The Twins Sang Penguasa

The Twins Sang Penguasa
BAB 9


__ADS_3

Angel yang baru saja tiba langsung duduk di kursi panitia tapi dia sangat kesal karena melihat Adel juga disana bahkan dekat dengan Vero dkk.


"Eh ngapain mahasiswa baru duduk disini? ini khusus panitia!" Kata Angel sengaja mengeraskan suaranya


"Aku yang menyuruh mereka duduk disini!" Kata Vero yang malas mendengar suara Angel


Angel dan antek anteknya hanya bisa diam dan duduk ditempat mereka dengan wajah kesalnya


MC naik ke atas panggung dan membacakan susunan acara yang akan berlangsung. Disaat acara sedang berlangsung donatur yang di tunggu-tunggu akhirnya datang dan langsung di sambut oleh pemilik kampus,semua mata tertuju pada mereka ada yang mengenalinya dan adapula yang tidak tahu jika mereka orang yang ditunggu-tunggu.


Beberapa acara sudah berjalan dan saatnya para donatur untuk maju ke depan. Satu persatu maju ke depan dan tiba saatnya donatur yang no. 1 naik ke panggung


Pasangan suami istri itu berjalan ke atas dengan sangat tenang dan santai


"Papi,mami!" Kata Adel kaget melihat siapa yang naik


Adel tidak mengetahui jika orang tuanya lah donatur di kampus ini dan sahabat dengan pemilik kampus yaitu orang tua dari Vero. Berlin yang duduk disamping Adel langsung menoleh ketika mendengar Adel menyebut orang yang naik ke panggung itu mami dan papi.


"Adel mereka orang tuamu?" Adel kaget mendengar pertanyaan Berlin,dia tidak tahu mau menjawab apa karena dia tidak mau ada tang tahu tentang keluarganya karena dia ingin mencari teman yang benar-benar tulus mau berteman dengannya tapi karena dia kecoplosan ya mau gak mau dia mengaku


"Ah..iya mereka orang tuaku tapi jangan sampai ada yang tahu soal ini!" Kata Adel


"Iya tenang aja semua aman." Kata Berlin


Acara sudah selesai semua tamu undangan keluar dari aula. Adel diam-diam menemui Reza dan Suci sekalian mengantar Alana.


"Adel!" Panggil Suci


Suci lalu menghampiri Reza dan Suci tetapi matanya melihat keliling tempat itu memastikan jika tidak ada yang melihatnya


"Mi jangan smpai ada yang tahu kalau aku anak kalian ya." Kata Adel membuat Reza dan Suci saling menatap


"Kenapa sayang?" Tanya Reza


"Kau gak mau orang-orang mendekatiku karena maksud lain,aku ingin mencari teman yang benar-benar tulus pi. Jika saatnya tiba maka aku akan membongkar semuanya." Kata Adel


"Baiklah sayang jika itu kemauan kamu." Dari jauh Angel dan antek anteknya melihat Adel ngobrol dengan orang yang sangat di hormati itu membuat mereka bertanya ada hubungan apa Adel dengan mereka


"Si Adel ngpain bertemu sama Ruan Reza dan istrinya?" Tanya salah satu teman Angel


"Mungkin mau minta donasi.."kata Angel


Hahahahahhahaha

__ADS_1


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Angel


"Tapi yang di samping tuan Reza itu kan tadi yang duduk sama Adel,jadi itu anak dari tuan Reza."


"Kan itu cara gampang supaya bisa dekat dengan tuan Reza ya lewat anaknya."


"Sudahlah nanti kita tanyakan langsung saja!" Kata Angel lalu pergi dari sana


Setelah ngobrol dengan Adel,Reza dan Suci segera kembali ke apartemen


"Kalian duluan aja nanti aku nyusul,ada yang harus aku urus di kampus dulu." Kata Adel dan diiyakan oleh Reza


"Baiklah sayang kami pulang dulu,kamu hati-hati ya sayang." Kata Suci


Mereka lalu berpisah dan Adel pergi mencari Berlin tetapi dia malah melihat Angel lagi ngebuly anak baru dan tampaknya anak itu hanya diam tidak bisa melawan. dari penampilannya anak itu berasal dari keluarga yang kurang mampu bahkan penampilannya dangat culun. Rambut dikepang dan memakai kaca mata besar lalu memakai rok yang besar


