Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Lima Puluh Empat


__ADS_3

"Ayo Loli"


Julian mengulurkan tangan nya pada Loli. Pria itu tampak begitu antusias untuk berdansa dengan gadis itu, tidak heran karena Julian adalah salah satu dari deretan pria yang mencoba mendekati Loli selama ini.


Semua yang hadir di sana bersorak meminta Loli menerima uluran tangan dari Julian. Sepasang muda mudi itu memang terlihat serasi jika saja status Loli belum menjadi seorang istri.


Loli sejak tadi tak melepaskan pandangan nya pada Marcell, ia dapat melihat kekesalan di mata suaminya. Gadis itu tersenyum ke arah Marcell berharap mampu menenangkan pria itu.


Loli memberi kode ke arah MC untuk meminjam mikrofon.


"Maaf sebelumnya pada Julian dan juga teman-teman semuanya. Aku yakin kalian uda tau kalo aku uda menikah dan aku ke sini juga bersama suamiku. Jadi aku minta maaf Julian, aku nggak bisa berdansa sama kamu, aku harap kalian semua mengerti ya" Setelah berucap demikian Loli mengembalikan mikrofon pada MC. Gadis itu lalu membungkukkan badan nya sebelum meninggalkan panggung. Ia dapat melihat kekecewaan di mata Julian, namun Loli tak peduli. Perasaan Marcell jauh lebih penting baginya saat ini.


Loli menuruni panggung saat MC yang sempat terpana berhasil menguasai keadaan dan kembali mencairkan suasana.


"Jadi acara nya kita lanjut dansa bersama ya, silahkan kalian bebas memilih pasangan kalian masing-masing" Loli hanya samar-samar mendengar karena fokusnya hanya pada suaminya yang juga tengah berjalan cepat bahkan setengah berlari ke arahnya.


Marcell menyambar tubuh Loli dan memeluknya erat. Ia bangga karena istrinya berani mengambil sikap dengan menolak berdansa dengan Julian. Ia juga merasa bahagia karena Loli menghargai posisinya sebagai suami.


Marcell menyalurkan perasaan nya dengan memberikan kecupan di seluruh wajah Loli. Pria itu tak peduli pada tatapan kaget beberapa siswa yang menyaksikan adegan mesra keduanya.


"Mau dansa sama kakak?" Tanya Marcell saat mendengar musik mulai dimainkan. Loli membalas nya dengan anggukan.


Marcell meletakkan tangan nya di pinggang istrinya sementara Loli melingkarkan tangannya di leher pria itu. Keduanya larut dalam alunan merdu musik dengan wajah yang saling menatap. Senyum tak hilang dari bibir keduanya. Malam ini terasa begitu indah bagi keduanya. Meski belum ada ungkapan cinta yang terucap namun masing-masing mulai menyadari perasaan berbeda yang mulai merayapi hati.


"Terimakasih sudah menolak berdansa dengan Julia" ucap Marcell.

__ADS_1


"Julian kak" Loli mengoreksi ucapan suaminya. Gadis itu juga heran kenapa suaminya suka sekali mengubah nama orang semaunya.


"Nama Julia lebih cocok, kemayu gitu nggak ada macho-machonya" Loli mengangguk agar celotehan suaminya tidak semakin melebar. Meski ucapan Marcell sama sekali tidak benar, Julian adalah laki-laki tampan dengan tubuh atletis yang banyak digilai kaum hawa di sekolahnya.


🍁🍁🍁


Nala terbangun dan melirik jam, masih pukul 2 dini hari. Rasa haus memaksa gadis itu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur untuk melegakan tenggorokan nya yang terasa benar-benar kering meski sebenar nya ia begitu malas beranjak dari tempat tidurnya.


Samar-samar Nala mendapati keberadaan Zayn. Gadis itu mengucek matanya yang masih bergelayut kantuk untuk memastikan ia tak salah melihat. Ternyata benar Zayn sedang duduk di mini bar yang tak jauh dari dapur.


