
Zayn membuka matanya saat merasakan dirinya kesulitan bernafas. Matanya membulat penuh saat mendapati Nala yang terbahak sambil memencet hidungnya.
"Nala kamu ngapain, kalo aku mati kehabisan nafas gimana" sungut Zayn karena sang istri mengganggu tidurnya. Kantuknya lenyap sudah gara-gara keisengan Nala.
"Makanya bangun Zayn uda siang. Kamu nggak ke kampus emang nya?" tanya Nala dengan wajah yang tak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun. Ia masih saja tersenyum jahil.
"Ujiannya uda selesai kemaren, hari ini aku mau ngabisin waktu berdua sama istri. Nggak mau ke mana-mana" Zayn menarik tangan Nala hingga tubuh istrinya kini berada di atas nya.
"Apaan mau ngabisin waktu berdua istri, orang kamu nya tidur" Nala kembali memainkan hidung sang suami. Zayn senang Nala tidak lagi bersikap kaku seperti biasanya. Ia sudah terlihat lebih lepas dengan menunjukkan ekspresi yang beragam.
"Kan masih pagi sayang, selama 2 minggu ini aku tu nggak bisa tidur dengan nyenyak. Baru malam ini bisa ngerasain benar-benar tidur" Karena ia bisa memeluk Nala malam ini, berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang ditemani gelisah.
"Sama aku juga, tadi malam itu tidur aku yang paling nyaman selama 2 minggu ini" ucap Nala malu-malu.
"Kangen banget ya?" Goda pria itu. Nala tanpa ragu menganggukkan kepalanya.
"Iya kangen banget" tegasnya sambil mengulum senyum. Sejak merasa bagaimana tersiksanya ketika Zayn mengabaikan bahkan meninggalkan nya Nala tak lagi ragu untuk mengungkapkan perasaan nya. Ia telah memutuskan untuk membuka hati seluas-luasnya bagi pria itu.
"Duh gemesnya istri aku" Zayn memeluk erat tubuh Nala.
"Kamu kangen aku nggak?" tanya Nala dengan tatapan penuh arti.
"Nggak usah ditanya kamu udah tau jawabannya sayang." Zayn menggigit pipi Nala yang membuat nya menjerit merasakan sakit yang berpadu dengan rasa geli.
"Zayn kok digigit akunya" Ucap Nala manja sambil memanyunkan bibirnya.
Zayn dengan segera menyambar bibir Nala dan menyesapnya dengan penuh semangat.
__ADS_1
Ia sudah sangat merindukan bibir itu mengingat selama 2 minggu ia menahan diri agar tak menyentuh Nala imbas dari ucapan sang istri yang menyakiti hatinya.
Nala yang pada awalnya terkejut langsung membalas lum atan bibir Zayn setelah berhasil menguasai dirinya. Keduanya terhanyut pada ciuman yang dalam, saling menyesap dengan penuh perasaan. Mengalirkan setiap rasa rindu yang telah terkumpul selama 2 minggu.
Keduanya saling menatap dengan nafas terengah setelah pertautan bibir mereka terlepas. Wajah Nala yang memerah dengan bibir nya yang basah menyulut api gairah di dalam diri Zayn. Ia kembali meraih bibir Nala dan membawa tubuh istrinya berganti posisi, Kini Nala berada di bawah tubuhnya hingga ia bisa lebih leluasa memimpin permainan. Rasa rindu sudah tak tertahankan untuk segera dituntaskan, karena itu tanpa menunggu lebih lama lagi dengan bibir yang masih bertaut Zayn melucuti semua kain yang melekat pada Nala dan dirinya hingga kulit mereka saling melekat tanpa penghalang.
Des ahan tak dapat Nala tahan saat tangan Zayn dengan begitu terampil meremas dadanya. Sementara tangan yang lain begitu nakal menjelajah bagian paling sensitif miliknya.
