
Sentuhan-sentuhan yang Marcell berikan berhasil membuat Loli menggila. Bayangan buruk itu tak sempat menguasai nya karena teralihkan oleh rasa luar biasa yang Marcell suguhkan.
"Kak ak-khu..." ucapan Loli kembali tenggelam dan berubah menjadi des ahan saat Marcell semakin bersemangat menikmati bagian da da istrinya. Remasan tangan Loli di kepala Marcell semakin erat, kepalanya menengadah berusaha menahan kenikmatan yang terasa meluap.
Marcell mengangkat tubuh Loli dan merebahkan di ranjang, pria itu menarik dress Loli yang sebelumnya baru terbuka sebatas pinggul dan melemparkan nya secara sembarangan. Gadis itu tergolek pasrah dengan tubuh polos yang hanya dibalut oleh CD sebagai satu-satunya penutup yang masih melekat pada dirinya. Ia benar-benar pasrah pada apa yang akan Marcell lakukan, gairahnya sudah ikut menggelegak.
Marcell tersenyum dan menatap pada Loli, ia ingin segera melepas satu-satunya kain yang menghalangi pandangan nya pada keindahan istrinya secara utuh, namun ia takut trauma Loli kembali datang. Karena itu Marcell benar-benar harus bersabar dan tidak tergesa-gesa meski gairah telah memenuhi dirinya.
Pria itu memposisikan tubuhnya di atas Loli, ia mencium kening gadis itu disertai usapan lembut di kepalanya.
"Malam ini milik kita sayang, malam yang akan menjadi malam terbaik sepanjang hidup kita. Berjanjilah untuk selalu bersama ku setelah ini" Bisik Marcell penuh kesungguhan. Jantung Loli berdetak dengan cepat, ucapan Marcell berhasil menciptakan letupan kebahagiaan di hatinya. Tatapan tulus pria itu menyalakan harapan dan kembali menyulut semangat hidup yang sempat terasa begitu suram.
"Iya aku berjanji" lirih gadis itu.
Marcell menautkan bibirnya pada bibir Loli untuk mengalirkan rasa bahagia yang membuncah atas jawaban gadis itu.
"Jadilah milikku secara utuh, aku sangat menginginkan mu" ucap Marcell dengan suara serak dan tatapan berkabut. Pria itu kembali mendaratkan ciuman-ciuman di wajah dan leher istrinya, sesapan pria itu semakin turun dan berhenti sejenak di bagian dada yang kembali membuat Loli mend esah.
Loli dilanda kepanikan saat ciuman Marcell semakin turun hingga mencapai pusar. Loli ingin memberontak namun gelenyar kenikmatan itu membuat nya tak berdaya, bahkan bibir nya tak mampu berucap. Ia hanya bisa memejamkan mata dan meremas sprei dengan tangan nya.
Marcell menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan kain terakhir yang menutupi inti tubuh istrinya. Ia terpana melihat keindahan milik istrinya yang baru ditumbuhi rumput halus. Meski ini bukan yang pertama bagi Marcell, namun malam di mana ia menjamah tubuh Loli untuk pertama kali otak pria itu hanya dipenuhi oleh hasrat yang menuntut penuntasan akibat dikuasai obat laknat dari teman-teman nya. Berbeda dengan malam ini, ia benar-benar menyentuh tubuh istrinya dengan pemujaan dan rasa syukur. Ia memandangi pahatan tubuh indah Loli yang belum merekah sepenuhnya mengingat usianya masih remaja, namun hal itu sedikitpun tak mengurangi pesona nya di mata Marcell.
__ADS_1
"Kak, aku malu" Cicitan suara Loli yang bergetar menarik Marcell dari keterpakuan nya.
"Kenapa harus malu, kamu begitu indah sayang" Bisik Marcell yang membuat wajah Loli semakin memerah.
Loli tersentak saat Marcell memposisikan wajah di depan inti nya. Ia mengeram dan semakin mengetatkan remasan tangan nya pada sprei ketika merasakan kehangatan bibir Marcell menyapa bagian bawah tubuhnya.
