
"Maafin kakak" Nala memeluk Loli saat adik kecilnya itu datang ke kamarnya
"Maaf untuk apa?" Loli sebenarnya masih shock saat diminta sang mama untuk pulang ke rumah karena akan ada pria yang datang melamar Nala malam ini. Kepulangan Nala yang sudah 3 hari saja baru Loli ketahui saat sang mama menelfon tadi pagi.
"Karena sempat nyalahin adek, kakak egois melampiaskan kekecewaan kakak ke kamu dan menganggap kamu salah" Ucap Napa terbata.
"Enggak kok, kakak nggak perlu minta maaf. Loli ngerti apa yang kakak rasain, Loli memakluminya kak" Loli mengusap punggung sang kakak. Meski masih dilanda tanya namun Loli lega karena Nala sudah mau berbicara dengannya.
"Kamu sehat dek?" Nala menatap perut Loli yang sudah sedikit membesar.
"Iya Loli sehat"
"Bayinya sehat juga? dia rewel nggak dek?" Nala ragu-ragu menyentuh perut sang adik.
"Bayinya sehat, dia nggak rewel kak. Walaupun sempat mual tapi nggak parah" Loli mengusap tangan Nala yang berada di perutnya. Ini seperti mimpi baginya, melihat sikap Nala beberapa waktu lalu Loli mengira hubungannya dengan sang kakak akan selamanya buruk.
"Kak, kata mama malam ini ada yang mau datang" Loli agak ragu untuk menanyakan nya. Ia menatap takut pada Nala.
"Iya ada yang mau melamar kakak malam ini, sebenarnya baru pertemuan keluarga aja belum lamaran resmi" Nala memaksakan senyumnya.
"Ini atas kemauan kakak atau kemauan mama dan papa?" Karena Loli tak menemukan binar bahagia di mata sang kakak perihal lamaran ini.
"Ini kemauan kakak sendiri, dia laki-laki pilihan kakak"
"Kakak mencintainya?" tanya Loli.
"Belum, tapi akan" jawaban Nala semakin membuat Loli bertanya-tanya. Namun ia tak mau melanjutkan pembahasan ini. Ia takut salah berbicara, karena itu Loli memutuskan untuk menyimpan pertanyaan nya sendiri.
__ADS_1
"Kakak kangen banget sama kamu dek" Nala kembali memeluk erat sang adik. Nala tak menceritakan perihal kehamilannya pada keluarganya. Ia ingin menyimpannya sendiri, dan Zayn menyetujuinya. Mereka tak ingin keluarga Nala memberi kesan terpaksa pada pernikahan mereka nanti.
Nala melepaskan rengkuhannya pada Loli dan meraih ponselnya yang berbunyi.
"Hai calon istri, Kami sudah dekat bersiaplah. Kamu berdandan dengan cantik kan untuk menyambut kedatanganku?"
Nala mengulum senyum membaca pesan yang Zayn kirimkan. Gadis itu menutup ponselnya tak berminat untuk membalas pesan yang bocah itu kirimkan.
"Ayo dek, mereka uda hampir sampai" Loli mengangguk. Ia diterpa rasa penasaran akan sosok pria yang akan menikahi sang kakak.
Keduanya berjalan menuruni tangga dengan berhati-hati. Marcell, mama Dita dan papa Rudi sudah menunggu di sofa ruang keluarga.
Melihat Loli yang sedang menuruni tangga, Marcell bergerak cepat menjemput sang istri dan memegangi tangan nya menuruni tangga. "Hati-hati sayang" Bisik pria itu, ia begitu memperhatikan langkah Loli.
Nala menatap sekilas, ia iri melihat bagaimana Marcell memperlakukan adiknya. Namun ia berusaha mengusir segala rasa yang akan kembali melahirkan kekecewaan, hubungannya dengan sang adik baru saja membaik ia tak mau kembali merusaknya dengan rasa iri yang menyelinap.
"Mereka sudah dekat pa" Ucap Nala, papa Rudi hanya mengangguk. Sebenarnya tidak hanya Loli yang terkejut, papa Rudi dan mama Dita juga demikian saat Nala tiba-tiba mengatakan bahwa malam ini akan ada pria yang akan datang untuk melamarnya.
