Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Enam Puluh Satu


__ADS_3

Nala berbaring di ranjang pemeriksaan. Sejak tadi Nala terus menatap pada Zayn dengan tubuhnya yang sedikit bergetar. Ekspresi datar dengan tatapan menusuk pria itu menciptakan keresahan tersendiri di hatinya.


Nala tau ia memang bersalah karena berniat menjauhkan anak mereka dari ayah biologisnya, namun salahkah ketika Nala hanya ingin melindungi dirinya. Ia takut Zayn tak bisa melupakan perasaan nya pada Loli adiknya. Ia tak mau menderita seumur hidup menyaksikan suaminya terus menggilai adik kandungnya.


Menerima fakta bahwa pria yang ia cintai kini telah berubah statusnya menjadi adik ipar saja Nala belum bisa sepenuhnya. Apalagi jika masalah ini harus ditambah rumit dengan ia menikahi Zayn yang menaruh hati pada Loli.


Nala tersentak dari lamunannya ketika merasakan dingin diperutnya. Ternyata perawat sedang mengoleskan gel di sana. Setelah itu seorang dokter wanita meletakkan sebuah alat di atas perut yang sudah diolesi gel itu.


"Lihat ke sana" ucap dokter tersebut sambil menunjuk pada sebuah monitor. Zayn mendekat pada Nala dan meraih tangan gadis itu lalu ia genggam. Nala menoleh sejenak pada Zayn yang juga tampak tegang namun pria itu menyunggingkan senyum tipis pada Nala.


Keduanya mengalihkan tatapan pada layar monitor.


"Ini kantong kehamilannya ya, usianya baru 5 minggu. Ini janin nya, masih seukuran biji apel" sang dokter terus menjelaskan perihal kehamilan Nala. Sementara Zayn dan Nala tengah dilingkupi perasaan asing, semacam rasa bahagia namun juga ingin menangis. Hati keduanya menghangat namun tubuhnya juga terasa meremang. Sungguh perasaan ajaib yang tak bisa di deskripsikan.


Nala merasakan genggaman Zayn pada tangannya mengerat. Ia menoleh menatap pria itu, seperti merasakan Zayn juga menoleh pada Nala. Mata pria itu berkaca-kaca sementara Nala tak lagi mampu membendung air matanya.


Perasaan nya yang membuncah menuntun Zayn untuk memeluk Nala dan menciumi wajah gadis itu selepas dokter menyelesaikan pemeriksaan nya dan membantu Nala untuk bangun dari posisinya. Nala tak menolak, Ia membalas pelukan pria itu. Keduanya tergugu menangis tanpa kata. Mereka hanya bisa melampiaskan perasaan lewat tangisan.


Setelah beberapa saat, Zayn melepaskan pelukannya. Menangkup pipi Nala yang masih bersimbah air mata. Zayn menghapus lembut air mata yang masih keluar dengan banyak sama halnya seperti dirinya. Ia tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.


Setelah perasaan mereka mereda, Zayn membantu Nala turun dari pembaringan dan membawanya ke kursi yang berhadapan dengan dokter. Ia tak melepaskan genggaman eratnya di tangan wanita yang kini tengah mengandung anaknya. Rasa marahnya terhadap Nala yang sebelumnya sempat menguasai kini menguap tanpa sisah.


"Jadi istriku benar-benar hamil?" Tanya Zayn untuk lebih meyakinkan dirinya dan juga Nala.


Nala menatap tajam pada Zayn saat pria itu menyebutnya sebagai istri. Zayn membalasnya dengan tatapan lembut, ekspresi wajahnya seolah tengah menunjukkan permohonan agar Nala tak mempermasalahkan hal itu sekarang.


"Tentu saja, kita sudah melihat kan tadi di layar monitor" Ucap sang dokter dengan senyum ramah nya. Terlihat dokter cantik itu menuliskan resep vitamin untuk Nala.

__ADS_1


"Dok apa aku boleh bepergian dengan menggunakan pesawat di kehamilan sekarang?" Tanya Zayn lagi, saat melihat langsung janin yang dikandung Nala meski baru berupa titik kecil pria itu semakin membulatkan tekadnya untuk segera menikahi Nala. Ia tak mau kehilangan gadis kerasa kepala itu dan juga bayinya.


"Dari serangkaian tes yang sudah kita lakukan, tidak ada riwayat penyakit serius yang pernah diderita oleh nyonya Nala. Kemungkinan aman untuk melakukan perjalanan" Nala dan Zayn merasa lega mendengar pernyataan dokter tersebut.


