Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Enam Puluh Tiga


__ADS_3

"Apa sebenarnya rencana kalian?" Tanya Marcell, mereka berempat memisahkan diri dari orang tua mereka atas permintaan Marcell dengan alasan ingin mengobrol.


Ketiga orang itu menatap tak mengerti pada Marcell.


"Maksud kamu apa Marcell" timpal Nala. Ia terganggu melihat tatapan curiga pria itu padanya dan Zayn.


"Apa kalian sedang merencanakan sesuatu dibalik rencana pernikahan kalian yang tiba-tiba?"


"Kak" lirih Loli menatap suaminya. Ia tak suka suaminya bersikap demikian.


"Sayang, Zayn pernah menaruh hati sama kamu bahkan pernah secara terang-terangan di depan kakak ingin merebut kamu. Nala juga sempat tak terima dengan pernikahan kita. Sekarang mereka tiba-tiba memutuskan untuk menikah gimana kakak nggak curiga? bisa aja mereka sedang menyusun rencana untuk memisahkan kita sayang" Marcell menatap dalam wajah Loli, ia mengusap lembut pipi istrinya.


"Kakak kenapa jadi berprasangka buruk begini?" Bisik Loli, ia merasa tak enak hati pada kakaknya.


"Maaf, kakak hanya terlalu takut kehilangan kamu" balas Marcell dengan tatapan dalamnya.


Nala dan Zayn tersenyum getir menyaksikan sepasang suami istri di hadapannya.


"Apa menurutmu aku seburuk itu Marcell? aku kira selama 5 tahun kita bersama kamu sangat mengenal aku. Meskipun awalnya aku nggak terima tapi saat janji pernikahan sudah terucap meski sesakit apapun aku menerimanya tak pernah terlintas sedikitpun di fikiran aku untuk merusak hubungan kalian" ucap Nala penuh kekecewaan. Meski Marcell tak lagi mencintainya Nala harap pria itu masih mengenali dirinya yang tak mungkin menghancurkan hubungan orang lain.


"Aku pun begitu, tak aku pungkiri aku pernah ingin merebut Loli. Tapi itu sebelum aku bertemu Nala. Kami sama-sama terluka lalu saling menemukan dan sekarang memutuskan untuk saling menyembuhkan. Percayalah tak ada niat sedikitpun untuk menghancurkan pernikahan kalian, aku dan Nala sudah menutup kisah yang pernah ada" ucap Zayn sambil menggenggam tangan Nala.


"Baiklah aku minta maaf, aku terbawa perasaan. Semoga rencana pernikahan kalian berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun, dan semoga kita bisa menjadi keluarga tanpa menaruh dendam atas kisah masa lalu. Aku dan Loli berdoa semoga kalian selalu berbahagia, aku juga minta maaf karena tanpa sengaja sudah melukai hati kalian terutama Nala" ucap Marcell setelah terdiam cukup lama.

__ADS_1


Suasana tampak hening, tak ada siapapun yang membuka suara kembali.


"Baiklah kalau begitu, aku sama Loli permisi dulu" Marcell membawa istrinya berlalu dari hadapan Nala dan Zayn yang terpaku menatap keduanya.


"Kamu baik-baik aja?" Tanya Zayn selepas kepergian Marcell dan Loli.


"Kamu sendiri gimana? baik-baik aja?" keduanya seolah paham bahwa hati mereka baru saja terguncang. Hati mereka belum sepenuhnya sembuh dari luka. Melihat Marcell dan Loli bukan tidak mungkin luka mereka kembali tercabik dan terasa perih.


"Aku baik-baik aja. Aku sudah memiliki calon istri yang cantik meskipun galak. Jadi rasanya terlalu bodoh jika terus larut dalam luka lama" ucap Zayn sambil tersenyum menggoda. Nala membalasnya dengan tersenyum masam, ia tau Zayn berbohong. Namun ia sangat menghargai usaha Zayn yang ingin menjaga dan menghargai perasaannya.


"Aku juga baik-baik aja. Kenapa aku harus terluka melihat adik kesayangan ku dicintai sedemikian besar oleh suaminya" Keduanya terkekeh. Mereka paham apa yang terucap berbeda dengan apa yang mereka rasakan sebenar nya. Namun setidaknya mereka telah berusaha untuk menerima dan menjalani takdir yang tertulis untuk mereka.


