
"Selamat datang kembali dek, tau nggak kakak takut banget kamu komanya lama banget" Nala memeluk adiknya yang sedang sarapan disuapi oleh suaminya. Marcell terpaksa menyingkir sejenak memberi waktu bagi sepasang adik kakak itu untuk melepas rindu.
"Kami senang banget saat mendengar kamu sudah sadar Loli. Kakakmu bahkan memaksa untuk langsung ke rumah sakit tapi mama melarang karena kamu juga masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, semoga segera benar-benar pulih" Zayn akan meraih tangan Loli namun ia batalkan saat melihat tatapan membunuh dari Marcell dan juga istrinya.
Memang Nala sekarang lebih posesif dan cemburuan tapi Zayn sangat menyukai hal itu. Padahal saat ini ia sudah menganggap Loli sebagai adiknya. Namun untuk menghargai Nala dan Marcell ia selalu berusaha untuk menjaga sikap, seperti juga dirinya yang tak suka jika Nala berinteraksi dengan mantan kekasihnya itu maka ia harus bisa menempatkan diri pada sisi Marcell.
Yah itulah resiko yang harus mereka ambil mengingat betapa rumitnya hubungan mereka.
"Terima kasih kak" Loli tersenyum tipis.
"Kamu lagi sarapan ya? maaf ya jadi ganggu" Nala beralih ke sisi lain ranjang diikuti oleh Zayn yang begitu sigap menjaga langkah Nala yang sedang hamil besar.
"Nggak apa-apa, Loli senang kakak datang" Marcell kembali menyuapi istrinya dengan sabar, tadinya Loli ingin melakukannya sendiri namun Marcell melarang nya. Pria itu benar-benar ingin menjadi suami siaga untuk istrinya. Sempat menyaksikan istrinya tertidur dalam waktu yang lama membuat Marcell ingin memberikan seluruh dunianya setelah Loli kembali sadar.
"kakak juga akan segera lahiran, kakak jadi takut" ucap Nala.
"Kakak pasti baik-baik aja, nggak usah khawatir kak. Apa yang menimpa Loli nggak akan menimpa kakak juga" ucap Loli sambil memegang tangan kakaknya. Ia paham kekhawatiran yang dirasakan Nala.
"Iya semoga aja, doain kakak ya dek. Di sisi lain kakak takut, tapi saat melihat bayi kalian kakak malah jadi nggak sabar untuk segera melahirkan dan melihat wajah bayi kakak" Nala terkadang ikut membantu menjaga bayi Loli dan Marcell di rumah meski tidak bisa maksimal karena kondisinya juga yang tidak memungkinkan.
"Iya Nala sangat menyukai bayi kalian, dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam bermain dengan nya" Tambah Zayn
"Bayi kalian udah ada namanya belum? selama ini kami cuma bisa memanggilnya bayi" ucap Nala.
"Udah ada kak, ya kan kak Marcell?" Loli sengaja bertanya pada suaminya karena sejak tadi pria itu hanya menyimak obrolan mereka tanpa ikut bersuara.
"Iya kami uda kasih nama, namanya Ettan Savero Raihan. Untuk panggilan masih kami diskusikan" ucap Marcell dengan mata tak lepas dari wajah istrinya juga senyuman hangat yang ia suguhkan pada Loli.
__ADS_1
"Iya kak, kak Marcell maunya Ettan sementara Loli maunya panggil Vero. Kalo Raihan nggak mungkin karena itu nama belakangnya kak Marcell" Nala dan Zayn tampak ikut berfikir untuk ikut memberi pendapat tentang nama panggilan bayi Loli dan Marcell.
"Kayaknya Ettan aja dek, Vero kayak nama panggilan cewek" ucap Nala.
"Nggak kok sayang, ada juga cowok yang panggilannya Vero. Menurut aku Vero lebih bagus" ucap Zayn. "Eh iya, Ettan lebih bagus. Vero seperti nama perempuan" ralat Zayn cepat saat menangkap tatapan tidak suka istrinya. Ia takut istrinya berfikiran macam-macam karena setuju dengan pendapat Loli.
"Senyaman nya aja mau dipanggil siapa. Lama-lama nanti juga ketemu panggilan apa yang cocok dan nyaman untuk diucapkan" Marcell menengahi. Ia dengan telaten membantu Loli meminum air putih setelah sarapan nya habis, ia juga mengusap bibir Loli yang basah.
