
Marcell buru-buru beranjak dari tempat tidurnya saat tak mendapati Loli di sampingnya ketika ia membuka mata.
Kepanikan pria itu sedikit mereda saat mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Tanpa mengetuk pria itu langsung memutar handle pintu kamar mandi, beruntung tak terkunci di dalam.
"Sayang" Marcell langsung memeluk Loli yang tengah berada di bawah shower menikmati tetesan air yang tengah mencumbu tubuhnya yang terasa remuk akibat pergumulan panasnya dengan sang suami tadi malam.
"K-kak kenapa ke sini?" tanya Loli panik. Ia menyilang kan tangan nya di dada dan merapatkan pahanya saat mendapati suaminya yang tiba-tiba masuk. Ia masih merasa malu tampil polos tanpa pakaian di depan Marcell.
"Kakak kira adek pergi, kakak takut adek ninggalin kakak" ucap pria itu sendu.
"Aku nggak akan pergi ke mana-mana, aku cuma mandi kak" ini kedua kalinya Marcell bersikap aneh begini. Loli tak habis fikir kenapa suaminya bisa berfikiran bahwa ia akan meninggalkan pria itu.
"Kakak takut adek masih benci dan akhirnya memutuskan untuk ninggalin kakak" Setelah apa yang sudah mereka lakukan tadi malam Marcell masih saja dilanda kecemasan. Ia masih dihantui pemikiran
bahwa Loli masih tak bisa menerima pernikahan mereka dan berniat meninggalkan nya suatu saat nanti.
"Aku nggak pernah benci sama kakak, aku juga nggak ada sedikitpun niat untuk ninggalin kakak. Aku sudah menitipkan masa depan ku bersama kakak. Semalam kita uda janji untuk saling memiliki selamanya. Jadi kenapa kakak bisa berfikiran seperti itu?" Mata Marcell berbinar mendengar ucapan Loli, kegelisahan nya perlahan menguap meski belum sepenuhnya.
"Beneran ya jangan pernah tinggalin kakak apapun yang terjadi nanti?" Tatapan penuh harap Marcell meluluhkan hati Loli, gadis itu mengangguk penuh keyakinan. Marcell menarik tubuh Loli ke dalam pelukan nya, tubuh keduanya saling menempel tanpa halangan apapun di bawah guyuran shower yang terus menyala membasahi tubuh sepasang suami istri tersebut.
"Jangan tinggalin kakak, tetaplah bersama kakak juga anak kita selamanya" Bisik pria itu mengulang permohonan nya lagi untuk lebih meyakinkan hatinya bahwa Loli benar-benar tak akan pergi darinya. Ia semakin erat memeluk tubuh istrinya.
"Iya kita akan selalu bersama, aku nggak akan pernah ke mana-mana. Aku sudah mempercayakan hidup dan masa depanku bersama kakak dan anak-anak kita" Bisik Loli.
"Kakak nggak mau pisah sayang, kakak nggak akan sanggup" Marcell seolah menampakkan kerapuhan nya sekarang. Ternyata diam-diam pria itu menyimpan ketakutan dibalik ketegaran nya menghadapi masalah rumit yang sempat melilit mereka.
__ADS_1
"Iya kak, aku nggak akan pernah pergi. Kita nggak akan berpisah. Aku milik kakak selamanya" Keduanya terus berpelukan dalam waktu yang cukup lama.
Marcell baru melepaskan pelukan nya saat merasakan tubuh Loli menggigil. Ia melihat bibir Loli sedikit membiru.
"Ya ampun sayang maafin kakak" Marcell dengan cepat mematikan keran shower dan berniat meraih bathdrobe yang tergantung tak jauh dari sana. Namun Loli meraih tangan pria itu dan menghentikan langkahnya.
"Aku nggak apa-apa. Aku belum selesai mandinya, aku mau lanjutin mandinya dulu" ucap Loli.
"Tapi kamu kedinginan sayang"
"Enggak kok kak, tenang aja aku nggak apa-apa" Karena Loli memaksa akhirnya Marcell mengangguk, ia membiarkan istrinya kembali menyalakan shower.
Marcell menatap pada istrinya yang memejamkan matanya menikmati tetesan air yang mengaliri tubuhnya. Seketika Marcell merasakan bagian bawah tubuhnya perlahan bangkit, tubuh basah Loli begitu menggairahkan.
Marcell tak bisa menahan lebih lama, dengan cepat ia meraih tubuh Loli dan segera menautkan bibir mereka. Loli tak sempat menolak karena Marcell sudah mendominasi tubuhnya. Gairah yang menggelegak membuat pria itu lupa bahwa istrinya sudah mulai kedinginan.
