
Satu minggu sudah berlalu sikap Zayn benar-benar berubah. Pria itu lebih banyak diam. Ia tak lagi bersikap jahil pada Nala, tidak juga menggoda Nala dengan candaan-candaan yang memancing kekesalan istrinya.
Di depan kedua orang tua Nala, Zayn memang masih bersikap seperti tak terjadi apa-apa diantara ia dan Nala, ia masih suka bersikap konyol. Hanya saja kadarnya sedikit berkurang dan itu sangat dirasakan oleh Nala.
Saat hanya berdua sebenarnya Nala dan Zayn masih bertegur sapa namun untuk hal-hal yang sangat penting saja, selebihnya Zayn lebih banyak menghindar dan mendiamkan Nala.
Yang paling Nala rasakan dari perbedaan sikap Zayn padanya adalah pria itu sama sekali tak pernah menyentuhnya selepas malam itu. Tak ada lagi rengkuhan hangat dan belaian lembut di rambutnya menjelang tidur, tak ada ucapan manis mengiringi saat-saat Nala memejamkan mata, apalagi sesi percintaan seperti yang mereka lakukan hampir setiap malam.
Tatapan memuja penuh hasrat Zayn tak lagi Nala temukan, beralih pada tatapan tanpa ekspresi. Padahal selama ini saat berdua saja Zayn nyaris tak pernah menatapnya dengan tatapan biasa, selalu ada nyala gairah di dalam mata pria itu.
Nala sangat tersiksa dengan keadaan ini, ia merindukan ucapan dan tingkah Zayn yang kerap membuatnya kesal. Namun sekarang Nala menyadari bahwa hari-harinya lebih ceria semenjak bertemu pria itu hanya saja ego masih memenuhi jiwanya hingga ia tak pernah menunjukkan kebahagiaan nya pada suaminya tersebut.
"Aku berangkat sekarang" ucap Zayn dingin. Selepas sarapan Zayn kembali ke kamar untuk mengambil tasnya dan Nala menyusulnya.
"Iya hati-hati" Jawab Nala sambil menatap Zayn yang tak melihat ke arahnya.
"Jaga diri kamu, jaga bayi kita baik-baik. Nggak usah antar ke depan" ucap Zayn lagi masih tanpa menatap pada istrinya. Biasanya ketika Zayn berpamitan ia akan mengusap dan mencium perut Nala.
Nala menghela nafas lelah, ia harus menelan kekecewaan untuk ke sekian kali karena Zayn tak mengulurkan tangan nya untuk Nala cium, tak ada kecupan di kening dan bibirnya serta pelukan. Pria itu berlalu begitu saja.
Nala ingin sekali mengacuhkan permintaan suaminya yang melarang nya mengantar sampai ke depan, Ia ingin mengikuti langkah Zayn lalu menyatakan kerinduan nya pada pria itu. Namun lagi-lagi gengsinya masih terlalu sulit untuk ia runtuh kan.
__ADS_1
Sementara itu Zayn menyandarkan kepalanya ketika ia sudah memasuki mobilnya dan duduk di kursi penumpang, ia meminta diantar sopir karena perasaan nya sedang tak karuan.
"Maaf aku harus bersikap seperti ini" Bisik Zayn lirih. Tak mudah bagi Zayn melewati hari-harinya dengan bersikap acuh pada Nala. Bagaimana pun ada rasa tanggung jawab yang membebaninya, ia adalah seorang suami yang seharusnya memberikan perhatian dan kasih sayang pada Nala, bukan malah mengabaikannya apalagi saat ini Nala sedang mengandung anaknya.
Tapi rasa sakit di hatinya atas ucapan Nala tempo hari membuatnya mau tidak mau bersikap demikian. Meski tak tega ia ingin Nala menyadari kesalahannya, tapi sepertinya sia-sia karena sang istri tampak tak merasa bersalah.
