
"Mau bulan madu ke mana?" bisik Zayn sambil mengusap rambut Nala. Ia mencium pundak Nala yang terbuka, mereka berdua masih bergelung di bawah selimut sehabis melewati sesi percintaan yang entah untuk ke berapa kalinya hari ini.
"Di hotel aja uda 2 hari masih mikirin bulan madu. Kapan sih pulang? aku uda bosan banget" Nala sudah rindu dunia luar, karena selama 2 hari ini Zayn hanya mengurung dirinya di kamar. Makan saja mereka selalu pesan.
"Nikmatin aja dulu, nggak usah mikirin pulang" Ciuman Zayn kini sudah naik ke leher, membuat tubuh Nala meremang.
"Ya tapi bosan Zayn, aku mau pulang. Di rumah juga masih bisa mau ngapa-ngapain" rengek Nala.
Zayn menarik tubuh Nala hingga telentang, pria itu menatap wajah Nala yang bersemu merah. "Tapi beda, nggak bisa langsung saat pengen kalo uda pulang"
"Kami nggak bosan?"
"Setahun kayak gini asal sama kamu aku nggak akan bosan" Nala mencebik mendengar gombalan suaminya.
"Kalo uda lebih dari setahun bosan dong artinya?" balas Nala dengan senyum sinis.
"Tetap nggak bosan dong, kamu legit banget gini" Ucap Zayn dengan senyum penuh artinya. Belum sempat Nala melayangkan protes Zayn sudah lebih dulu membungkam bibir Nala dengan bibirnya. Melu matnya dengan sedikit kasar. Lidah Zayn memaksa masuk dan membelit lidah Nala.
"Lagi ya?" Bisik Zayn dengan pandangan menggelap. Nala masih terengah, ia belum sempat menjawab dan Zayn sudah kembali melancarkan aksinya. Padahal tubuh Nala sudah terasa remuk namun Zayn seolah tak merasa capek sedikitpun. Ia selalu bersemangat menggagahi tubuh istrinya.
"Aghh... Bayi kita Zayn" lirih Nala terbata saat Zayn memasukinya dengan sedikit kasar.
"Iya maaf sayang" Zayn mendaratkan kecupan di kening Nala yang berkeringat, ia mengurangi hentakannya menjadi lebih halus dan perlahan namun terasa begitu menusuk hingga Nala merasa kewalahan menahan gairahnya yang menggelegak.
Nala terus mengerang dengan cukup kuat tiap kala Zayn menghujamnya begitu dalam, rasa nikmat yang menjalari tubuhnya membuat kepalanya terasa melayang.
"Le-lebih cepat Zayn, aku hampir sampai" ceracau Nala tanpa sadar, Zayn mempercepat ritme pergerakannya. Rasa nikmat yang menguasai membuat mereka sejenak lupa diri, melupakan bahwa ada kehidupan di dalam rahim Nala yang sedang tumbuh.
Keduanya mengeram secara bersamaan disertai tubuh yang menegang dan bergetar saat mereka berhasil mencapai puncak kenikmatan mereka.
Zayn menggulir tubuh nya, keduanya terengah dengan mata menatap pada langit-langit kamar. Gelenyar itu masih terasa mengisi tiap inchi tubuh mereka.
__ADS_1
Nala berharap Zayn tidak menyantapnya lagi hari ini. Ia merasa tubuhnya tak sanggup untuk kembali merasakan pelepasan yang menguras tenaga. Seluruh tubuhnya benar-benar terasa linu, bagian intinya mulai ngilu.
Zayn menarik tubuh Nala, memeluknya dengan erat. Tubuh yang basah oleh keringat itu menempel tanpa penghalang sedikitpun.
Paha Nala tak sengaja menyentuh milik Zayn, tubuhnya seketika bergetar kala menyadari kebanggan suaminya itu masih berdiri dengan gagah.
Ia menatap ke arah Zayn, tatapan Nala berubah panik saat pria itu menatapnya penuh arti.
"Ja-jangan lagi Zayn aku uda nggak kuat" ucap Nala. Ia meronta ingin melepaskan diri dari kungkungan tangan suaminya.
"Satu kali lagi sayang" nada suara itu entah kenapa begitu mengerikan di telinga Nala hingga membuatnya bergidik.
"Zayn aku lelahhhh" protesan Nala berubah de sahan saat Zayn menyesap kuat puncak dadanya.
