Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Lima Puluh Dua


__ADS_3

"Kenapa hem?" Tanya Marcell sambil memeluk istrinya dari belakang. Ia juga mendaratkan kecupan di puncak kepala Loli.


Marcell yang baru pulang dari bekerja melihat Istrinya sedang termenung sambil memandang ke luar jendela kamar mereka.


"Kakak uda lama pulang?" Tanya Loli terkejut dengan kehadiran Marcell yang tiba-tiba. Ia membalik tubuhnya hingga berhadapan dengan Marcell. Pria itu masih tak melepaskan rengkuhan nya di pinggang Loli.


"Baru aja sayang, adek lagi ngelamunin apa?" Tanya Marcell lagi.


"Ada undangan dari sekolah, angkatan aku ngadain farewell party besok malam" Jawab Loli. Pengumuman kelulusan sudah berlangsung satu minggu yang lalu.


"Iya terus kenapa? datang aja kalo emang mau datang" Marcell mengusap rambut istrinya. Melihat Loli murung lagi membuat Marcell tak tenang. Padahal ia baru saja melihat senyum istrinya mulai sering merekah semenjak mereka berhasil melewati malam yang indah.


"Acara nya malam kak. Aku takut terjadi apa-apa sama bayi kita kalo aku datang ke sana, apalagi kalo aku datang sendiri" Dada Marcell terasa membuncah saat Loli menunjukkan kepedulian nya pada bayi mereka. Marcell teramat bahagia Loli sudah menerima keberadaan bayi mereka secara utuh.


"Boleh ngajak suami?" Marcell tau dibalik kekhawatiran nya Loli sangat ingin datang ke pesta itu.


"Aku nggak tau" lirih gadis itu.


"Kalo misalnya dibolehin datang sama suami, adek mau kakak temenin?" Marcell melihat binar semangat di mata Loli.


"Kakak mau nemenin?" Mata Loli memancarkan pengharapan yang besar, Marcell semakin tak tega untuk mematahkan keinginan istrinya.


"Iya kalo adek ngebolehin" Jawab Marcell dengan senyum teduhnya.


"Mau, aku mau ditemenin kakak" Loli mengangguk beberapa kali.


"Tapi kalo nggak dibolehin panitia gimana? aku nggak usah ikut aja lah" Ucap Loli lagi saat mengingat kemungkinan untuk diizinkan membawa pasangan sangat kecil.

__ADS_1


"Tenang aja, biar kak Marcell urus semuanya. Pokoknya besok malam kita pergi ke acaranya ya" Marcell mengusap pipi Loli dan menatap penuh keyakinan padanya.


"Beneran? makasih ya kak" Ucap Loli dengan senyum lebarnya. Mendung yang sebelumnya menggelayut di wajah Loli sirna seketika.


"Kasih hadiah dong" Marcell menunjuk bibirnya. Loli cepat-cepat menundukkan kepalanya untuk menutupi rasa gugup serta rona merah di wajahnya. Meski mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri, Loli belum pernah memulainya lebih dulu.


"Kok malah nunduk, ayo dong kasih hadiah" Marcell meraih dagu Loli agar menatap kepadanya. Wajah malu-malu Loli begitu menggairahkan di mata Marcell.


"Dek kayaknya nggak bisa deh kalo cuma kasih hadiah di sini. Kakak maunya lebih" Nafas memburu Marcell serta suaranya yang serak sudah cukup Loli pahami sebagai pertanda bahwa suaminya sedang menginginkan dirinya.


Maka ketika tubuhnya terasa melayang saat Marcell menggendong dan membawanya ke arah ranjang Loli sudah benar-benar melakukan penyerahan diri dan siap untuk memberikan semua yang suaminya inginkan.


Loli memejamkan matanya saat Marcell menautkan bibir mereka bersamaan dengan pria itu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Sesapan pria itu begitu dalam dan hangat


Pergumulan panas tak dapat terhindarkan. Bersamaan dengan berlarinya mentari ke ufuk barat yang menciptakan semburat kemerahan di langit senja sepasang suami istri ikut berkejaran menuntaskan hasrat dan melukiskan kenikmatan tak terperi dalam kisah cinta mereka di sore itu.


"Bayi kita nggak kesakitan kan sayang" Marcell mengusap perut Loli yang mulai sedikit menonjol.


