Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Empat Puluh Empat


__ADS_3

Loli tak bisa menutupi keterkejutan nya saat melihat Marcell masuk bersama dengan Nala. Hatinya bertanya-tanya tentang keberadaan sang kakak.


Marcell langsung tersenyum saat menyadari sang istri tengah menatap padanya. Berbeda dengan Nala yang masih memasang wajah datar dan dingin.


"Kak Nala kapan datang?" Loli menyapa Nala yang sudah berada di dekat ranjang nya, gadis itu mengambil posisi di belakang kursi mama Dita.


"Kakak yang anterin mama ke sini" jawab mama Dita, ia sempat menoleh pada Nala namun mama Dita tak melihat tanda-tanda Nala akan menjawab pertanyaan adiknya.


"Oh gitu" Loli memaksakan senyumnya. Ia selalu gagal menahan rasa bersalah sekaligus kecewa tiap kali bertemu Nala dan menyaksikan sikap gadis itu terhadapnya.


"Tadi kak Nala ke toilet dulu makanya nggak langsung masuk" ucap Marcell berusaha menenangkan perasaan istrinya, Nala tetap diam tak berniat membanatah ucapan Marcell.


"Masih lama nggak ma? Nala mau pulang" bisik nya pada mama Dita. Tadi Nala setuju masuk membesuk Loli setelah Marcell membujuknya, namun saat sudah berada di dalam ruangan itu dan menyaksikan interaksi Marcell dan adiknya ia merasa hatinya masih belum terlalu kuat.


"Nggak apa-apa ma, adek juga uda baik-baik aja. Kata kak Marcell bentar lagi adek uda boleh pulang sama dokter" Ucap Loli saat melihat raut wajah serba salah sang mama.


"Kalau mama masih mau di sini nggak apa-apa. Nanti bisa minta tolong Marcell buat anterin mama pulang" Nala tau mamanya masih berat meninggalkan Loli.


"Mama bareng kamu aja sayang" Putus mama Dita, Loli mengangguk sambil tersenyum untuk menyatakan bahwa ia baik-baik aja dan sang mama tak perlu khawatir.


"Sehat-sehat ya sayang mama" Mama Dita mencium kening putri bungsunya.


"Mama titip jaga Loli dan bayinya ya Cell" Ucap Mama Dita, ia beralih menatap menantunya.


"Iya ma tenang aja, itu uda jadi kewajiban Marcell" Jawab pria itu.


"Makasih nak, mama pamit dulu" Mama Dita kembali mencium kening Loli dan mengusap lembut perutnya. Lalu mengikuti langkah Nala beranjak dari sana.

__ADS_1


"Nggak apa-apa sayang, jangan terlalu difikirkan" Marcell mengusap rambut Loli ketika melihat sorot mata penuh kesedihan istrinya menatap kepergian mama dan kakaknya.


"Kak Marcell tadi ketemu kak Nala di mana? kakak nggak jadi ke kantin beli makan?"


"Tadi nggak sengaja ketemu di depan. Terus kakak bicara sebentar sama Nala. Beli makan nya nanti aja" ucap Marcell yang mengganggu hati Loli. Ia merasa penasaran tentang apa yang suami dan kakaknya bicarakan. Namun untuk bertanya Loli merasa sungkan, ia takut Marcell menganggapnya terlalu ikut campur urusan mereka.


"Kalau mau tanya nggak apa-apa jangan dipendam sayang" Bisik Marcell yang membuat Loli terperangah. Sepertinya pria itu mampu memahami isi hatinya.


"Kakak cuma berusaha memberikan pengertian padanya agar bisa memperbaiki hubungan adek sama dia. Kalian nggak bisa terus-terusan kayak gini. Nala dengan kemarahannya yang salah sasaran akhirnya membuat adek selalu dihantui rasa bersalah. Permasalahan ini harus segera diselesaikan" ucap Marcell.


"Makasih kak" Lirih Loli, perasaan gusarnya hilang berganti dengan rasa lega. Tadinya otaknya mulai berfikir yang tidak-tidak.