"Makasih sayang" Loli memegang tangan suaminya dan mendaratkan kecupan di sana.
Apa yang sepasang suami istri itu lakukan tidak lepas dari pandangan Nala dan Zayn. Rasa hangat mengaliri hati mereka, keduanya ikut lega melihat binar bahagia kembali terpancar di wajah Marcell setelah sebelumnya tampak begitu kelam dan putus asa. Mereka tak bisa membayangkan betapa hancurnya pria itu andai Loli pergi untuk selama-lamanya.
🍁🍁🍁
"Zayn kalau apa yang menimpa Loli terjadi juga sama aku gimana?" lagi-lagi Nala mempertanyakan hal yang sama.
"Kamu gimana kalo sampai kejadian Loli juga kejadian sama aku?" Tanya Nala lagi. Zayn menatap Nala dan menangkup kedua pipi istrinya.
"Aku nggak berani dan nggak mau membayangkan nya Nala. Aku yakin aku nggak akan sekuat Marcell sementara kita lihat sendiri kan gimana rapuhnya Marcell? dia masih masuk kategori kuat dalam pandangan aku. Coba kalo hal itu harus aku alami dipastikan aku akan lebih hancur dari itu sayang" ucap Zayn penuh kesungguhan. Hati Nala bergetar terharu, lamat-lamat ia melihat pancaran kasih sayang mendalam di mata suaminya.
"Kamu sayang sama aku Zayn?"
"Pertanyaan bodoh! tentu saja aku sayang sama kamu. Kamu itu istriku Nala" Ucap Zayn gemas.
"Kamu cinta sama aku?" Nala menahan rasa malu yang besar, menurut gadis itu mempertanyakan cinta seorang pria itu artinya secara tidak langsung ia tengah mengungkapkan perasaan nya sendiri. Hal yang pertama kali Nala lakukan, karena sejak dulu dari semua mantannya Nala tidak pernah mengungkapkan perasaan lebih dulu.
"Kamu nggak bisa ngerasain?" Zayn menatap Nala lebih dalam.
__ADS_1
"Nggak" Nala menggeleng.
"Beneran kamu nggak bisa ngerasain perasaan aku ke kamu? dari semua perhatian aku selama ini?" Tanya Zayn lebih meyakinkan.
"Aku ngerasa itu hanya sebagai bentuk tanggung jawab kamu sebagai suami kepada istrinya" Karena Zayn tak pernah mengatakan mencintainya, meski ia pun sama.
"Bodoh" Zayn menunjuk kening istrinya.
"Kalo hanya sebatas tanggung jawab nggak akan seperti itu Nala. Aku cukup memastikan kamu baik-baik saja dan mencukupi semua kebutuhan kamu secara materi. Aku nggak akan peduli sama kebahagiaan kamu dan semua hal tentang kamu"
"Tapi kamu nggak pernah bilang" Nala masih kukuh dengan pendapatnya.
"Kita bukan anak SMA yang sedang kasmaran Nala"
"Anak SMA yang nggak terikat hubungan halal aja bisa romantis dan saling mengungkapkan cinta setiap saat. Kenapa kita yang sudah menikah dan terikat secara sah di mata hukum dan agama nggak ngelakuin hal serupa? padahal harusnya kita lebih gencar saling menunjukkan cinta dan kasih sayang itu untuk merawat pernikahan ini" cecar Nala.
"Iya tapi aku uda ngelakuin semua hal untuk menunjukkan kasih sayang aku"
"Tapi kamu nggak pernah bilang cinta, padahal aku juga butuh itu" Zayn menghembuskan nafasnya kasar. Perdebatan ini tak akan usai, nala si keras kepala tak akan pernah mau mengalah.
"Oke maaf, aku mencintaimu Nala. Sangat mencintaimu" ucap Zayn. Nala melipat bibirnya, hatinya bergetar dan darahnya berdesir cepat.
"Sejak kapan?" Zayn membulatkan matanya mendapati respon istrinya.
"Aku nggak tau sejak kapan, tapi aku beneran cinta sama kamu dan akan mencintai kamu selamanya" ucap Zayn yang berhasil mengukir senyuman di wajah Nala.
"Terima kasih, aku juga cinta sama kamu" ucapnya dengan senyum malu-malu.
__ADS_1
🍁🍁🍁