
Dunia Marcell seakan runtuh, ia seperti kehilangan pijakan dan pegangan saat dokter mengatakan bahwa istrinya mengalami koma pasca melahirkan akibat eklampsia. Ia tidak menyangka hal ini akan terjadi padahal selama kehamilan istrinya selalu sehat dan tak pernah mengeluh sakit.
"Ibu muda yang hamil di bawah usia 20 tahun memang rentan terkena eklampsia pak" Marcell masih terpaku menatap pada dokter yang menangani kelahiran Loli 2 jam yang lalu. Ia merasa jiwanya melayang tak tentu arah, hatinya kelu dan kehilangan segala kekuatan nya.
"Tapi istri saya akan kembali sadar dan akan sehat seperti semula kan dok?" dengan susah payah akhirnya kata-kata itu keluar dari bibir Marcell bersamaan dengan air mata yang tumpah dengan derasnya.
"Kami akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyelamatkan istri anda" Bukan jawaban itu yang Marcell inginkan. Ia ingin sang dokter mengatakan bahwa Loli nya akan segera sadar dan sehat kembali seperti sedia kala.
"Selamatkan istri saya dokter" mohon Marcell disisah tenaganya.
"Doakan saja pak, kami akan terus berusaha" Marcell berusaha mencari keyakinan akan keselamatan istrinya di mata dokter tersebut. Namun semua tampak datar dan Marcell tak menemukan apa yang ia harapkan.
Dengan langkah tertatih dan pandangan yang buram karena air mata yang tak mampu Marcell hentikan pria itu menyeret tubuhnya keluar dari ruangan dokter. Ia melangkah menuju kamar di mana belahan jiwanya tengah berjuang antara hidup dan matinya.
Marcell terus berusaha memerangi pemikiran buruk yang berlomba ingin memasuki otaknya.
Di depan kamar tempat Loli di rawat sudah menunggu mama, papa, serta kedua mertuanya juga Nala dan Zayn yang menatap penuh tanya padanya.
"Ada apa Marcell" sang mama berlari ke arah Marcell yang hampir sampai. Melihat betapa hancur sang putra mama Rita yakin kalau keadaan tidak sedang baik-baik saja.
__ADS_1
Marcell ambruk tersedu di dalam pelukan wanita yang telah melahirkannya. Ia benar-benar rapuh.
"Marcell ada apa?" mama Dita ikut menghampiri menantunya dengan panik.
"Ma-maafkan Marcell. Tidak seharusnya Loli hamil di usianya yang masih belia" ucap Marcell dengan terisak. Rasa bersalah akibat tragedi malam naas saat ia memperkosa Loli yang awalnya sudah terkikis sekarang kembali meluap memenuhi jiwanya. Marcell tidak tau kesalahan tak termaafkan apa yang pernah ia buat hingga semesta seolah tak mengizinkannya bahagia.
"Katakan ada apa?" semua panik menunggu kabar yang akan Marcell ucapkan. Mereka sejak tadi kebingungan karena setelah operasi dilakukan Loli di bawa ke ruang ICU.
"Istriku koma karena eklampsia" Marcell tergugu, apalagi saat mendengar mama Dita menjerit saat mengetahui kondisi putri bungsunya. Papa Rudi segera menangkap tubuh istrinya yang melemah. Ia berusaha tegar di tengah kehancuran hatinya. Tak berbeda dengan Nala yang langsung menangis dalam pelukan Zayn suaminya.
Suasana bahagia yang sempat mereka tunjukkan karena kelahiran bayi laki-laki Marcell dan Loli kini berubah duka. Suasana seketika berubah suram dan menyedihkan.
🍁🍁🍁
"Ayolah sayang bangunlah, putra kita menunggu mu. Ayo jalani hidup kita dengan bahagia." Air mata Marcell kembali menggenangi matanya. Ia benar-benar kehilangan daya, bahkan untuk melihat putranya lagi pria itu belum sanggup. Marcell melihat putranya hanya saat bayi kecil itu dilahirkan di ruang operasi. Kemudian ia mendengar dokter mengatakan kondisi Loli memburuk dan ia tak lagi fokus pada apapun selain istrinya.
