
***
Negara A
"Sekarang jelaskan!" Kata adel menatap tajam Adit yang kini sudah duduk di depannya
"Ok. Sebenarnya om mau bikin kejutan buat kamu tapi malah kacau. Urusan di negara P dan kota M sudah selesai jadi langsung pulang karena ingin cepat menjalankan perusahaan yang ada disini."
"Hah..hanya itu..coba tau hanya gitu ceritanya aku gak akan maksa untuk cerita. Jadi om juga sudah beli rumah?"
"Kalau rumah belum dapat tapi sekarang lagi sementara mencari,mungkin besok sudah ada."
"Kalau om pindah jadi sunyi dong disini." Kata Adel pura-pura sedih
"Kamu sendiri yang gak mau ikut sama om lagipula pasti kamu senang kan kalau om pindah jadi gak ada yang awasin kamu!"
"Gak kok,lagian aku juga gak macam-macam jadi buat apa di jaga." Kata adel santai
"Adel,om Adit makan malamnya sudah siap!" Panggil Lili yang baru saja selesai masak,ya walaupun Adit mengatakan mereka delivery aja tapi Lili lebih suka masak
"Ah ok. Ayo om,masakan Lili enak loh." Ajak Adel
"Ayo!" Mereka bertiga menuju meja makan yang diatasnya sudah tertata makanan walaupun tidak mewah tapi sepertinya enak
"Gimana om?" Tanya Adel
"Enak bangat,kamu pintar masak ya." Puji Adit
"Dikit om,dulu almarhum ibu sering ajarin aku masak." Kata Lili
"Coba aja Adel pintar masak pasti om senang bangat karena bisa ngirit uang makan." Kata adit menganggu Adel
"Apaan sih om. Walaupun mau delivery seumur hidup,uang om gak akan habis juga."
"Sudah ayo makan dulu nanti lagi ngobrolnya." Mereka menyelesaikan makannya lalu duduk di ruang tamu
"Oya om aku mau nanya." Kata Adel
"Nanya apa? Jangan nanya macam-macam ya!"
"Gak kok ini serius."
"Apa itu?"
"Kenapa om Gak mau megang perusahaan kakek Malik sih,kan itu perusahaan besar om dan sekarang sudah hampir setara dengan yang tante Chika pegang?" taNya Adel
Adit memang gak mau terlalu bergantung dengan keluarga,dia ingin berusaha buka perusahaan dari nol walaupun tidak dipungkiri masih dibantu oleh Suci dan reza
"Om hanya mau usaha sendiri aja lagipula itu om akan serahkan ke Priska aja."
"Lalu apa tante priska mau?"
__ADS_1
"Iya sekarang dia sudah mulai terjun membantu ayah diperusahaan."
"Baguslah jadi nanti kalau tante Priska sudah memegang penuh perusahaan itu,kakek Malik dan oma Yanti bisa sering-sering datang mengunjungiku." Kata Adel memasang senyum termanisnya
"Ngarep bangat!"
"Iya dong. Ya sudah Adel dan Lili kekamar ya om." Adel lalu meninggalkan Adit yang masih duduk di ruang tamu
Kediaman Harison
"Ver aku lihat Adel itu cantik dan berani juga ya,apa karena dia anak dari donatur kampus makanya dia begitu?" Kata Jo yang kini berada di rumah Vero
"Sepertinya gak sih,kalau aku lihat memang sikap dia seperti itu,dia merupakan wanita yang berani dengan apapun bahkan melawan pak Sebastian,dan jamu benar dia juga cantik." Kata Vero tanpa sengaja senyum
"Kamu benar. Tapi tunggu apa aku gak salah lihat dan dengar,seorang Alvero memuji wanita dan tersenyum." Kata-kata Jo membuat Vero mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar
"Gak usa malu ah,wajar aja kalau laki-laku memuji wanita." Vero langsung menatap Jo dan jo hanya bisa terkekeh.
"Aku harap Suatu saat kamu akan mendapatkan wanita yang tulus mencintaimu Ver." Batin Jo
Dulu sewaktu SMA Vero mempunyai pacar tetapi dia dikhianati oleh wanita itu dan lebih memilih pria lain daripada vero dengan alasan vero tidak sering-sering keluar jalan sama,padahal Vero selalu keluar uang banyak untuk wanita itu. Setelah kejadian itu Vero jadi dingin terhadap wanita karena menurutnya wanita sama saja.
