Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Tujuh Puluh Dua


__ADS_3

"Sayang papa marah nggak ya, aku takut banget" Bisik Loli. Ia masih saja takut membayangkan kemarahan papa mertuanya. Jauh di lubuk hatinya ia belum siap bertemu papa Indra namun ia juga tak tega jika harus membiarkan Marcell menghadapi papa mertuanya sendirian. Ia harus ada di sana agar bisa membela suaminya yang tidak bersalah.


"Percaya sama aku, papa nggak akan marah sayang" Marcell merangkul tubuh Loli. Keduanya berjalan lambat memasuki rumah orang tua Marcell. Marcell tersenyum ketika menggenggam tangan Loli dan merasakan tangan istrinya tersebut begitu dingin.


"Nggak usah khawatir gitu sayang, santai aja. Kamu uda tau kan kalo papa itu baik? Selama ini pernah nggak kamu lihat papa marah tanpa sebab? nggak pernah kan" Loli mengangguk.


"Iya sayang, papa baik banget orang nya" tentu saja Loli tau mertuanya itu begitu baik dan berwibawa sepanjang yang Loli ketahui selama ini.


Saat memasuki rumah tampak sang mama berjalan cepat ke arah mereka dengan senyum hangatnya


"Hai sayang, duh mama kangen banget deh" Sambut mama mertua Loli. Wanita paruh baya itu memeluk dan mencium kening menantunya.


"Loli juga kangen mama" jawab Loli, ia membalas pelukan mama mertuanya.


"Menantu dan cucu mama sehat kan?Sekarang lagi ngidam apa sayang? ayo bilang sama mama lagi pengen apa nanti mama siapin" Tanya mama mertua Loli dengan begitu antusias. Ia mengusap lembut perut Loli.


"Sehat ma, Kalo sekarang lagi nggak ngidam apa-apa. Udah mulai hilang mual-mual nya jadi Loli uda bisa makan apa aja." Jawab Loli tak kalah antusias.


"Wah syukurlah sayang. Duh gemes banget mama lihat perut kamu, jadi nggak sabar nunggu cucu mama keluar dari sini." celoteh mama Rita begitu bersemangat.


"Semenjak uda punya menantu anak sendiri dilupain ya ma" Sindir Marcell, sejak tadi ia menunggu sang mama menyapa dirinya. Namun wanita tercintanya itu begitu sibuk pada Loli dan seolah melupakan keberadaan dirinya.


"Duh ada yang cemburu nih ceritanya" Mama Rita beralih memeluk Marcell sambil tertawa.


"Abisnya dari tadi Marcell kayak nggak terlihat sama mama. Pandangannya cuma ke Loli" ucap Marcell setengah merajuk. Loli tersenyum melihat sisi lain suaminya. Selama ini Marcell selalu mengayomi dirinya dan sekarang pria itu terlihat manja ketika berhadapan dengan mamanya.

__ADS_1


"Ya habisnya kan Loli lagi hamil sayang, dia butuh perhatian lebih. Sementara putra mama uda dewasa udah kenyang sama perhatian yang mama berikan, jadi gantian perhatiannya mama kasih ke cucu dan menantu mama dulu" elak mama Rita.


"Marcell, Loli sudah lama datang nya?"


Suasana berubah hening saat papa Indra datang bergabung ke ruang keluarga. Loli terlihat gugup, ia menatap pada Marcell. Pria itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya meyakinkan istrinya bahwa semua akan baik-baik saja.


"Baru aja pa" ucap Marcell tenang.


"Ma ajak Loli ke kamar dulu ya. Papa mau bicara sama Marcell" Ucap papa Indra yang membuat Loli berubah begitu panik.


"Papa, Loli mau di sini aja pa. Kak Marcell nggak salah. Tolong angan sakiti kak Marcell pa" Loli memohon dengan suara bergetar. Matanya memancarkan kekhawatiran yang besar


"Papa nggak akan nyakitin Marcell sayang. Nggak usah takut" Suara papa Indra begitu lunak, sedikit menenangkan hati Loli yang sebelumnya begitu resah.


"Ta-tapi papa mau bicara soal kerja sama dengan pak Ardi yang batal kan pa? kak Marcell nggak salah. Loli yang salah" papa Indra mengerutkan keningnya, ia heran pada pernyataan menantunya tersebut.