Nala tadinya berniat untuk tak peduli, ia hanya akan mengambil air minum dan kembali ke kamar tanpa menyapa pria menyebalkan itu.


"Kenapa?"


Nala heran saat mendengar suara berat Zayn berulang kali berucap yang sama. Karena diselimuti rasa penasaran Ia mengurungkan niatnya untuk ke dapur. Nala memutuskan berbalik arah dan mendekat pada Zayn yang tampak sedang memandangi ponselnya.


"Kamu ngapain bangun, sana tidur lagi" Ucap Zayn dengan suara serak nya. Nala bisa melihat mata pria itu memerah seperti habis menangis meski pria itu tak menatap ke arahnya.


"Aku haus mau minum" Ucap Nala cuek. Ia melirik ke arah ponsel yang masih di pegang oleh Zayn.


"Mandangin foto Loli? kangen dia makanya mabok?"tanya Nala sinis. Zayn hanya diam tak menjawab ucapan Nala. Nala yang merasa gemas merebut ponsel Zayn untuk memastikan bahwa tebakan nya benar.


Nala terpaku saat matanya menangkap gambar Loli bersama Marcell yang dipost 30 menit yang lalu di Instagram milik adiknya. Keduanya tampak tersenyum lebar seolah menunjukkan betapa bahagianya mereka. Bahkan Marcell tampak merengkuh pinggang Loli dengan begitu mesra.


Nala menggulir foto tersebut untuk melihat foto yang lain nya, hatinya terasa ngilu saat melihat foto Marcell yang tengah mencium pipi adiknya sementara Loli menutup bibirnya dengan mata yang terlihat kaget. Sepertinya Loli tak mengira Marcell akan menciumnya. 'kekanakan!' batin Nala sambil tersenyum getir

__ADS_1


"Lemah, cuma karena ini kamu minum?" Nala memberikan kembali ponsel Zayn, di depan pria itu ia pura-pura tak terpengaruh padahal ia juga menahan kepedihan selepas melihat foto tersebut. Sudah sejauh ini ia pergi namun sisah perasaan itu masih mendiami hatinya cukup besar dan terasa menyesakkan.


Bukan nya pergi Nala malah ikut duduk di samping Zayn.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Zayn saat melihat Nala menuangkan alkohol ke dalam gelas kosong.


"Nemenin kamu minum. Mana enak mabok sendirian" Zayn menepis cepat gelas Nala saat gadis itu sudah mendekatkan gelas berisi alkohol tersebut ke bibirnya hingga terlepas dari tangan Nala dan pecah.


"Kamu kenapa sih? pecah kan jadinya" Protes Nala dengan kesal.


"Kamu tu lagi hamil, nggak boleh minum ginian. Bahaya buat bayi kita" Tegas Zayn dengan wajah kesalnya. Nala terperangah tak percaya pada respon serta ucapan pria itu.


"Aku nggak ham..."


"Kamu hamil! Jangan keras kepala Nala!" Ini kali pertama Nala melihat ekspresi Zayn yang begitu serius dan terlihat marah.


"Ayo sekarang tidur" ucap pria itu, nada bicaranya menandakan dirinya tak ingin dibantah.


"Aku mau minum air putih dulu" Cicit Nala, ia menatap takut pada Zayn yang terlihat berbeda malam ini.


Tanpa berkata pria itu sigap melangkah ke arah dapur dan mengambilkan segelas air putih dan memberikan nya pada Nala.


"Ini, abis itu langsung tidur" Bagai dihipnotis Nala sama sekali tak membantah. Ia mengambil gelas yang Zayn sodorkan dan meminum airnya hingga habis.


"Ayo tidur" Bahkan Nala tak berani menolak uluran tangan Zayn dan mengikuti pria itu melangkah menuju kamarnya untuk melanjutkan tidur seperti yang Zayn perintahkan.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2