"Apa tidak berbahaya bagi janinnya dok, mengingat usianya masih muda" tanya Nala untuk lebih meyakinkan hatinya.


"Tidak apa-apa karena kondisi kesehatan nyonya cukup baik"


🍁🍁🍁


Nala mengerutkan kening nya saat melihat ruang makan yang tampak temaram. Hanya ada cahaya lilin di meja makan di mana tampak Zayn tengah menunggunya.


Saat melihat Nala, Zayn beranjak dari duduknya dan menyambut gadis itu. Ia menuntun Nala duduk di kursi yang sudah ia siapkan.


"Apa-apaan ini?" Zayn menghela nafas kasar mendengar pertanyaan sinis dari Nala.


"Bersikap manis sedikit ya, ini kita lagi candle light dinner. Jangan rusak momen romantis ini oke?" ucap Zayn setelah berhasil menata hati dan mengembalikan moodnya yang sempat memburuk melihat sikap Nala.


"Oke, jadi dalam rangka apa?" Meski tak sejudes tadi namun wajah Nala masih tampak datar tanpa senyuman.


"Merayakan kedatangan bayi kita" Ucap Zayn dengan senyum lebarnya. Bibir Nala sedikit terbuka membentuk sebuah senyuman tipis. Zayn sudah cukup senang meski senyuman Nala nyaris tak terlihat.


"Ayo nyonya silahkan di makan, katanya wanita hamil itu sering sekali kesulitan makan. Jadi sebelum itu terjadi makanlah sebanyak-banyak nya"


Nala tersenyum getir, Zayn memang tidak tau bahwa ia sudah mengalami itu sejak beberapa hari ini. Tapi karena tak ingin mengecewakan Zayn lebih dalam Nala menuruti permintaan pria itu. Ia mulai menyantap makanan yang Zayn hidangkan.


"Aku tau kamu lebih suka steak yang medium. Tapi karena kamu lagi hamil muda jadi aku pesan kan yang kematangannya sempurna. Nggak bagus wanita hamil memakan makanan yang belum terlalu matang"

__ADS_1


"Tau dari mana?" Tanya Nala.


"Yang mana? tentang kamu suka steak yang medium atau tentang wanita hamil muda nggak boleh makan makanan mentah?"


"Suka steak medium"


"Aku tau dari sosial media kamu. Makanya di sosial media jangan terlalu terbuka, semuanya di infoin. Seadanya aja, Nanti ada oknum yang nggak bertanggung jawab memanfaatkan nya untuk kejahatan. Tau sendiri sekarang dunia sangat mengerikan" ucap Zayn dengan senyum mengejek.


"Nyebelin" Cebik gadis itu.


"Dikasih tau bukannya nurut malah marah. Dasar batu!" Nala tak menjawab lagi. Ia terlalu lelah untuk mendebat Zayn lebih jauh, bocah kecil itu tak akan pernah berhenti sebelum ia diam.


"Nala, menikahlah dengan ku" Nala benar-benar dibuat shock saat tiba-tiba pria itu sudah berada di sampingnya dengan posisi bersimpuh dan memegang sebuah kotak cincin.


"Demi bayi yang sedang kamu kandung, mari belajar untuk saling menerima. Aku janji akan mencintai dan menyayangi kalian berdua. Aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian. Ayo Nala menikahlah dengan ku" Zayn sengaja melakukan ini untuk meyakinkan Nala tentang keseriusannya. Ia tak ingin Nala membuat semuanya menjadi rumit ketika mereka pulang besok.


Pancaran ketulusan dari mata Zayn sedikit melunakkan hatinya nya. Membayangkan di rahimnya ada kehidupan yang membutuhkan sosok ayah meruntuhkan keegoisan gadis itu. Perasaannya menuntun Nala untuk menganggukkan kepala.


"Iya aku mau" ucap Nala lirih.


🍁🍁🍁


Sengaja sih aku ciptain karakter pria sempurna dengan sikap manis, tegas dan bertanggung jawabnya. Karena di dunia nyata kita uda banyak melihat pria-pria cemen yang gampang oleng. Lelah kan! masa di dunia halu juga ketemu pria yang gitu-gitu lagi. Mengcapekkk!!!


Mari lari sejenak dan bersenang-senang di dunia halu saat dunia nyata begitu melelahkan 😂😂😂


❤️

__ADS_1


__ADS_2