"Enggak pa, Loli sama sekali nggak salah" Ucap Marcell yang semakin membuat papa Indra terlihat bingung, begitupun mama Rita.


"Jelaskan Marcell, Loli boleh tetap berada di sini" putus papa Indra. Ia tidak mau ada kesalah pahaman mengingat ada perbedaan pendapat dari pasangan suami istri tersebut.


"Pak Ardi memberikan penawaran, kalau mau melanjutkan kerja sama itu maka Marcell harus menikahi anaknya. Kebetulan anaknya pak Ardi adalah teman SMA yang masih mengharapkan Marcell menjadi suaminya" Marcell menghela nafasnya, ia meneliti respon papanya. Seperti yang ia duga papa Indra terlihat menahan geram.


"Bahkan putri pak Ardi juga pernah meminta langsung pada Loli untuk merelakan dia menjadi istri kedua Marcell. Kami kira dia udah menyerah saat kami dengan tegas menolak keinginan nya. Ternyata nggak pa, dia malah meminta papanya untuk menjadikan proyek kerja sama itu untuk menekan Marcell. Tentu saja Marcell menolak permintaan pak Ardi. Marcell nggak mau menukar istri Marcell dengan proyek itu pa. Makanya pak Ardi membatalkan proyek kerja sama itu. Apa menurut papa Marcell salah? Apa Marcell harus mengorbankan pernikahan Marcell dan Loli hanya untuk meraih kerja sama itu?" Marcell lega berhasil menjelaskan permasalahannya pada sang papa.


Loli mengeratkan genggamannya pada tangan suaminya, ia begitu gugup menunggu respon papa mertuanya.

__ADS_1


"Kamu nggak salah Marcell, papa pun akan melakukan hal yang sama seandainya papa berada di posisi kamu. Papa justru bangga pada pendirian kamu" Mata Loli membulat ia begitu terkesima mendengar ucapan mertuanya.


"Jadi papa nggak marah sama kak Marcell?" tanya nya masih dengan raut tak percaya.


"Kenapa papa harus marah?" Papa Indra balik bertanya.


"Pak Ardi membatalkan kerja sama karena kak Marcell menolak keinginannya, dibatalkannya kerja sama itu pasti membuat papa mengalami kerugian" ucap Loli resah.


"Keputusan Marcell sudah sangat-sangat tepat nak. Lebih baik papa mengalami kerugian materi dari pada papa memiliki seorang anak laki-laki yang pengecut yang rela menukar istrinya hanya demi keuntungan materi semata. Menantu papa jauh lebih berharga dari pada proyek itu nak" Tegas papa Indra.


"Makasih papa" Loli tanpa sadar menghambur ke dalam pelukan papa Indra karena diselimuti kebahagiaan yang luar biasa. Ia juga merasa begitu terharu akan penuturan papa Indra yang sangat menghargai keberadaan nya.


"Tenang lah, papa tidak mungkin marah untuk tindakan yang benar Loli. Papa akan jauh lebih marah jika suami kamu menerima permintaan bodoh pak Ardi" ucap papa Indra sambil menepuk-bepuk lengan Loli.


Mama Rita dan Marcell tersenyum lega, Loli tertunduk malu setelah menyadari dirinya yang memeluk papa mertuanya. Ia beranjak ke arah Marcell dan beralih memeluk suaminya.


"Aku benar kan? papa nggak mungkin marah sayang" bisik Marcell sambil mengusap punggung istrinya. Loli mengangguk, ia merasa teramat lega sekarang.


"Papa nggak nyangka pak Ardi akan melakukan hal serendah itu" Gumam papa Indra.


"Iya, mama juga nggak nyangka. Padahal selama ini pak Ardi itu salah satu pengusaha ternama yang berkelas. Mama nggak habis fikir dia bisa melakukan hal ini" timpal mama Rita.


🍁🍁🍁


Guys utk kisah Davina sama Om Zio belum up dulu ya. Ini author lagi ada urusan ke luar kota. Ini aja maksain banget buat up, padahal mata uda berat. Jadi maaf kalo misal banyak kekurangan.

__ADS_1


Mudah-mudahan besok bisa up. Makasih untuk dukungan nya 😍😍🥰🥰


__ADS_2