"Kakak jangan!" penolakan itu terasa percuma karena Marcell sama sekali tak menggubris. Pria itu semakin dalam menyesap milik Loli hingga tubuh Loli bergetar dengan hebat disertai *rangan tertahan. Gadis itu tak mengerti rasa apa yang tengah melandanya kini. Tubuhnya bagaikan terbang melayang.
Malam ini sungguh berbeda, ketakutan nya sirna. Sentuhan Marcell begitu halus dan melenakan. Sangat berbeda dengan malam tragedi di mana Loli hanya bisa merasakan kesakitan di sekujur tubuh dan juga hatinya.
Marcell menatap puas pada Loli yang terengah, ia tahu gadis itu baru saja mendapatkan pelepasan nya.
"Apa kakak menyakitimu sayang?" Bisik Marcell sambil mengusap keringat di kepala Loli. Ia mendaratkan kecupan bertubi-tubi di sana. Gadis itu menggeleng, ia terlalu malu untuk menjawab pertanyaan suaminya.
"Tapi kakak belum melakukan nya" Ucap Loli ragu-ragu. Ia memang lelah, namun ia tak mau egois dengan mengabaikan kebutuhan suaminya.
"Nggak apa-apa, kita bisa melakukan nya besok" Pria itu terus mengusap rambut Loli dengan penuh rasa sayang.
"Nggak kak, aku mau kakak melakukan nya malam ini" ucap Loli dengan wajahnya yang memerah. Entahlah ia merasa begitu malu karena bersikap seagresif ini.
Marcell mengangguk, pria itu perlahan melepaskan pakaian nya satu persatu dengan wajah tak lepas menatap pada Loli. Gadis itu memalingkan wajahnya saat Marcell melepaskan kain terakhir di tubuhnya.
__ADS_1
Wajahnya terasa panas melihat milik Marcell yang sudah berdiri gagah, tampak begitu siap untuk berperang.
Marcell kembali memposisikan diri di atas Loli, ia menggunakan tangan nya sebagai tumpuan agar tak menimpa tubuh istrinya.
Marcell mengarahkan miliknya, keduanya mengeram secara bersamaan saat milik Marcell mulai menyapa permukaan inti tubuh Loli. Tubuh keduanya bagaikan tersengat merasakan kenikmatan tak terkata pada milik mereka.
Marcell mulai menelusupkan panglima perang nya pada medan pertempuran, rasa hangat yang menyapa semakin membuat miliknya berdiri dengan gagah.
"Arghhh kak Marcell!!" *erang Loli saat merasakan setengah milik Marcell sudah datang bertamu. *rangannya semakin kuat kala pria itu menyentak tubuhnya hingga keseluruhan Marcell telah berada di dalam dirinya.
Keduanya terdiam dengan saling bertatatpan, mereka tengah menikmati sensasi luar biasa yang menyapa tubuh mereka.
Loli melihat luapan kebahagiaan di wajah Marcell, mata pria itu tampak berkaca-kaca. Tampaknya Marcell dikuasai rasa haru yang menggebu, setelah bergelut dengan luka akibat kesalahan nya sekarang semua seakan tertebus dengan bersatunya tubuh mereka. Tak henti Marcell melangitkan syukur setelah gelap yang melanda mereka kini kembali merasakan sinar warna warni menyapa hidup nya dan Loli.
Marcell perlahan menggerakkan tubuhnya saat melihat istrinya tampak baik-baik saja. Tak ada kesakitan yang tampak di wajah ayu Loli.
"I-ini luar biasa sayang" ceracau Marcell, ia mempercepat ritme permainan nya. Desa han dan leng uhan istrinya membuat Marcell semakin bersemangat memaju mundurkan tubuhnya, memuja tubuh Loli dengan sesapan bibir dan usapan lembut tangan nya.
Marcell dan Loli terombang-ambing digulung dan dihempas oleh gelombang kenikmatan. Keduanya terus mende sah dan menjerit tertahan secara bersamaan saat kenikmatan itu semakin meningkat setiap detiknya.
"Kak!" Jerit Loli saat ia kembali merasakan sesuatu yang seakan tumpah di bawah sana. Tubuhnya bergetar hebat seiring pergerakan Marcell yang semakin cepat. Pria itu pada akhirnya ikut meng erang dengan mata yang terpejam disertai hujaman nya yang begitu dalam.
__ADS_1
🍁🍁🍁