"Adek cemburu ya?" Wajah Loli memerah saat Marcell tiba-tiba menggodanya.


"Eng-enggak siapa yang cemburu" Ucap Loli terbata, Ia begitu kelabakan.


"Mulai sekarang apapun yang adek rasain harus bilang, jangan dipendam ya. Apalagi sampai menyimpulkan sendiri berdasarkan prasangka" Lanjut Marcell sambil mengusap pipi istrinya.


🍁🍁🍁


"Kita kenapa ke sini?" Saat sudah duduk di ranjang. Loli tak bisa lagi menahan rasa penasaran nya karena Marcell membawanya ke hotel tempat mereka seharusnya menghabiskan malam pengantin waktu itu.


"Katanya mau langsung bulan madu, makanya kakak bawa adek ke sini."


"Bu-bulan madu?" Loli tiba-tiba merasa gugup.


"Iya, tadi adek bilang sepulang dari rumah sakit kita langsung bulan madu. Berhubung kita nggak bisa bepergian terlalu jauh ya udah bulan madunya di sini aja. Nggak apa-apa kan?" Loli semakin gugup saat Marcell begitu dekat dengan nya lalu mendaratkan kecupan singkat di bibirnya.

__ADS_1


"I-iya nggak apa-apa"


"Jadi gimana uda siap?" Bisik Marcell begitu dekat di telinga istrinya. Loli merasa desiran halus merambati keseluruhan tubuhnya saat merasakan hembusan nafas hangat suaminya.


"Siap apa?" Tanya nya panik.


"Adek tau kan apa aja yang dilakukan saat bulan madu?" Marcell menatap penuh minat pada istrinya. Namun ia tak bisa menahan lebih lama lagi, pria itu terbahak melihat Loli yang terlihat ketakutan.


"Kakak cuma bercanda, kalau emang belum siap nggak apa-apa sayang. Kakak nggak marah" Marcell memegang pipi Loli dan tersenyum tulus pada gadis itu.


"Kakak mau bantuin aku supaya bisa keluar dari trauma itu?" Ucap Loli sambil menghujamkan tatapan dalam pada mata Marcell. Pria itu terkesima mendengar permintaan istri kecilnya.


"Beneran sayang?"


"Iya, aku ingin menjadi istri kakak secara utuh. Bantu aku untuk menghilangkan trauma itu kak" Loli tidak tau apakah keputusan yang ia ambil ini adalah keputusan yang tepat. Ia hanya merasa sudah saat nya membalas kebaikan Marcell dengan menjadi istri yang sesuai dengan keinginan suaminya.


Loli ingat Marcell pernah mengatakan bahwa pernikahan ini bukan main-main dan ingin menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Maka ia pun harus melakukan hal yang sama, perlahan hatinya mulai bisa menerima pernikahan ini sebagai bagian dari jalan hidup yang harus ia lewati.


Tentang cinta? Loli belum bisa menyimpulkan perasaan nya terhadap Marcell, namun seperti yang pria itu bilang mereka harus belajar untuk saling mencintai dan jika melihat sikap dan perlakuan pria itu Loli yakin tak akan sulit dan tak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menghadirkan cinta di hatinya.


"Iya kita akan menghilangkan trauma itu sayang" Marcell begitu bahagia mendengar permintaan Loli. Kebahagiaan nya bukan semata karena ia ingin menuntaskan hasratnya, namun dengan permintaan Loli itu artinya gadis itu benar-benar telah menerima keberadaan nya sebagai seorang suami. Ia juga berharap bisa segera menghilangkan segala ketakutan yang masih bersemayam di benak Loli. Marcell tau rasa takut itu membuat istrinya menderita.


🍁🍁🍁


Banyak yang baper sama sifat Marcell. Di dunia nyata mungkin ada tapi pasti langka banget. Kalo ada yang nemu kayak Marcell tolong suruh datang menghadap aku ya 😂😂😂


Karena tipe cowok kayak Marcell tu susah nyari di dunia nyata, makanya ayo ciptain dalam dunia halu kita 😂😂😇😇

__ADS_1


__ADS_2