The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 43


__ADS_3

Di negara A tepatnya rumah Vero,terjadi perbincangan antara orang tua dan anak


"Aku tidak mau mom." kata vero langsung berdiri


"tapi sayang kami sudah menerima perjodohan ini dan tidak mungkin akan membatalkannya." kata Clarisa


"kenapa kalian tidak memberitahu pada Vero dulu sebelum mengambil keputusan?" Vero tampak sangat kesal pada kedua orang tuanya


"Maaf sayang kami yakin kalau kamu akan setuju karena wanita ini bukan cuma cantik tapi pintar maka dari itu kami tidak memberitahukan terlebih dahulu."


"Tapi aku tidak mau mom,kalian seenaknya mengatur perjodohan ini tanpa persetujuan dari aku dan aku tidak suka itu!" kata vero dengan suara agak tinggi


"Vero! Jaga ucapanmu." bentak Marvin


"Daddy juga kenapa harus menjodohkan aku,ini sudah Zaman modern dan aku berhak memilih pendamping hidupku sendiri!" Vero lalu pergi meninggalkan orang tuanya dan menuju kamarnya


"bagaimana ini Dad,kita tidak mungkin membatalkan perjodohan ini." kata Clarisa dengan raut wajah khawatir


"iya sayang karena kita banyak berhutang Budi pada keluarga mereka dan tidak mungkin kita menolak perjodohan ini."


"Besok aku akan bicara dengan Vero lagi,semoga saja dia bisa mengerti." kata Clarisa


"ya sudah ayo kita istirahat dulu." Mereka pun kembali ke kamar dan istirahat


Keesokan harinya tidak seperti biasa,Vero pagi-pagi sudah sangat rapi


"Loh kok pagi-pagi begini sudah rapi sayang,kamu mau kemana? Emang ada kuliah pagi?" tanya Clarisa


"aku ada janji mom ." kata vero singkat


"Oya Ver nanti anak teman mommy sudah mulai kuliah dikampus kamu dan dia adik kelas kamu dan kalau tidak salah dia satu kelas dengan adik Jo,mommy harap kamu bisa dekat dengan dia." kata Clarisa sedikit memelankan suaranya karena ia tidak mau kalau anaknya emosi lagi


"mom harus berapa kali aku bilang kalau aku tidak mau,sekali tidak mau ya tidak mau." kata vero emosi


"Ver ku sudah mau wisuda dan sampai sekarang kamu belum mempunyai pacar,maka dari itu mommy dan Daddy menjodohkan kamu." kata Clarisa sedikit kesal karena Vero masih tetap menolak


"Aku akan membawakan mommy wanita yang akan menjadi pendampingku jadi tidak perlu repot untuk menjodohkan ku." Vero lalu pergi meninggalkan Clarisa yang masih berdiri


Sesampainya di kampus Vero yang masih sangat kesal langsung menuju ke kantin sambil menunggu sahabatnya yaitu Jo


"hei. Pagi-pagi tu muka ditekuk kayak gitu,emang ada apa?" tanya jo yang baru saja datang dan langsung menghampirinya


"biasalah mommy dan Daddy membahas soal perjodohan itu lagi." jawab Vero kesal


"lalu kamu terima?" Tanya jo penuh selidik

__ADS_1


"Ya gak lah,bukan jamannya sekarang. Aku bilang ke mommy kalau aku akan membawakannya wanita yang akan menjadi pendampingku."


"memangnya kamu punya pacar? setahuku kalau kamu tidak pernah dekat dengan 1 orangpun wanita,kecuali sahabat Berlin itu. Apa kamu suka sama dia?" Tanya Jo asal


"Kamu bicara apa sih,mana mungkin aku suka sama dia." jawab Vero salah tingkah


"sekarang aja bilang tidak tapi kita lihat sampai dimana kamu akan mengelak dari perasaanmu itu." Jo terus menggoda Vero yang kini sudah salah tingkah


"Sudahlah ayo kita pesan makanan,aku lapar tadi tidak sempat sarapan." Vero langsung pergi memesan makanan meninggalkan Jo yang masih menertawakannya