Zayn malah merasa Nala begitu nyaman saat ia lebih banyak diam dan tak mengganggu istrinya. Nala terlihat sangat menikmati hubungan dingin mereka dan Zayn tak mau harga dirinya semakin berserakan dengan bersikap seperti sedia kala tanpa ucapan penyesalan sedikitpun dari istrinya
Ia ingin mereka memperbaiki hubungan ini bersama-sama. Zayn merasa telah cukup berjuang sendirian selama ini.
🍁🍁🍁
"Kok mendadak?" tanya Nala, rasa sesak menjalari hatinya saat Zayn tiba-tiba menelfon dan mengatakan bahwa ia sudah berada di bandara dan satu jam lagi akan berangkat ke sydney.
Nala berfikir sejenak, ia mencoba mengingat kapan suaminya itu memberitahu dirinya tentang hal itu. Nala meringis saat ingatannya kembali pada obrolannya dengan Zayn 2 minggu yang lalu.
Flashback on
''Kok lama banget berangkatnya, kenapa nggak berangkat besok aja'' ucap Nala ketika Zayn memberitahu tentang kemungkinan nya untuk berangkat ke sydney 2 minggu lagi.
"Kamu nggak mau ikut, aku takut kamu kangen kalo aku berangkatnya cepat" Ucap Zayn sambil melingkarkan tangan di pinggang istrinya.
__ADS_1
"Ih mimpi aja terus" Nala menatap sinis pada Zayn yang malah terkekeh.
"Iya deh, aku yang pasti kangen banget sama kamu. Ikut aja ya? itung-itung bulan madu sayang" ucap Zayn setengah merengek.
"Nggak mau, aku uda nunggu-nunggu banget kamu pergi, supaya aku bisa menikmati hari-hari tanpa gangguan pria menyebalkan seperti kamu"
"Beneran? yakin nggak bakalan kangen aku?" Tanya Zayn dengan senyum lebarnya.
"Yakin, yakin banget malah"
Flashback off
Nala merasa dadanya terasa begitu sesak, kenapa ia baru menyadari bahwa selama ini ucapan-ucapannya sudah begitu jahat pada suaminya, dan Zayn sekalipun tak pernah menunjukkan ketersinggungannya. Ia bahkan melupakan obrolan penting mereka mengenai kepergian Zayn 2 minggu yang lalu cukup menunjukkan bahwa ia istri yang payah yang selalu mengabaikan kepentingan suaminya.
"Berapa lama di sana? kenapa ngasih taunya cuma lewat telfon nggak bilang langsung ke aku. Kamu nggak sopan!" Suara Nala terdengar bergetar, ia mati-matian menahan agar tidak menangis.
"Mungkin satu bulan sampai urusan di sana benar-benar selesai. Ya aku ngerasa kamu juga nggak peduli kan aku mau ngapain makanya aku cuma pamit lewat telfon, tadinya aku juga nggak mau ngabarin apa-apa tapi takut ada yang nanyain aku ke mana kamu jadi bingung ngejawab kalo aku nggak kasih tau kamu makanya aku telfon ini. Oh ya jaga diri kamu dan bayi kita selama aku pergi. Selamat menikmati waktu sendiri kamu yang berharga, bersenang-senanglah" Nala tak sempat menjawab Zayn sudah memutus sambungan telfonnya.
Nala terpaku, ia tiba-tiba merasa sangat sedih. Air matanya menyeruak dengan begitu banyak, ia tak menyangka Zayn akan pergi dengan cara seperti ini. Satu bulan? Nala tidak tau apa ia bisa melewati satu bulan dengan nyaman tanpa kehadiran Zayn. Pria itu ternyata benar-benar serius dengan kemarahannya hingga pergi begitu saja.
Nala tak mengerti kenapa dadanya terasa begitu sesak menyadari kepergian Zayn, padahal selama ini mulut nya selalu berucap ingin sendiri tanpa gangguan dari pria itu. Dan sekarang Zayn sudah memenuhi keinginan nya lantas kenapa sekarang ia malah menangis?
__ADS_1
🍁🍁🍁