Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

"Putri mama cantik banget" mama Dita terpesona melihat kecantikan putrinya dalam balutan kebaya putih serta riasan wajah yang membuat kecantikan Loli makin sempurna.


"Ma, kak Nala uda ada kabar?" Loli tau semalam Nala tidak pulang. Sang mama begitu khawatir namun di depan Loli ia pura-pura tenang.


"Mungkin kak Nala sedang menenangkan diri nya sayang" Mama Dita tak mau Loli merasa resah. Ia yakin Nala baik-baik saja, Ia maklum jika putri sulung nya pergi untuk sementara waktu. Ia paham Nala tak akan bisa menghadiri pernikahan adiknya dengan pria yang seharusnya menjadi suaminya.


Meski begitu Loli tampak bersedih, rasa bersalah tak henti menyerang. Ia menjadi orang ke tiga bagi Nala kakak nya sendiri. Ia merasa menjadi wanita yang begitu buruk.


"Penghulu nya sudah datang, sebentar lagi acara dimulai. Sudah waktunya Loli keluar" Ucap mama Rina yang masuk ke dalam kamar rias Loli.


"Ayo sayang" Mama Dita menuntun tangan Loli untuk berdiri.


"Menantu mama cantik banget" puji mama Rina saat melihat keseluruhan penampilan Loli setelah gadis itu berdiri.


"Makasih ma" Balas Loli.


Mama Rina mengangguk sambil tersenyum hangat dan mengusap lembut pipi calon menantunya. Keduanya lalu membawa Loli ke ruang tempat di mana akan diucapkan janji pernikahan.


Pernikahan Loli dan Marcell digelar di sebuah hotel mewah, bukan di tempat yang seharusnya menjadi pernikahan Nala dan Marcell untuk menghormati perasaan ketiganya.


Marcell terpana menatap pada Loli yang sangat mempesona yang diapit oleh kedua mamanya yang masih terlihat anggun di usia senja mereka.

__ADS_1


Meski gurat kesedihan di wajah Loli masih tampak namun tak mengurangi kecantikan gadis itu.


"Kamu cantik" Bisik Marcell saat Loli sudah duduk di sebelahnya.


Loli tersenyum kecut menatap pada Marcell yang tersenyum tulus dengan mata berbinar.


Loli tau hati pria itu tak kalah sakit, harusnya Nala yang duduk di sampingnya kini. Gadis yang sudah 5 tahun membersamai nya namun di akhir perjalanan kisah mereka harus usai. Loli begitu mengagumi Marcell yang dapat menyimpan dengan apik perasaan nya.


"Maaf sudah merampas mimpi kak Marcell dan kak Nala. Harusnya aku tak hadir dalam hidup kalian sebagai perusak" Lirih gadis itu.


"Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan rasa bersalah yang tak seharusnya ada Loli. Dengar kakak baik-baik jangan pernah merasa bersalah lagi. Tuhan sudah menggariskan bahwa jodoh kakak adalah dirimu, begitupun sebaliknya" Balas Marcell.


Marcell merasakan hujaman dalam saat mendengar ucapan Loli tersebut. Ia sadar luka hati Loli tak semudah itu untuk sembuh. Pria itu dapat membayangkan betapa beratnya menjadi Loli, Ia tak hanya harus merasakan kesakitan akibat kesucian nya terenggut paksa hingga hamil di usia muda namun rasa bersalah juga tak kunjung enyah seiring Nala yang terus menampakkan lukanya.


Marcell sempat mengusap punggung tangan Loli sebelum acaranya dimulai. Ia menyematkan senyum agar gadis itu lebih tenang.


Marcell menyebutkan nama Loli dengan tegas tanpa keraguan, suaranya dengan lantang mengucap sumpah untuk mengambil alih tanggung jawab terhadap Loli yang selama ini berada di pundak papa Rudi. Maka mulai detik ini Marcell akan memenuhi dunia nya dengan Loli secara penuh.


Marcell menolehkan kepalanya pada Loli yang terisak. Ia menggenggam tangan gadis itu. "Mari menata hidup baru kita dengan bahagia sayang, buang semua kepahitan yang sudah terjadi. Mulai detik ini Marcell dan Loli sudah menyatu dalam sebuah ikatan yang harus tetap terjaga hingga akhir." Bisik Marcell dengan mata berkaca-kaca. Loli menatap Marcell yang masih menatap penuh harap padanya. Gadis itu menganggukkan kepalanya.


Ia mencium tangan Marcell jantung gadis itu terpompa cepat kala merasakan ciuman khidmat di kening nya. Ciuman pertama dalam status yang sah diantara mereka, sebuah kecupan tulus dari seorang suami pada istrinya.

__ADS_1


Tamu yang hanya terdiri dari keluarga dekat begitu haru menyaksikan bersatunya mereka. Terlebih kedua orang tua masing-masing dari mempelai yang mengetahui perjalanan mereka yang penuh kerikil tajam dan duri, mereka tau bagaimana Marcell dan Loli harus menjalani proses yang teramat menyakitkan untuk berada pada titik ini. Air mata tak mampu mereka bendung, harapan tulus terus terlantun dari hati mereka untuk kebahagiaan pasangan yang disatukan dalam sebuah tragedi.


Setelah acara inti telah usai, acara dilanjutkan dengan sungkeman pada kedua orang tua masing-masing. Acara tersebut mengharu biru seiring isakan tangis Loli dan mama nya. Begitupun dengan Marcell dan mama Rina.


"Jadilah istri yang berbakti kepada suamimu Loli, jalani ini semua dengan ikhlas. Belajarlah untuk mencintainya mulai saat ini" Bisik sang mama.


Mama Rina juga membisikkan kata-kata nasehat pada Marcell yang kini telah berubah status menjadi suami Loli yang juga tak lama lagi akan menjadi seorang ayah bagi buah hati mereka.


"Bertanggung jawablah secara penuh, cintai dan sayangi Loli dengan sepenuh hati. Kebahagiaan nya terletak di tangan mu. Jangan sekalipun menyakiti nya."


Sepasang pengantin tersebut beralih menyalami papa mereka. Kedua pria paruh baya itu membisikkan hal senada pada putra putri mereka. Tak ada harapan apapun selain kebahagiaan bagi keduanya dalam menjalani bahtera rumah tangga nya nanti. Terakhir Keduanya juga melakukan sungkem pada orang tua pasangan masing-masing.


Acara dilanjutkan dengan makan dan beberapa sesi foto bersama. Mereka berusaha bahagia meski terasa tak utuh. Terutama bagi keluarga Loli dengan absen nya Nala dalam acara tersebut.


"Marcell bawa Loli untuk beristirahat" Ucap mama Dita meski acara belum benar-benar usai. Karena acara resepsi akan dilanjutkan nanti malam Loli harus banyak beristirahat agar tak terlalu lelah.


"Iya ma, ayo dek" Marcell menggenggam tangan Loli yang masih terlihat asing dengan sentuhan suaminya.


"Loli jangan diapa-apain dulu ya nak, nanti dia kelelahan. Ingat masih ada resepsi nanti malam" ucap mama Rina yang membuat Marcell mengulum senyum sementara wajah Loli terlihat merona. Jantung nya berdetak cepat mendengar ucapan mertuanya itu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Maaf baru up ya readers tersayang, karena NT yang rada error plus konsentrasi yang juga terpecah pada kesibukan di real life 2 hari ini.


Cinta Kalian selalu ❤️🥰


__ADS_2