🍁🍁🍁
"Wah nggak nyangka kita bisa ketemu di sini" Nathan menyapa Loli dan Marcell yang tengah makan siang di restoran hotel.
"Ada apa?" tanya Marcell dengan ekspresi dingin.
"Cell udahan dong marahnya. Kita kan uda bersahabat lama, lagian sekarang lu sama Loli juga uda menikah." ucap Nathan. Ia merasa bahagia bisa mencuri tatap pada Loli. Tadinya ia begitu kesal saat atasan nya meminta menemui klien di hotel ini menggantikan rekannya yang mendadak berhalangan. Namun rasa kesal itu hilang seketika saat mendapati Marcell dan Loli yang sedang berada di sana.
"Tetap saja kebodohan kalian sudah menghancurkan masa depan istri gue. Harusnya sekarang dia sedang menikmati masa remajanya dan mengenyam pendidikan setinggi-tingginya"
__ADS_1
"Jadi lu nyesel nikah sama Loli?" Tanya Nathan tak percaya.
"Sama sekali tidak, menikahi Loli adalah anugerah terindah dalam hidup gue. Gue hanya menyayangkan prosesnya yang begitu menyakitkan buat istri gue. Gue masih belum bisa maafin perbuatan kalian" tegas Marcell. Ia merasa geram atas ucapan Nathan dan ingin melayangkan pukulan atas sikapnya yang asal mengambil kesimpulan dari ucapan nya. Beruntung Loli diam-diam menggenggam tangan nya erat sehingga amarahnya sedikit mereda.
"Lu udah lupain Nala sepenuhnya?" pertanyaan Nathan kembali menyulut emosi Marcell.
"Itu sama sekali bukan urusan lu Nath!"
"Gue cuma nanya Cell, kalo emang lu belum bisa lupain Nala kan kasihan sama Loli kalo suaminya diam-diam masih mencintai mantan nya, apalagi mantan kekasih dari suaminya adalah kakak kandungnya sendiri. Kalo emang lu belum bisa lupain Nala sepenuhnya, penawaran gue masih berlaku Cell, gue bersedia menikahi Loli" Tidak hanya Marcell Loli pun tersentak mendengar ucapan Nathan yang sama sekali tidak mereka duga.
"Brengsek lu!" Marcell beranjak dari posisi duduk nya dan meraih kerah baju Nathan, ia bersiap melayangkan tinjunya. Namun Loli yang langsung menarik tangan pria itu membuat Marcell menghentikan niatnya.
"Kak jangan" Bisik Loli
"Dia uda keterlaluan sayang, dia harus dikasih pelajaran!" Melihat kilat ketakutan di mata Loli membuat Marcell luluh dan melepaskan Nathan, namun tatapan nya masih begitu tajam menusuk.
"Meskipun perasaan gue sama sekali bukan urusan lu dan nggak ada kewajiban buat gue ngejelasin ke elu, tapi gue akan kasih tau sekarang. Sejak gue memutuskan untuk menikahi Loli detik itu juga gue udah menghapus semua kisah gue bersama Nala. Segeralah bangun, jangan terus bermimpi untuk menikahi istri gue. Karena sampai kapan pun lu nggak akan pernah bisa mengambil dia dari sisi gue. Jangan pernah lu ngusik hidup gue lagi. Harusnya lu tau diri setelah apa yang udah lu dan teman-teman lu lakuin ke kita berdua" ucap Marcell penuh penekanan.
"Kita balik ke kamar sekarang kak" Ucap Loli, ia takut Nathan kembali memancing emosi suaminya.
"Iya sayang" Marcell mengusap pipi istrinya yang masih terlihat khawatir. Pria itu kembali menatap tajam pada Nathan.
"Lu tau kan kenapa gue sama Loli di sini? lu uda dewasa jadi nggak perlu lah gue jelasin lebih gamblang!" Marcell meraih tangan Loli dan menggenggamnya erat. Ia membawa Loli berlalu dari hadapan Nathan yang tampak terpaku.
Pria itu sebenarnya tak berniat membuat Marcell marah, Ia hanya tak ingin semakin menyakiti Marcell, Nala dan Loli. Ia ingin mengambil alih Loli agar Marcell bisa berbahagia dengan Nala dan Loli tak harus tersiksa menjadi istri yang tak dicintai oleh suaminya. Hanya saja niat yang menurutnya baik ternyata malah membuat Marcell semakin membencinya.
__ADS_1
🍁🍁🍁