"Dasar culun,kamu itu tidak pantas kulieau disini Dan lebih pantas di pinggir jalan sana." Kata Angel


"Iya kamu gak lihat penampilan kita semua disini,apa kamu gak ada rasa malu?" Berbagai macam cacian dan hinan yang mereka keluarkan membuat Adel kesal


"Huft merepotkan saja!" Gumam Adel dan beranjak ke tempat mereka


"Hei gadis culun lebih baik kamu bawakan barang kami!" Kata salah satu teman Angel sambil melemparkan tasnya ke arah gadis itu tetapi tasnya malah jatuh karena gadis itu tidak siap menangkapnya


"Kurang ajar,kamu tau ini tas mahal. Sampai matipun kamu tidak akan bisa membelinya." Anak itu sangat marah sehingga menampar pipi si gadis culun


"Aarrghhhhh..!" Gadis itu langsung menutup matanya tetapi tidak ada rasa sakit yang dia rasakan,saat dia membuka mata dia melihat orang yang tadi ingin menamparnya malah memegang pipinya dan kesakitan. Sebelum tamparannya sampai ke pipi si culun,Adel menamparnya duluan


"Wah wah ada pahlawan kesiangan kayaknya!" Kata Angel menghampiri Adel


"Tanganku berkuman kan karena menyentuh wajahmu yang jelek itu!" Kata Adel mengibaskan tangannya


"Kurang ajar!" angel maju dan menampar Adel


"Berani tangan kotormu ini menyetuhku maka kalian akan menyesal!" Adel menangkap tangan Angel


Angel dan antek-anteknya sangat marah


"lihat saja,kmu tidak akan lama kuliah disini!" Ancam Angel


"Aduin sana sama orang tuamu,aku gak takut dan kita lihat siapa yang akan keluar!" Adel menjawab dengan nada dingin dan tenang


"Hei kamu ayo ikut aku jika tidak mau di jadikan pelayan mereka!" Gadis itu langsung mengambil barangnya yang jatuh dan langsung mengikuti Adel

__ADS_1


"Anak itu sangat berani sama aku,tunggu saja aku akan membuat perhitungan dengannya!" Kata Angel kesal


Adel terus berjalan menuju ke kantin dimana disana sudah ada Berlin menunggunya


"Adel kamu dari mana aja? Dan siapa itu di belakangmu?" Tanya Berlin


"Aku habis ketemu dengan para tikus got itu yang sedang menyiksa anak ini,makanya aku lama." Jawab Adel santai lalu duduk


"Duduklah!" Perintah adel pada gadis itu


"Siapa namamu?" Tanya berlin


"Nama saya Lili." Kata gadis itu dengan wajah yang tunduk


"Hei jangan melihat ke bawah jika ada yang mengajakmu ngobrol,itu tidak sopan!" Kata Adel


"maaf.! Kata Lili langsung melihat kearah Adel dan Berlin


"Kenapa mereka membulymu?"Tanya Adel


"Tadi aku tidak sengaja menabrak salah satu dari mereka makanya mereka jadi marah." Kata Lili


"kenapa kmu tidak melawan?"Tanya Berlin


"Aku tidak berani,apalagi aku mahasiswa baru." Kata Lili takut


"Mulai sekarang kamu jangan pernah takut sama mereka!" Kata Adel


"Aku tidak punya keberanian seperti kalian,mereka itu anak dari orang penting di kampus ini jika aku melawannya pasti aku tidak bisa kuliah lagi karena aku kuliah karena mendapat beasiswa,kalau beasiswaku di cabut maka mimpiku akan hilang,makanya aku akan lakuin apa aja kata mereka asal aku bisa kuliah." Kata Lili menjelaskan


"Orang tuamu mana?" Tanya Berlin


"Aku anak yatim piatu dan tinggal di sebuah rumah kecil di dalam gang ." Adel kaget mendengar kata-kata Lili,dia tidak menyangka kalau ada orang yang seperti Lili di negara Ini


Sangat jelas di wajah anak itu jika dia sangat berharap bisa kuliah agar bisa melanjutkan hidupnya bahkan bisa merubah nasibnya kelak


BERSAMBUNG


🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu


♈Vote yang banyak teman-teman

__ADS_1


♈Like


♈ Komen


__ADS_2