Diruang dalam kamar Marvin dan Clarisa sedang mengobrol kan sesuatu
"Pa kemarin teman mama nelpon katanya dia ingin menjodohkan Vero dengan anaknya dan minggu depan anaknya itu akan pindah ke kampus Vero." Kata Clarisa
"Semua tergantung Vero ma,jangan memaksakan sesuatu." Kata marvin dengan tenang
"Terserah kamu aja ma tapi jika Vero tidak mau jangan memaksanya."
"Ah papa ni selalu saja seperti itu,Vero sebentar lagi akan wisuda pa dan sampai sekarang dia belum punya pacar,mama takut kalau Vero sekarang tidak suka dengan perempuan."
"Mama jangan sembarangan gitu mungkin Vero punya alasan sampai dia belum mau dekat dengan perempuan mana pun."
"Ya sudah pa,mama mau ke bawah dulu melihat Vero dan tampaknya tadi ada Jo juga."
"Iya ma."
Negara P
"Mi,pi,Arsen ke kampus dulu ya!" Pamit Arsen
"Kamu gak sarapan dulu sayang?" Tanya Suci
"Nanti aja dikampus ma,aku sudah ada janji dengan Han dan Wisnu." Kata Arsen langsung menuju mobil
"Iya sayang,hati-hati jangan lupa makan ya!" Kata suci
"My princes Alana mana?" Tanya Reza
"Masih di kamar kayaknya deh. Aku cek dulu ya."
__ADS_1
"Aku disini mi,pi!" Kata Alana muncul ketika suci ingin mengeceknya dikamar
"Sini sayang makan!" Panggil Reza
"Iya pi." Setelah makan Alana langsung mengajak Reza dan Suci ngobrol
"Mami,papi sekolah akan mengadakan Camping ke puncak,aku boleh ikut ya!" Kata alana
"Puncak? itu kan cukup jauh sayang." Kata suci
"Kan banyak teman mi dan ada para guru juga lagipula ini juga sekalian perpisahan dan masa tenang mi,kan sebentar lagi aku ujian boleh ya mi,pi!" Bujuk Alana
"Tapi mami khawatir sayang nanti kamu kenapa-kenapa."Kata suci
"Mami tenang aja karena aku akan jaga diri kok." Kata alana meyakinkan Suci
"Biarin aja sayang,lagipula kita bisa meminta orang untuk menjaganya dari jauh." Kata reza
"Iya mi,papi benar."
"Ya sudah saya boleh."
"Makasih papi,mami. Alana sayang bangat sama kalian!" Kata Alana memeluk Suci dan Reza
"Kapan Acaranya sayang?" tanya suci
"1 Minggu lagi mi."
"Nanti papi akan suruh pengawal untuk menjaga kamu!" Kata reza
"Makasih pi. Alana ke sekolah dulu ya."
"Hati-hati sayang!"
Alana ke sekolah diantar oleh sopir karena dia belum diijinkan membawa mobil walaupun dia sudah mempunyai mobil hadiah dari Reza saat dia ulang tahun ke 17
"My princes bagaimana dengan Cleo? Hari ini dia ingin ke kantorku dan membicarakan mengenai kerjasama." Kata reza
"Kita jalankan sesuai rencana saja,hari ini juga dia akan bertemu dengan kak Irfan karena aku tidak mau memperlihatkan diri dulu,nanti jika aku sudah mendapatkan bukti kejahatan dari Lukman barulah aku akan muncul di hadapan mereka. Kita biarkan mereka bersenang-senang dulu dan terbang nanti jika saatnya sudah tiba kita akan lepaskan mereka hingga jatuh." Kata suci dengan senyum menyeramkannya
BERSAMBUNG
🌸🌸🌸🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Mohon dukungannya teman-teman supaya bisa makin semangat UPnya,dukungan dari teman-teman sangat membantu
♈Vote yang banyak teman-teman
♈Like
♈ Komen
__ADS_1