"Kayaknya enggak, kakak kan selalu melakukan nya dengan lembut" Ucap Loli.


"Melakukan apa sayang?" Marcell terkekeh saat melihat wajah Loli yang memerah akibat pertanyaan jahil darinya. Ia mendekap erat tubuh Loli yang tak tertutupi apapun lagi.


Pertemuan kulit mereka yang tanpa penghalang kembali menciptakan gelenyar di dalam tubuh Marcell. Namun ia menekan kuat-kuat keinginan nya, Kandungan Loli masih rentan dan ia harus bisa menahan hasratnya.


🍁🍁🍁


"Kenapa harus baju yang ini sayang?" protes Marcell saat melihat istrinya mengenakan gaun model kemben berwarna biru langit yang menampakkan area dadanya. Sebenar nya terlihat begitu cantik, namun Marcell selalu egois jika itu menyangkut istrinya. Ia hanya ingin menikmati keindahan Loli untuk dirinya sendiri. Marcell merasa ia tak bersikap seposesif ini saat bersama Nala dulu.

__ADS_1


Loli tersenyum salah tingkah, ia benar-benar lupa kalau suaminya ini paling tak suka dirinya berpakaian yang terlalu terbuka. Ia menyesali diri nya karena tidak meminta Marcell yang memilihkan pakaian untuknya.


"Kakak yang pilihin kalo gitu ya" Loli meraih tangan Marcell dan mengajaknya menuju lemari pakaian nya.


Marcell memandangi deretan gaun pesta milik Loli, semuanya khas gaun remaja. Marcell tertawa di dalam hati setelah menyadari bahwa ia memang menikahi seorang gadis yang baru lulus menengah atas.


"Dek, kamu nyaman pakai ini? nggak apa-apa pakai ini aja. Kamu cantik banget pakai ini" Marcell sadar sepertinya ia terlalu memaksakan kehendak pada Loli. Ia takut istrinya merasa tertekan dengan aturan darinya.


"Tapi aku nggak mau kalo suami aku nggak suka." Ucap Loli sambil menunduk sehingga ia tak bisa melihat kobaran bahagia di mata Marcell mendengar ucapan nya. Mendengar Loli menyebut kata 'suami' Perasaan Marcell berbunga-bunga, benar-benar begitu indah.


"Sebenar nya kakak suka banget sayang, tapi buat kakak nikmati sendiri. Kakak nggak suka kalo orang lain ikutan melihat betapa cantik istrinya Marcell ini" Marcell tak bisa menahan diri. Ia memeluk tubuh Loli dan menciumi wajahnya yang membuat Loli tertawa kegelian.


"Kakak pilihin yang lain aja kalo gitu. Yang nggak cuma cantik tapi juga membuat perasaan kakak nyaman saat aku memakainya di tempat umum" Marcell merasa sangat beruntung memiliki Loli dengan segala sifat menggemaskan yang ia miliki. Loli begitu lembut dan halus, selalu menurut apa katanya. Meski terkadang manja dan polos namun ia bisa bersikap dewasa sesuai porsinya di waktu-waktu tertentu.


"Cium dulu dong sayang" Marcell tak bisa menahan perasaan nya yang begitu bahagia. Loli selalu memercikkan rasa manis di hatinya.


"Uda dong kak nanti telat" Loli menghela nafas melihat lipstick nya sudah terhapus karena Marcell menciuminya.


"Nggak usah dandan adek uda cantik banget sayang" Bisik Marcell menyadari kegusaran Loli.


"Iya, pake lip gloss aja boleh?"


"Hu'um boleh" Ucap Marcell sambil mengusap rambut istrinya. Tatapan mata polos Loli kembali menggelitik hatinya namun ia tak mau Loli terlambat karena ulahnya yang tak bisa menahan diri.


"Adek pake baju yang ini ya" Marcell memberikan dress hitam berlengan yang menurutnya sangat cocok untuk istrinya dan yang paling penting dress yang ia pilih dapat menutupi tubuh Loli dari mata-mata lapar yang akan memandangi istrinya


🍁🍁🍁

__ADS_1


Semoga nanti malam bisa up. Tapi kalo misal nggak sempat semoga part ini uda cukup untuk mengobati kerinduan pada Marcell dan Loli 🥰😍


__ADS_2