayan megah,sepasang suami istri serta orang tua mereka sedang bingung dan takut tidak tahu harus berbuat apa lagi karena tiba-tiba perusahaan Arwana Grup membatalkan kerjasama mereka dan itu membuat perusahaan Fargo Grup rugi.


"Bagaimana ini,kamu harus menghubungi Chika dan meminta penjelasannya!" Kata Benedict


"Chika sekarang lagi sibuk pa karena yang aku dengar kalau Kakek Wira masuk rumah sakit." Kata James


"ini kesempatan kita untuk menarik perhatian mereka,kita akan segera berangkat ke kota M besok." Kata ayah James


"terserah papa aja lah." James langsung pergi meninggalkan sang ayah


Dirumah sakit Adel baru saja sampai dengan wajah yang sangat khawatir


"Dari mana saja kamu,semua orang mencarimu tetapi kamu sangat sulit dihubungi?" Tanya Reza langsung berdiri melihat Adel


"Maaf Pi tadi ponselku jaringannya hilang jadi susah dihubungi." Kata Adel


"Bagaimana keadaan Kakek mi?" tanya Adel melihat kearah tempat tidur Wira


"Seperti yang kamu lihat,Kakek sangat lemah dan kondisinya drop."


"Bukannya dokter bilang jika Kakek sudah bisa pulang,lalu kenapa Kakek bisa drop begini?"


"kami juga tidak tahu,doakan saja Kakek segera sadar."


Malam tiba semua berkumpul diruangan Wira,tepat jam 10 hanya sisa Adel,Alana,dan Arsen yang menunggu Wira sedangkan yang lainnya keruangan yang telah di siapkan untuk istirahat

__ADS_1


Adel setia menemani Wira dan tetap disampingnya menggenggam tangannya,sedangkan Arsen dan Alana tidur di sofa


Dalam tidur Adel bermimpi


"Kakek mau kemana?" tanya Adel dalam mimpi


"Adel cucu Kakek yang paling Kakek sayang,Kakek harus istirahat karena tugas Kakek sudah selesai." Kata Wira memakai pakaian putih dalam mimpi


"Kakek kan bisa istirahat dirumah,kenapa harus pergi?"


"Sekarang lain sayang,Kakek harus pergi kesuatu tempat,tapi Kakek akan selalu ada di hati kamu."


"tidak kek,Kakek tidak boleh meninggalkan aku." Adel memegang tangan Wira


"Kamu harus jadi wanita sukses dan lebih sukses dari mami papimu,ingat pesan Kakek pada kamu dan Arsen,jangan buat Kakek kecewa. Jangan pernah percaya pada siapa pun walaupun itu orang terdekat karena orang terdekat kita yang biasa menghancurkan kita." Setelah berkata seperti itu Wira langsung menghilang


tuuuuuuuuuuuuuuuut........


"Adel.!" Arsen langsung menghampiri Adel


"Arsen segera panggil dokter,kenapa mesin monitor Kakek seperti ini!" Teriak Adel membuat Alana terbangun sedangkan Arsen langsung memanggil dokter


"Kak Adel ada apa?" Tanya Alana panik


"Cepat kamu ke panggil semuanya kesini!"

__ADS_1


Tidak lama kemudian dokter dan perawat datang


"Bagaimana keadaan Kakek dok?" tanya Adel panik


"Maaf nona tapi tuan besar sudah meninggal,kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Kata dokter dengan raut wajah sedih


"APA!!" Teriak suci dan Chika dari pintu


"dokter pasti bohong kan,Kakek pasti masih bisa di selamatkan,tolong selamatkan Kakek dok!" Kata Suci dengan air mata di pipinya


Adel histeris lalu pingsan,untung saja ada Arsen disampingnya. Semua keluarga sudah ada dalam ruangan Wira


"Maafkan saya nyonya besar,saya tidak bisa menyelamatkan tuan!" Kata dokter menghadap ke Hasna yang kini hanya bisa diam melihat jenazah suaminya


"iya dok gak masalah,lagipula ini sudah takdir papa dan mungkin dengan begini beliau sudah tidak merasakan sakit lagi." Kata Malik


BERSAMBUNG


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like

__ADS_1


♈ Komen


__ADS_2