"Loli pasti akan sembuh, dia wanita yang kuat" Marcell merasakan tepukan di pundaknya. Pria itu menoleh sekilas, ia mendapati Zayn dengan pancaran kesedihan juga kekhawatiran tengah menatap padanya.
"Aku tidak pernah merasa setakut ini dalam hidupku sebelumnya. Aku tak tau akan seperti apa hidupku andaikan Tuhan mengambil Loli dari sisiku" Lirih Marcell. Baru beberapa jam ia sudah sangat merindukan senyuman dan celotehan manja istrinya. Ia tak akan sanggup andai harus kehilangan Loli untuk selama-lamanya. Jika Tuhan mengambil Loli dari sisinya maka detik itu juga Marcell akan kehilangan nafasnya.
__ADS_1
"Jangan merasa takut dan jangan berfikir terlalu jauh, Loli tidak akan ke mana-mana Loli hanya sedang beristirahat sebentar mengumpulkan tenaga untuk mengurus putra kalian. Pasti setelah ini tenaganya akan banyak tersita" ucap Zayn menenangkan.
"Tapi aku nggak akan membiarkan dia kelelahan mengurusi putra kami. Aku pasti akan selalu membantunya ia tak harus beristirahat dengan cara seperti ini, tapi aku yakin Loli ku pasti akan segera sadar setelah ini. Istriku sangat tau kalau aku nggak bisa berlama-lama tanpa bersua dengannya." Meski ia tau Zayn juga sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri atas ucapan itu namun Marcell cukup berterima kasih karena kakak iparnya sudah berusaha untuk menghibur dirinya.
Marcell kembali mengintip jendela kaca yang menjadi pembatas antara dirinya dan juga belahan jiwanya yang entah perjuangan seperti apa yang tengah wanita tercintanya lakukan saat ini. Marcell mengutuki dirinya yang selalu saja berperan sebagai penonton pada setiap kesulitan istrinya dan tak bisa melakukan apapun.
"Kamu tau aku sangat mencintaimu sayang, kebahagiaan yang kita renda belum seberapa banyaknya. Aku belum berhasil menebus semua kesalahanku dengan membahagiakan kamu. Beri aku kesempatan lebih lama untuk memberikan senyum sebanyak-banyaknya di bibirmu. Aku mohon bertahanlah, aku tak akan pernah bisa melewati hidupku tanpa kamu. Ayolah istriku bangunlah" Marcell terus mengiba di dalam hati berharap istrinya bisa merasakan segala rintihan hatinya.
Tadi pagi ia dan Loli masih terbangun dengan bahagia, melewati pagi dengan bermesraan seperti biasanya sebelum Loli tiba-tiba pingsan. Ketika di bawa ke rumah sakit dokter memutuskan bahwa bayi dalam kandungan nya harus segera di keluarkan. Meski kandungannya memang sudah berusia 9 bulan tak masalah jika harus dilahirkan namun selama kehamilannya Loli berkeinginan untuk melahirkan secara normal.
Loli sempat sadar setelah mendapatkan perawatan, Marcell dapat melihat binar bahagia di mata istrinya saat Marcell mengatakan mereka akan segera bertemu putra mereka. Tapi sayang saat bayi mereka berhasil dikeluarkan Loli kembali hilang kesadaran padahal ia belum sempat melihat bayi mereka.
"Makanlah dulu nak. Sejak tadi kamu belum memakan apapun" mama Rita datang menghampiri putranya setelah sebelumnya ia berada di ruang rawat cucunya.
"Aku nggak lapar ma" keluh Marcell putus asa.
"Nanti kamu sakit Marcell, siapa yang akan menjaga istrimu jika kamu sakit? ayolah nak demi Loli dan bayi kalian kamu juga harus memikirkan kesehatanmu" Bujuk mama Rita lagi.
"Marcell akan makan setelah Loli sadar ma, aku nggak bisa makan sendirian"
__ADS_1
🍁🍁🍁