Karena tak ingin Nala kecewa lagi orang tuanya tak banyak bicara. Mereka mendukung apa yang menurut Nala baik.
Setelah hampir 10 menit asisten rumah tangga menuntun tamunya untuk memasuki ruang keluarga di mana Nala dan keluarganya telah menunggu.
"Selamat datang" Sapa papa Rudi sambil berdiri menyambut calon besan nya. Pria itu tampak terkejut saat menyadari pria yang datang adalah bos putrinya di kantor sekaligus rekan bisnisnya.
"Selamat malam pak Rudi apa kabar" jawab papa Zayn. Keduanya saling merangkul, begitupun mama Nala dan mama Zayn yang juga saling berpelukan.
Marcell dan Loli menatap shock pada sosok Zayn yang menghampiri Nala. "Jin?" gumam Marcell, Zayn mengangguk dan tersenyum kaku ke arah dirinya dan juga Loli. Sontak saja Marcell merengkuh posesif tubuh istrinya. Ia merasa tak enak menyadari bahwa pria yang akan melamar Nala adalah pria yang menaruh hati pada istrinya.
__ADS_1
"Ini kejutan, saya tidak menyangka bahwa orang yang putri saya maksud adalah putra dari pak Suseno" ucap papa Rudi saat mereka sudah mengambil tempat nya masing-masing.
"Saya juga awalnya kaget saat putra saya mengatakan ingin melamar salah satu karyawan di perusahaan saya. Tapi kita orang tua hanya bisa menuruti apa yang terbaik menurut anak-anak" ucap pak Suseno sambil terkekeh.
"Tapi bukannya nak Zayn ini masih kuliah pak?" tanya papa Rudi. Ia tau pak Suseno hanya memiliki satu orang putra yang sedang mengenyam pendidikan di luar negeri.
"Sebentar lagi lulus om, tinggal menunggu ujian akhir sekitar 3 bulan lagi" jawab Zayn. Ia berusaha untuk tidak melihat pada Loli meski begitu ingin. Selain karena Marcell yang sedang menatap tajam padanya juga tak ingin Nala kembali meragukan kesungguhannya untuk belajar mencintai gadis itu.
"Artinya nanti kalian akan menjalani hubungan jarak jauh?" mama Dita ikut menimpali.
"Enggak kok tante, selama menunggu jadwal ujian aku tetap di sini. Ke sana lagi saat akan ujian itu juga nggak akan lama"
"Kenapa nggak nunggu selesai kuliah aja nak Zayn?"
"Namanya anak muda pak Rudi, kalau sudah kepengen ya nggak bisa ditahan. Daripada nanti terjadi yang tidak-tidak" pak Suseno yang menjawab karena pria itu memang sudah tau perihal kehamilan Nala.
"Beneran nggak bisa ditunda nak?" Papa Rudi menatap pada Nala.
"Nala mau secepatnya menikah sama Zayn pa. Nala takut gagal lagi" ucap Nala lirih. Loli kembali dirundung rasa bersalah mendengar ucapan kakaknya. Usapan lembut di tangannya membuat Loli memandang wajah suaminya yang sedang tersenyum padanya, seolah meminta Loli agar tak merasa bersalah lagi.
"Baiklah kalau begitu, semua kami serahkan pada kalian saja. Papa dan mama merestui" Zayn menghela nafas lega mendengar jawaban papa Rudi.
Obrolan mereka dilanjutkan dengan rencana pernikahan, tentang tempat, konsep dan juga waktu akan diselenggarakan nya pernikahan itu.
Zayn sesekali mencuri pandang pada Nala yang terlihat cantik malam ini, namun sayang gadis itu masih tampak murung dan beberapa kali melirik ke arah Marcell dan Loli.
Zayn tersenyum masam saat tatapan nya tak sengaja menangkap tatapan tajam menusuk dari Marcell. Ia kembali tersenyum getir saat melihat bagaimana pria itu begitu posesif merengkuh tubuh istrinya. Seolah Zayn akan membawa kabur Loli jika ia tak memeluk erat gadis itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