🍁🍁🍁


"Kenapa minta maaf" Loli mengusap tangan suaminya yang tengah melingkar di perut.


"Karena sempat membuat kamu nggak nyaman sama kecurigaan kakak pada mereka. Mungkin juga menyulitkan kamu di depan Nala" Marcell menyesal terlalu menuruti emosinya. Ia takut Nala kembali membenci Loli. Padahal tadi ia melihat sepertinya hubungan Nala dan istrinya sudah mulai membaik.


"Harusnya minta maaf sama mereka bukan sama aku kak"


"Tadi kan udah sayang" Marcell memutar badan Loli agar menghadap padanya kemudian mendaratkan kecupan di kening Loli.


"Kakak cemburu" Bisik Marcell menatap dalam pada istrinya.

__ADS_1


"Kakak cemburu karena kak Nala akan segera menikah padahal kakak masih mencintainya?" tanya Loli polos.


"Kok malah cemburu ke Nala" Marcell menghela nafas gusar.


"Kakak cemburu Nala mau nikah sama Jin, cowok yang jelas-jelas menaruh hati pada istri kakak. Karena Kalo Nala nikah sama si Jin itu otomatis kita jadi keluarga. Akan sering ketemu, kalo si Jin diam-diam masih suka sama kamu gimana? kalo tentang Nala kakak malah senang dia uda mau nikah itu artinya Nala uda sembuh dari luka hatinya." ucap Marcell sambil menatap gemas pada istrinya.


"Apa bedanya sama kakak, kakak dan kak Nala pernah saling mencintai dan pernah hampir menikah. Siapa yang bisa menjamin perasaan kakak ke kak Nala udah benar-benar hilang. Lima tahun bukan waktu Yang singkat, ada banyak sekali kenangan dan impian yang sudah kalian renda berdua mustahil dapat terhapus dalam hitungan bulan." Marcell menghela nafasnya.


"Kakak nggak ada pembelaan apapun soal ini, mungkin sulit dipercaya tapi itulah faktanya. Kakak juga nggak ngerti kenapa kakak bisa begitu lapang dada melepas Nala dan semua kenangan yang ada. Tapi bukan berarti kakak nggak setia sayang, selama 5 tahun kakak nggak pernah berpaling pada wanita lain, tertarik aja enggak. Tapi kakak juga nggak yakin kakak bisa secepat itu melupakan Nala kalau yang kakak nikahi itu bukan kamu. Apa kakak berdosa karena secepat itu melupakan Nala?" ucap Marcell tanpa mengalihkan tatapannya pada mata polos istrinya. Ia berharap Loli dapat merasakan kesungguhannya.


"Mungkin ini semua terjadi karena kamu terlalu istimewa, dan juga karena Tuhan memang menciptakan Loli untuk Marcell" Marcell menarik dagu Loli dan menyatukan bibir keduanya.


"Kakak mencintaimu sayang" Bisikan lembut yang terucap dengan pancaran ketulusan di mata Marcell menggetarkan hati Loli. Ia menatap tak percaya pada suaminya. Meski selama ini Marcell selalu bersikap manis padanya namun ini pertama kalinya kata cinta itu terucap dari bibir pria itu.


"Kakak benar-benar mencintaimu. Awalnya mungkin kakak ragu tapi tidak untuk saat ini. Kakak berani bersumpah bahwa kakak benar-benar mencintaimu" ucap Marcell penuh keyakinan.


Loli hanya terpaku menatap suaminya, bibirnya terkunci, ia tak mampu berucap apapun lagi. Ia seolah terhanyut pada ucapan merdu dan tatapan lembut pria itu.


Marcell kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Loli.


"Kakak sangat mencintaimu" Bisik Marcell sebelum menyatukan bibir keduanya. Dada Loli terasa membuncah, ia memejamkan mata menikmati sesapan Marcell pada bibirnya. Ucapan dan sentuhan bibir suaminya membuat Loli kehilangan daya, tubuhnya terasa seakan mengawang.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2