"Dasar keras kepala,aku yakin kalau dia ada rasa sama Adel tapi malu dan gengsi untuk mengatakannya." Jo berbicara sendiri melihat tingkah sahabatnya itu


"Ni makan jangan hanya taunya ngeledek aku." Vero datang dengan membawa 2 porsi makanan dan yang satunya tentunya untuk Jo


"ah ngerti aja kalau aku belum makan." Jo langsung mengambil piring itu dan melahapnya


Setelah mereka makan,mereka hendak ke kelas tetapi ada banyak suara mahasiswa yang tampaknya seperti menyambut seseorang


"Wah siapa tu keren bangat mobilnya?"


"Mungkin mahasiswa baru."


"Semoga saja perempuan jadi bisa ku jadikan pacar."


"Dasar kalian ini,tinggi saja dia keluar dan kita lihat." Banyak tanggapan yang keluar dari mulut para mahasiswa


"Ver tunggu dulu,aku penasaran siapa sih orang itu." Kata Jo yang terus melihat ke arah mobil itu


"Gak perduli dan gak mau tau,ya sudah aku ke kelas dulu." Vero pergi meninggalkan Jo sendirian


Disisi lain Berlin dan Lili yang baru datang di kejutkan dengan banyaknya anak yang berkerumun di dekat parkiran


"Ada apa ya Li?" tanya Berlin


"Ya aku mana tahu kan kita baru sampai." Jawab Lili sambil turun dari mobil


Saat Berlin dan Lili akan masuk ke kampus,orang dalam mobil itu keluar dan terlihat sosok wanita berambut ikal,kulit putih,badan tinggi dan terlihat cantik tetapi sangat angkuh berjalan


"Ternyata seorang wanita dan tampaknya sombong." Kata Berlin


"iya,ya sudah tidak perlu kita urusin wanita itu,lebih baik kita masuk saja." Berlin dan Lili berjalan tanpa memperdulikan wanita itu tiba-tiba


"Hei." Panggil wanita itu membuat Berlin menoleh


"Kamu panggil kami?" tanya Berlin menunjuk dirinya dan Lili

__ADS_1


"iyalah siapa lagi kalau bukan kalian." jawab wanita itu


"Ada apa ya?" Tanya Berlin


"Bisa antarkan aku ke ruang direktur?" tanya


wanita itu


"Maaf karena kami sedang buru-buru,kamu terus saja paling ujung belok kanan,nah disana ada tulisan ruang direktur." Kata Lili ketus


"Tapi aku baru disini dan aku tidak tahu." kata wanita itu dengan angkuhnya


"Tapi kami ada kelas pagi dan Ki buru-buru,kamu kan bisa membaca." Berlin lalu menarik tangan Lili menuju kelas karena sebentar lagi dosen masuk


"Awas saja kalian kalau kalian sampai tahu aku siapa,pasti kalian akan takut." Gumam wanita itu


Jo yang melihat itu dari jauh hanya bisa tertawa karena ulah adiknya dan Lili,lalu menuju ke kelas


"Ver ternyata yang tadi itu wanita dan lumayan cantik." kata Jo pada vero tetapi Vero hanya cuek


"Ver..Ver..Veroooo.!" teriak Jo di telinga Vero


"Apa sih?" Kata vero cuek


"Kamu dengar tidak apa yang aku bilang?"


"Aku tidak perduli." Jawab Vero langsung membuka laptopnya


"Ber kapan Adel balik kesini ya?" tanya lili


"Kayaknya sih besok sudah balik,kemarin aku sempat telponan sama dia dan bilang kalau akan balik besok,semoga saja tidak diundur lagi."


"iya,sepi gak ada Adel."


"Bilang aja gak ada yang traktir kita belanja lagi,hehehehehe." Mereka berdua tertawa terbahak hingga dosen masuk dan diikuti di belakang seorang wanita


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan lupa


♈Vote yang banyak teman-teman


♈Like


♈ Komen

__ADS_1


__ADS_2