"Zayn hentikan..." rintih Nala, namun tentu saja apa yang terucap bertentangan dengan respon tubuhnya. Ia terus menikmati godaan tangan Zayn pada bagian intinya dengan jeritan dan rintihan yang malah semakin membuat Zayn kehilangan kendali, ia mempercepat pergerakan tangan nya. Wajah Nala terlempar ke kiri dan ke kanan dengan mata terpejam ia sudah hampir tak sanggup menahan segala rasa yang terkumpul di bawah perut nya hingga akhirnya...
"Ahh Zayn...." tubuh polos yang tampak berkeringat itu menegang bersama des ah panjang dari bibirnya.
Zayn tersenyum bangga karena telah berhasil menghantarkan istrinya mencapai puncak kenikmatannya.
"Sayangh.... Zayn..." Lenguh Nala dengan
"Kamu gila Zayn..."
"Kamu nikmat!" balas Zayn dengan mata berkabut. Ia terus menghujam Nala dengan dalam dan menghentak istrinya dengan ritme yang semakin dipercepat.
"Aku uda mau sampai lagi Zayn..." Jerit Nala saat merasakan akan kembali mendapatkan pelepasan nya. Ia memeluk erat tubuh suaminya saat merasakan gelombang kenikmatan yang meremukkannya.
"Maaf sayang, aku nggak bisa berhenti"*
Bisik Zayn lalu kembali melanjutkan pergerakan nya, ia merasakan bagian bawah tubuhnya akan segera mencapai batasan dirinya.
Hingga pada akhirnya pria itu pun meng erang beradu dengan des ahan Nala yang juga kembali mencapai puncaknya.
__ADS_1
Nafas keduanya beradu memenuhi ruangan seiring pelukan mereka yang makin erat. Tubuh mereka basah oleh keringat akibat pertempuran hasrat yang meluruhkan semua kerinduan yang mendera.
"Capek?" Tanya Zayn lembut sambil menyibak rambut yang basah akibat keringat tampak menempel di sebagian wajah istrinya yang masih terengah.
"Iya capek banget, tapi aku bahagia" Ucap Nala menerbitkan senyuman.
"Aku juga sangat bahagia, terima kasih untuk semua yang udah kamu kasih ke aku." Zayn mencium kening Nala dengan rasa syukur yang menggebu.
"Sama-sama. Terima kasih sudah bersabar menghadapi ku yang keras kepala" Ucap Nala sambil tertawa.
"Jadi sekarang apa istriku ini masih keras kepala?" goda Zayn, gantian sekarang ia yang memainkan hidung istrinya.
"Aku uda bilang mau belajar menjadi istri yang baik untuk kamu, menjalani pernikahan ini dengan sebenar-benar nya. Maaf aku sempat kekanakan dan mengira pernikahan kita tak terlalu serius. Nyatanya pernikahan itu ikatan suci yang tak bisa dianggap sebagai permainan. Ngomong-ngomong kamu berat, aku takut bayi kita kesulitan bernafas di bawah sana" Ucap Nala karena sejak tadi Zayn masih berada di atas tubuhnya.
Pria itu segera menggulir tubuhnya.
"Apa bayi kita bisa bernafas leluasa sekarang?"
"Aku rasa begitu" Ucap Nala sembari beranjak menaiki tubuh suaminya, Zayn yang tak menduganya menatap kaget pada istrinya yang tampak mengulum senyum.
"Sekarang aku ingin memegang kendali untuk sesi selanjutnya Zayn" ucap Nala dengan tatapan menggoda namun tak menutupi kenyataan bahwa wajahnya bersemu merah karena menahan malu atas sikap agresifnya.
Dan ekspresi itu tak urung kembali membangkitkan hasrat Zayn yang sempat mereda. Istrinya terlihat sangat menggairahkan hingga tubuhnya merespon cepat. Bagian bawah tubuh Zayn langsung berdiri dengan gagah menunjukkan bahwa ia sudah benar-benar siap pada pertempuran panas selanjutnya.
"Lakukanlah, aku uda nggak sabar untuk segera merasakan kenakalan istriku yang keras kepala ini" Bisik Zayn dengan senyum menantang.
🍁🍁🍁
__ADS_1