🍁🍁🍁
Loli menatap resah pada Marcell yang tengah menerima telfon dari papa Indra. Dari senyum masam Marcell tampak nya ia sedang dimarahi oleh sang papa. Menyadari Loli tengah menatap dirinya Marcell buru-buru memasang senyum manis dan sesekali memajukan bibirnya seolah sedang mencium Loli.
"Iya pa, nanti malam Marcell akan jelasin semuanya." Ucap pria itu. Marcell memutus panggilannya setelah sang papa telah mengakhiri pembicaraan.
"Biasa aja, pak Ardi benar-benar membatalkan kerja sama. Papa cuma minta aku ke rumah dan menjelaskan semuanya nanti malam" Marcell tampak begitu tenang, ia tak mau sang istri berfikir terlalu berat.
"Maaf sayang" Lirih Loli dengan penuh rasa bersalah.
"Kenapa minta maaf, kamu nggak salah apa-apa sayang" Marcell mendekati istrinya dan menatap hangat istrinya yang begitu gelisah.
"Tapi gara-gara aku pak Ardi Membatalkan kerja samanya. Dan perusahaan papa jadi rugi" ucapnya dengan suara bergetar.
"Sama sekali bukan gara-gara kamu sayang, jangan berfikir seperti itu. Mereka saja yang picik dan rendahan. Kita nggak rugi apa-apa"
"Papa gimana? aku takut papa marah dan kecewa"
__ADS_1
"Tenang sayang, papa nggak akan marah. Semua akan baik-baik aja" Marcell mengusap lembut pipi kemerahan istrinya.
"Tapi awalnya pasti akan marah kan sayang? gimana kalo papa nggak mau dengerin alasan kamu? gimana kalo papa mukulin kamu?" Mata Loli sudah berkaca-kaca. Rasa khawatir merasuki hatinya, ia jadi mengingat saat Marcell babak belur karena dipukuli papa Indra ketika pria itu jujur telah menghamili dirinya. Ia tak tega melihat suaminya harus merasakan sakit lagi karena dirinya jika papa Indra kembali memukuli Marcell.
"Sst, jangan khawatir sayang, papa bukan tipe orang yang akan menghakimi tanpa tau duduk permasalahannya. Papa selalu menanyakan alasan untuk setiap tindakan. Papa bijaksana banget orang nya. Papa juga pasti setuju sama sikap aku" ucap Marcell lembut. Ia memeluk istrinya yang begitu gusar.
"A-aku boleh ikut ketemu papa?" Tanya Loli penuh harap. Loli berfikir jika ada dirinya mungkin papa Indra bisa menekan kemarahannya sehingga tidak sampai membuat suaminya babak belur.
Raut wajah Loli yang hampir menangis membuat Marcell luluh. Ia tak tega untuk menolak permintaan gadis itu.
"Boleh, tapi seperti apapun sikap papa nanti sebelum mendengar penjelasan aku jangan diambil hati oke?"
"Iya" Loli mengangguk.
Marcell tersenyum dan kembali memeluk istrinya. "Udah jangan sedih, nanti papa pasti mengerti sayang"Bisik Marcell sambil mengeratkan pelukannya.
🍁🍁🍁
Jadi Guys karena kisah ini uda hampir ending, secara konfliknya udah selesai tinggal nunggu si Nala_Zayn saling jatuh cinta. Kalian taulah aku tu nggak suka yang ribet dan Sad Ending. Jadi ke depannya kayaknya uda nggak ada konflik tinggal part-part ringan dan momen sweet-sweet nya lagi.
ceritanya aku tu ada novel baru lagi, awalnya sengaja belum promo karena baru up 2 bab. Tapi ternyata uda ada aja yang baca, jadi sekalian aja deh aku promoin. pada melipir ke sana ya, siapa tau suka. Kalian klik aja profil aku pasti nemu ini cerita
Buat yang belum mampir, boleh di sapa juga dong 2 novel aku yang lain, Keduanya udah End alias tamat. Dan tentu saja HAPPY ENDING.
Ada kisah Alex_Bianca n Brian Bella di
My Brother's Friend is My Partner
Ada juga kisahnya Ivan dan Aleena juga si Albert kesayangan semua 😂😂 di
__ADS_1
**Affair dengan Tunangan Sahabatku
Mampiiirr ❤️❤️😍😍😍**